Posted by: alfigenk | May 3, 2008

safty yuliani

 aku membuka catatan-catatanku sewaktu masih sekolah dan awal-awal kuliah dulu…catatan yang tercecer dimana-mana, dibuku pelajaran, buku tulis, ada yang hanya satu kata, beberapa kata saja, beberapa baris, beberapa kalimat, beberapa paragraph, dan beberapa halaman. catatan yang menggelikan, meski aku tahu sebagian tulisan itu tidak jujur, ,kadang aku tidak percaya bahwa itu adalah tulisanku…seperti tulisan orang lain saja, seperti tulisan yang bukan diriku, itu tulisan diriku yang bukan diriku saat ini, itu tulisan diriku diwaktu dulu, pernahkan kita menyadari itu?…kita berubah bersama waktu. ini seperti memperbincangkan hermeneutika terhadap teks yang lepas menjadi kekuatan di luar kekuasaan penulisnya.

Ada sebuah tulisan yang kusuka, mungkin ini tulisan pertama yang begitu bermakna. tulisan nama gadis yang ku suka saat itu, tulisan itu aku buat ketika aku ingat dia diwaktu malam sebelum tidur, aku menulisnya di dinding kayu disamping ranjangku, aku gures dengan sesuatu yang tajam, Seperti prasasti. Hanya satu kata, dan itu adalah nama gadis yang kusuka. padahal aku satu kelas dengan dia, besok juga pasti ketemu, tapi dimalam hari rasanya aku juga aku ingin bertemu.

Aku menulis ‘safty’..karena namanya safty yuliani..tulisan itu aku tulis dengan tersambung miring dari atas ke bawah,aku sengaja menulis seperti itu, agar orang lain yang melihatnya tidak menyangka bahwa itu adalah sebuah tulisan huruf dan nama seseorang.

teman-teman dan orang-oang memanggilnya yuli, tapi khusus untuk aku, aku memanggilnya safty, guru sejarah kami yang lucu, seorang jawa, memanggilnya dengan softek, iya, pembalut wanita. aku tahu safty psati tidak suka dengan panggilan seperti itu, tapi biasanya dia hanya tersenyum mendengarnya. Dan kemudian kami sekelas akan tertawa bersama. Alasan lain aku memanggilnya safty adalah karena dikelas 1a ini ada dua orang gadis yang bernama yuli..keduanya cantik, meski kelakuan dan postur tubuhnya berbeda-beda. tapi aku suka dengan safty, sedangkan yuli yang satunya menikah setelah menjalani semester pertama, dia gadis cantik dan pintar, aku akrab dengan yuli yang satu ini karena selalu sekelas dengan dia semenjak ditsanawiyah sungai tabuk barabai. Mungkin karena dia cantik maka pacarnya ngebet ingin menikahinya. aku jatuh cinta dengan safty ketika semester kedua di mulai. Masa ajaran kami mengadopsi aturan baru dengan system semester, kelas diatas kami masih dengan system caturwulan, waktu itu tahun 1999. Sekolah kami adalah SMKN 1 BARABAI.

 Safty itu bertubuh pendek, berkulik putih, mukanya lebar, bermata agak bulat, ketika tertawa matanya akan hilang, bibirnya kecil dan tebal dan itu terlihat manis, tubuhnya proposonal. Rambutnya hitam dan lurus dan tapi kadang-kdang menjadi ikal. tubuh mungil seperti itu adalah standar di daerah ku. Tapi ingat, dia cantik menurutku. Sejujurnya aku tidak begitu ingat lagi bagaimana wajahnya, sehingga aku susah menjelaskannya, namun aku yakin dia masih cantik. Waktu awal sekolah rambutnya berkepang, dia sangat manis dan lucu, tidak lama kemudian dia memakai kerudung, itu membuatnya lebih lucu lagi, karena dia mirip doraemon. kepalanya terlihat bulat dan besar ketika memakai kerudung. Aku kira dia itu mirip dengan penyanyi evi tamala. Hampir mirip, tapi ada perbedaan dalam aura kedaerahan wanita banjarnya.

 

Sifatnya adalah selalu suka bercanda dan tertawa-tawa, dia gadis yang aktif. Mungkin juga gara-gara itu lah dia punya banyak pacar. Aku sering mendengar kabar negatif dari orang tentang dia, tapi aku tidak peduli, kadang aku juga tidak mengerti apa, karena aku juga masih anak-anak waktu itu.

Dia gadis yang tinggal di sebuah ruko kayu bertingkat dua di perempatan pasar birayang. 10 kilometer kearah utara dari rumahku, jadi setiap dia pergi sekolah dia selalu melewati rumahku. Dia selalu kesekolah dengan motor, kadang sendirian dan kadang berdua dengan kakak permpuannya. Safty tidak punya bapak lagi, dia tinggal bersama ibu dan kakak perempuan waktu itu kuliah di semester pertama disebuah perguruan tinggi dibarabai, serta seorang adik laki-laki.

Salah satu yang terkenal dari birayang waktu itu adalah angkutan pedesaannya, mobil yang dipakai adalah mobil-mobil tua yang sudah karatan, kata temanku itu bisa menimbulkan tetanus, hati-hati kalau naik angkutan itu. walaupun begitu, angkutan itu selalu penuh dengan penumpang. Kabarnya persatuan angkutan pedesaan itu tidak mau mengganti mobil mereka dengan yang baru, meskipun di beri bantuan oleh pemerintah. Orang birayang terkenal keras, makanya pemerintah waktu itu tidak berkutik. Nah ..kata safty, bapaknya dulu punya salah satu angkutan desa itu. Aku ingat ketika dia tertawa-tawa waktu menceritakan itu,dan ketika tertawa matanya akan hilang.

Aku laki-laki biasa, bertubuh standar bagi laki-laki didaerahku. Aku dari keluarga biasa, aku naik sepeda untuk pergi kesekolah, hampir tiga atau empat kilometer keselatan kearah ibu kota kabupaten, yaitu barabai. Kebanyakan waktu aku sekolah dulu anak-anak suka naik sepeda menuju sekolahnya. Itu menyenangkan.

Aku tidak ingat kenapa aku suka dengan dia. Rasa sukaku itu sangat aneh, rasa rindu dan suka, Itu saja yang aku rasakan. Perasaan seperti ini pertama kali kurasakan. Aku penakut, bahkan aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaan kepadanya. Waktu itu aku belum mendengar istilah penembakan, jadi belum terpikirkan untuk menembak. Aku juga tidak mengerti apa itu pacaran, jadi bisa ditebak bahwa waktu itu pendekatanku juga gagal total…

Sepengatuhanku safty itu banyak punya pacar, entahlah siapa-siapa saja pacarnya, mungkin gonta-ganti, aku juga tidak peduli dengan itu, yang pasti aku saat itu suka ma dia. Cinta itu memang mistery. Aku tidak berani bilang bahwa aku suka dengan dia, tapi lambat laun dia tahu juga. kayanya dia tidak marah, mungkin karena dia sudah sering pacaran. Waktu itu dia juga dekat dengan temen sekelasku, seorang dari suku dayak didaerah halong, balangan, dia beragama budha, teman dekat safty tidak menyukai kedekatan safty dengan orang itu. Aku juga tidak suka. Aku tidak tahu apakah mereka pacaran atau tidak. Katanya sih safty kena minyak pelet. Temanku yang orang dayak itu juga tidak menjawab ketika ditanya, bahkan hanya senyum-senyum saja mendengarnya. Tapi waktu itu aku maju terus, maksudnya terus suka, meski hati sempat ciut dan marah, plus cemburu.

Di kelas, Aku duduk dibarisan belakang, sedang safty didepan, biasanya aku melemparkan bola kertas kecil untuk mencandainya, mencari perhatiannya, mula-mula dia cuwek, cemberut, trus marah, tapi lama kelamaan dia tidak marah lagi. Selama beberapa bulan hanya begitu saja, bahkan aku jarang dapat berbicara dengan dia.

Hari-hari rasanya menyenangkan, aku pikir jika tidak sekarang mendapatkannya, suatu hari nati aku pasti mendapatkannya, aku punya rencana nanti di kelas dua targetku adalah menjadikan dia pacarku. karena kami selalu bertemu tiap hari di kelas, rayuanku mungkin akan berhasil suatu saat itu. aku tetap senang mengayuh sepeda tiap hari kesekolah, meski aku tidak mendapatkan dia.

Di Suatu hari, aku terkejut mendengar pembicaraan temen-temenku bahwa safty telah bertunangan dan akan segera menikah, menyusul menikah seperti yuli yang satunya yang sudah terlebih dahulu menikah. Waktu itu tinggal tiga bulan lagi ujian kenaikan kelas. Hatiku seperti bergemuruh gugup mendengarnya, aku tidak percaya, dan sangat takut jika hal itu memang benar. Setiap hari setelah hal itu, aku selalu memikirkan dia lebih dalam, sepertinya aku patah hati, saat itu lah tulisan nama safty aku ukir di dinding kayu rumahku, disebelah ranjangku.

Aku melihat perubahan dengan safty, dia jadi pendiam, tidak selincah dulu lagi. Biasanya dia berjalan dengan mengayun-ayunkan tas-nya, sambil tersenyum, lucu, dengan kerudungnya itu dia mirip doraemon. Tapi sekarang dia hanya diam, dan kadang murung mukanya. Oh iya aku lupa menceritakan bahwa pada saat itu lagi bom kuch-kuch hu tahe..sharukh khan dan kajol….ahh aku jadi ingin nonton film itu lagi…dalam film itu kajol memakai tutup kepala putih yang dipasang melingkar diatas dahi saja, tapi tetap tidak menutupi rambut. Kadang safty memakai penutup rambut seperti,,dia sangat mirip dengan kajol dengan rambut yang sama pula…haha..

 Iya, safty jadi pendiam, jarang bercanda, seolah-olah ada sesuatu yang dipikirkannya, aku jadi lemah akhirnya, semangatku kendur, aku tidak pernah lagi mencandainya dengan melempari dengan bola-bola kertas kecil. Tapi mulai saat itu safty sering melirik dan menatapku.

disuatu kesempatan, aku mendapatkan celah memulai pembicaraan dengan dia.. dan saat itu aku bertanya kepadanya apakah benar dia ingin menikah, dia tidak menjawab, dia memandang ke luar kelas, dan tersenyum tanpa mejawab. Aku bertanya lagi dengan memaksa, lalu dia menjawab ‘tidak’, kemudian aku bertanya tentang cincin dijari manisnya, dia cemberut dan marah lalu menjawab, ‘iya benar, aku mau menikah, calon suamiku orang kaya, dia punya banyak rumah dimana’…dia melototiku tajam, dan kemudian membuang muka..aku jadi ciut, dan diam…hatiku sepertinya hancur mendengarnya..ahh motor saja aku tak punya, mana mungkin dia naik sepeda denganku.

Setelah kejadian itu, dia jarang turun kesekolah tanpa alasan yang jelas, pernah beberapa kali aku melihat dia pulang di bonceng oleh laki-laki, mungkin itu dia calon suaminya ku pikir. aku jadi sedih waktu itu, tapi untungnya aku punya kegiatan. aku membuat tape recorder sendiri, dibantu oleh sepupuku yang baru selesai kuliah tapi pengangguran. Setelah itu aku mulai memutar kaset-kaset lusuh miliknya, kumpulan lagu-lagu indonesia 90an, lagu-lagu rock barat 80-90an, aku juga mulai belajar main gitar untuk membuang waktu, tapi sayang aku tidak pernah bisa jadi pemain gitar yang baik. mungkin gara-gara aku tidak tulus main gitarnya. Saat itu adalah akhir musim hujan, kadang aku menyendiri kebelakang rumahku, melihat deretan pegununga meratus yang mesterius, musim hujan adalah saat terbaik memandang keindahan meratus, aku menikmati hembusan anginnya, dan memikirkan safty.

Akhirnya, setelah beberapa minggu dia jarang turun sekolah,,aku semakin jauh dan patah semangat,,ketika dia turun kesekolah dia hanya diam, tak banyak bicara, aku pun juga begitu… tapi hari itu hari senin, dia turun kesekolah, waktu itu sekitar pukul sepuluh, tidak ada guru diruang kelas kami, dibangku panjang didepan kelas yang menghadap kelapangan basket, saat itu safty duduk disana sendirian melamun, angin berhembus-hembus, aku memberanikan diri untuk mendekatinya dan duduk disampingnya,,,lalu entah datang dari mana keberanian itu, dengan terbata-bata aku mengatakan

safty, aku handak lawan kam’ artinya ‘aku ingin kamu’…penembakan lah istilahnya..

Dia tidak menjawab, tapi tersenyum, lalu memandangku dan tertawa, dia tampak bahagia, dia seperti hidup lagi, dan cepat dia berlari menuju kelas, mengambil tasnya, dan berlari ketempat parkir motornya, dan pergi entah kemana. aku masih duduk di bangku itu, semua kejadiannya begitu cepat. Semenjak itu dia tidak pernah lagi masuk sekolah.. seminggu kemudian datanglah undangan pernikahannya untuk seluruh kelas dan sebuah surat yang ditulisnya untukku. Aku tidak hadir kepernikahannya.

Aku tidak ingat lagi apa isi suratnya,,tapi ada satu kalimat yang selalu kuingat dari isi surat itu

ingat alfi,mencintai tidak harus memiliki’

Baru pertama kali aku dengar kalimat seperti itu, tidak pernah terpikirkan sebelumnya olehku. Bahkan menulis suratpun tidak terpikir olehku. dia memang lebih dewasa dariku saat itu. Tapi aku senang, dia pernah membuatku berani, dan diam-diam dia menungguku dan juga menghargaiku. Itu surat dari wanita pertama yang pernah aku terima.

Aku mendengar suaminya itu adalah anak dari tetangganya sendiri, dan mungkin itu lebih baik bagi dia.

Setelah kejadian itu, semangat sekolahku hilang, diawal ajaran baru akhirnya aku menerima tawaranku untuk sekolah ke madrasah negeri khusus separuh pesantren di martapura, di kota lain. Meski harus mengulang kelas lagi. Mulai saat itu aku tinggal di asrama sekolah itu. Surat darinya selalu kusimpan di dalam dompetku, sayang dompet itu hilang sewaktu aku naik angkutan umum, sepertinya di copet. Kejadian itu memutuskan satu-satunya pengikat kenangan dengannya.

Aku tidak pernah bertemu lagi dengannya selama dua tahun kemudian, sampai suatu hari, di suatu senja, ketika itu didekat sekolahku seperti biasanya ada pengajian rutin yang besar di daerah sekumpul, daerah diaman sekolah dan asramaku berada, ketika itu jalan sedikit macet, sedang aku dan teman-teman sedang berdiri sambil minum teh di warung depan sekolah, beristirahat setelah belajar rutin setiap sore di kelas sore kami, aku seperti tidak percaya ketika sebuah motor berlalu cepat, ada seorang wanita yang duduk membonceng dibelakangnya memalingkan wajahnya dan tersenyum lebar melambaikan tangan menyapaku,,iya itu dia, safty..dengan perutnya yang buncit karena hamil tua,rambut sebahu yang berwarna kemerah-merahan dia memanggilku. Rasanya tidak percaya bahwa itu adalah dia. Bertemu dikota lain. Itulah saat terakhir aku bertemu dia.

Aku tidak tahu dari mana dia tahu sekolahku. kemungkinan besar dia tinggal di dekat sekolahku.

Aku tidak menyangka punya pengalaman seperti itu. Kenapa harus ditinggal kawin begitu cepat. Secuil bahagia pun tak bisa kurasakan. Tapi aku tidak terlalu sedih, aku senang dengan surat yang ku terima, dan lambaian tangannya kepadaku. Aku cepat melupakan dia, mungkin itu adalah cinta setengah monyet. Tidak selamanya patah hati itu adalah bencana.

Allah telah mengaturnya dengan hebat, karena dialah aku bisa sekolah ke sekolah yang baru, menembusi dunia baru dan menemukan jalan yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya, bahkan membayangkannya saja tidak pernah. itulah awal aku menjadi seperti saat ini. Seandainya aku masih sekolah di kotaku dulu, mungkin aku tidak menulis blog saat ini.

kenangan bisa menimbulkan sebuah gairah. Aku tidak terjebak dengan masa lalu. Tapi masa lalu bisa memberi arti. Masa lalu juga merupakan ujian bagi kita, apakah kita bisa menjadi lebih dewasa karenanya, masa lalu adalah pelajaran.

Sebuah Tulisan bisa menimbulkan beribu makna. Membaca adalah salah satu kenikmatan dalam hidup, seperti kita menyantap puisi-puisi di meja makan. Seperti gadis-gadis cantik yang dengan tulus menyerahkan dirinya untuk kita miliki.

Tapi masa lalu tetaplah masa lalu.

Seandainya ditanya apakah aku ingin mengulang lagi masa-masa bersama safty agar bisa mendapatkannya, aku akan menjawab tidak, karena apa yang telah terjadi saat itu telah membuatku menjadi lebih baik, dan aku tidak ingin mengubahnya.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Responses

  1. saya undang anda untuk bergabung bersama komunitas blogger kalsel ‘kayuhbaimbai’ (http://kayuhbaimbai.org) atau (http//aruhblogger.com). Hubungi saya di 085251534313/7718393 mari kita dukung pelaksanaa ARUH BLOGGER 2009.
    Mohon diberikan data dingsanak2 kalsel yag punya blog, dan mohon infokan event besar ini

    Salam Blogger

    chandra


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: