Posted by: alfigenk | December 5, 2007

Kalimantan

Aku biasanya hanya duduk-duduk termenung sendiri, membawa khayal ku sendiri, tentang apa-apa yang kusuka, hari ini, saat ini, beberapa bagian besar diriku sedang memanas akan angan-angan kesejukan udara kalimantan, kaliamanta sendiri memang panas, tepat di bawah katulistiwa, bayangkan sejak dari jam 8 pagi hingga 4 sore teriknya panas sinar matahari memang membakar kulit,,aku akan terlihat cukup putih ketika datang dari pulau jawa ketika pulang kampung, tapi aku bisa menjamin kulitku akan terbakar apabila aku jalan-jalan di siang harinya,dan kulitku tak terlihat begitu putih lagi,,

di waktu kecil, dengan pikiran kecilku, aku mengira bahwa orang-orang dayak dan banjar itu berbeda, ternyata memang benar, banyak perbedaan rupanya secara budaya, namaun secara fisikly, tidak lah terlalu banyak mencolok, aku kira orang dayak itu putih-putih dan orang banjar itu agak terlihat hitam, tapi rupanya tidak, itu salah, orang dayak juga banyak yang hitam, apalagi yang di daerah selatan kalimantan, di daerah dekat rawa-rawa, tapi juga bahkan dikampungku di dekat kaki pegunungan, sedangkan orang banjar juga begitu banyak yang putih seperti mamaku yang putih dan cantik, seperti gadis-gadis dikampung dan kota ku yang terkenal cantik dan putih-putih,aku yang juga putih dan sagnat tampan…hehe

aku membaca beberapa buku tentang sejarah kalimantan, sepertinya menguatkan dugaanku, bahwa memang benar orang-orang yang sekarang ini di sebut orang banjar  adalah keturunan orang-orang dayak jaman dulu yang telah beberapa ratus tahun membentuk kebudayaan yang berbeda dengan nenek moyang mereka yaitu orang-orang dayak yang ada sekarang ini, pembentukan kebudayan baru tersebut juga tidak lepas dari interaksi dengan kebudayaan lain, seperti orang-orang yang telah membawa peradaaban hindu budha dan jug aislam ke kalimantan.
akhirnya terlihat lah ada perbedaan, siapa yang belajar tentang budaya saya pikir akan sangat memahami tentang akulturasi dan perkembangan budaya. Namun dalam beberapa hal, masih terlihat ada kesamaan dan kemiripan, seperti dalam benda-benda keramat, kain-kain keramat yang berwarna kuning, bahasa yang mirip dan fisikly yang tidak jauh berbeda, namun sejujurnya orang banjar begitu enggan mengakui hal ini, entah apa alasannya, namun sebaiknya kita berbesar hati untuk menerimanya, orang dayak sendiri mengakui orang banjar adalah saudara muda mereka, mereka punya cerita-cerita mitos yang menarik untuk didengarkan tentang hal ini.


Orang banjar keturunana orang-orang dayak beratus tahun yang lalu, yang membentuk kebudayan baru,,kita sudah tahu, bahwa pembentuk kerajaan hindu budha di kalimantan datang dari orang-orang sriwijaya dan jawa yang bermigrasi ke kalimantan, namun itu hanya pemegang kekuasaan, sedangkan rakyat kebanyakan adalah dari orang-orang asli kalimantan sendiri, yaitu orang-orang dayak.


hmmm..tapi sebelum kedatangn orang-orang sriwijaya dan jawa sepertinya orang-orang dayak juga punya kerajaan, namanya kerajaan Nang Sarunai yang berada di kawasan kanyutangi banjarmasin sekarang ini dan ada juga yagn megatakan disekitar tanjung dan amuntai. ketika di serang oleh majapahit dan akhirnya hancur. Kemudian orang-orang kerajaan dayak tersebut bermigrasi menuju pedalaman kalimantan.

Orang banjar sendiri menurut saya, hanya lah sebuah nama kesukuan yang rancu, karena identitas banjar ini sepertinya hal baru, tapi ini pendapat saya sendiri saja, sebagai contoh, orang-orang pahuluan yang mendiamai wilayah hulu sungai-sungai anak-anak barito, seperti kandangan dan barabai, sedari dulu di sebut sebagai orang pahuluan, dan itu berbeda dengan orang banjar di muara barito di mana ibukota kota kerajaan berada, meskipun tidak ada kesulitan dalam berkomunikasi, namun mempunyai logat yang berbeda, dan bahasa yang lebih kaya dari pada di muara,,banyak kata-kata yang tidak di mengerti oleh orang-orang muara dan begitu pula sebaliknya, bahasa di muara lebih dekat dengan bahasa melayu, itu wajar lah karean di muara sungai, bahasa pergaulan orang dahulu adalah bahasa melayu kan, orang dagang wajib harus bisa bahasa melayu. namun karena orang pahuluan banyak yang merantau maka mereka sebagian mengaku orang banjar atau orang dari kerajaan atau tanah banjar. daerah pahuluan adalah daerah yang paling luas yang disisakan belanda untuk kerajaan banjar dulu sebelum perang banjar terjadi.  kerajaan banjar hancur karena perebutan kekuasaan oleh para bangsawan abnjar sendiri. ohhh saya kasihan rakyat banjar, tapi saya tidak kasihan dengan bangasawan banjar. ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: