Posted by: alfigenk | May 30, 2009

kambing

senyum-kambingBeberapa hari yang lalu, dua ekor kambing yang dipelihara saudara sepupu saya di belakang rumah melahirkan, satu ekor melahirkan satu ekor anak kambing, sedangkan kambing yang satunya lagi melahirkan dua ekor anak kambing kembar,tapi sayang saudara kembar kambing ini tidak dapat bertahan hidup, akhirnya yang tertinggal hanya dua ekor kambing dengan masing-masing saru ekor ibu kambing..

Dua ekor anak kambing lucu, kami sekeluarga sering bercanda dengan anak-anak kambing itu, karena mereka jinak, dan terlihat sangat manis.dengan dua warna hitam putih yang bersih membelah perutnya, tapi sayangnya mereka tidak mandi, itu masalahnya………….

Abah saya sangat menyenangi kambing, dari kecil beliau sudah memelihara kambing, kandang kambing yang ada dibelakang rumah itu beliau yang membuatnya dan kadang  beliau sendiri yang membaca kambing itu untuk makan mencari rumput. Dulu abah sudah beberapa kali memelihara kambing, tapi karena tidak punya banyak waktu maka kambing-kambing itu dikarunakan abah ( istilah banjar untuk hewan yang di peliharakan orang lain dengan bagi hasil)… didekat kantor abah di birayang ada satu kandang yang dibuat abah untuk menampung kambing-kambing abah tepat di belakang rumah dinas komandan abah…

Kepercayaan orang banjar jika seorang anak mempunyai pusaran bulat di ramput kepala ada dua maka lebih baik dia diberi peliharaan kambing atau biri-biri, sedangkan jika dia mempunyai satu saja pusaran rambut maka lebih baik dia memelihara sapi atau kerbau, tapi jika pusarannya lebih dari dua dan banyak saya tidak tahu lebih baik mereka memelihara apa…hahaha…

Waktu saya masih SD, saya dibelikan abah satu ekor kambing, karena saya punya dua pusaran rambut tentunya, kambing kepunyaan saya berwarna putih, sehabis pulang sekolah saya dengan girang membawa kambing putih saya untuk memakan rumput, dengan susah payah saya menggiringnya, menarik tali yang diikat digulunya sangat susah, karena tubuh saya juga kecil.

setelah seminggu saya menunggui kambing makan, saya jadi bosan karena tidak bermain dengan teman-teman,  waktu tersita untuk kambing. Maka hari itu saya putuskan untuk mengembalikan kambing itu ke kandangnya, meski kelihatannya dia belum kenyang, perutnya masih kempis. ternyata kambing itu tidak mau dan mencoba melawan, karena saya punya tali dilehernya dia pastinya tidak bisa terlalu melawannya saya, tapi tetap saja susah, karena setiap kali kambing itu melihat rumput-rumput selalu saja dia ingin lari menuju rumput-rumput itu, tapi saya juga tidak mau kalah, sekuat tenaga saya tak mau mengalah, dalam tarik menarik ini kambing itu tiba-tiba mendekat kepada saya dan menendang kaki saya tepat dibekas luka yang ada dikaki saya, luka besar hasil dari terjepit ban sepeda, saya langsung melepas tali kambing dan berlari sambil menangis keras menuju rumah, luka saya sebenarnya sudah hampir sembuh, tapi gara-gara tendangan kambing ini lukanya jadi berdarah lagi…sampai saat ini bekas lukanya masih terlihat besar. Saya piker kambing itu memang sengaja menendang luka dikaki saya…….

Tidak lama setelah itu , kambing itu di jual abah, dan selamat tinggal kambing putih saya…………………………………………..

Tapi saya tetap suka dengan kambing………………………………………………………

Saya suka makan daging kambing,  dan saya sudah dua  kali menyembelih kambing untuk korban……………….

Advertisements

Responses

  1. siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiippppp……….haahhahahaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: