Posted by: alfigenk | June 1, 2010

GADIS BARABAIKU DAN KENANGAN SEKOLAHKU

Gadisku…..

aku akan mengatakannya…dan aku ingin mengatakannya

Ini tentang malam-malam sunyiku, ini tentang kerasnya hatiku, ini tentang semangatku.. ini adalah tentang kesabaranku, aku mencarinya dalam susahnya untuk melemahkan hati… aku menikmatinya dalam memegang kuat apa yang aku cari, dalam ejekan dan cercaan, dalam godaan yang membuatku jatuh bangun…dalam kesendirian yang begitu lama…

Aku hanya menginginkan gadis barabai, hanya itu, bertahun-tahun, hanya ini…gadis barabai yang bisa meluluhkan hatiku dengan perangainya, kecantikannya, suara lembutnya, bahasanya, aku ingin mendengarnya disetiap pagiku, aku ingin berbincang dengannya di siang hariku, aku ingin  mendengar ceritanya dimalamku, dan aku akan mendengarkan keluhannya sebelum aku tidur, aku mnyentuhnya dan memandanginya…aku ingin hal ini menemaniku seumur hidupku..hidup dengannya selamanya…

Saat ini aku menemukannya, berhasil untuk jatuh hati padanya…

Bertahun-tahun aku menolak banyak hati, membingungkan banyak orang , aku menjalani banyak kebimbangan..aku mengabaikan banyak kesempatan..aku membuang banyak waktu hanya untuk menanti hal ini…ini lah rahasiaku, rahasia yang aku simpan…

Aku menemukannya tapi aku tak dapat memilikinya…

Ini sungguh meluluh lantakkan segalanya….

aku ingin pergi ke medan perang, berharap mati dengan pedasnya peluru-peluru dan sengitnya ledakan….

dulu, hal paling tidak aku mengerti saat itu adalah aku berkeras hati memasuki sekolah itu, aku lulus test, bersama teman-teman baru dari berbagai daerah dikalimntan, aku ketakutan dimalam-malam awal, menjalani hari-hari melelahkan, tidurku hanya lima jam sehari, waktu istirahat yang sedikit sekali,  disiplin yang keras, bayangkan kita hidup dalam sebuah asrama tanpa pagar tapi dengan jabwal belajar sangat padat dan penuh,hampir-hampir tidak ada waktu istirahat dan santai,  pelajaran dengan bacaan dan bahasa yang tidak aku mengerti, perdebatan pemikiran yang membingungkan, aku perlu satu tahun untuk menyesuaikan diri untuk dapat tidur lima jam sehari,,perlu waktu dua tahun untuk dapat membaca sedikit demi sedikit bahasa arab gundul dengan belajar sendiri. Aku perlu tiga tahun untuk menyadari bahwa menjalani waktu belajar wajib selama lima belas jam sehari dikelas dari senin sampai minggu masih belum cukup untuk memahami semuanya dan memenuhi rasa ingin tahu..

aku masih ingat ketika aku terbiasa mencuci pakaian di tengah malam, dan melihat hantu terbang di depanku, aku hanya tertawa melihatnya terbang, itu hantu yang lucu,,,aku masih ingat ketika kami harus bangun di subuh buta, untuk sembahyang subuh berjamaah setiap hari dengan absent, selalu uring-uringan ke mushala dan berebut mengisi absent, aku masih ingat ketika setiap hari setelah keluar mushala dipagi hari kami hanya diberi waktu empat puluh lima menit untuk antre mandi, antre makan, antre setikra pakaian, dan kemudian berbaris rapi dimuka asrama sebelum masuk kelas, itu sungguh melelahkan..kami mempunyai hampir 24 absent dalam sehari dari waktu subuh sampai jam sepuluh malam, dari hari senin sampai hari minggu, dengan ancaman hukuman apabila melanggar…

aku masih ingat ketika aku di skorsing gara-gara membolos untuk tidur diasrama, namaku dipanggil keras-keras didepan anak-anak MAN 2  ‘ alfi HST..alfi HST alfi HST dipanggil ke kantor’..aku sungguh malu, dan orang lain pun tahu aku orang barabai..

aku masih ingat ketika kami dihukum kepala sekolah gara-gara tidak sembahyang, atau dipukuli kakak kelas sebagai hukuman karena tidak berbahasa arab di asrama, aku masih ingat ketika kami dihukum lari keliling lapangan,mencangkul rumput, atau sembahyang dilapangan karena membolos dan melanggar aturan, aku masih ingat ketika setiap malam harus berdebat tentang pelajaran dan pemikiran, aku masih ingat selama tiga tahun aku hanya punya buku satu buku catatan, aku masih ingat pelajaran kami dikelas regular pagi dan siang hanya diskusi selama tiga tahun sekolah, selalu cek-sok, aku masih ingat kami selalu punya cara asyik menyikapi pelajaran dikelas sore yang wajib kami ikuti, atau dikelas malam yang juga harus wajib diikuti, muhadarah subuh yang selalu mengasyikkan secara bergiliran belajar dan membahas kitab kuning dimushala,  aku masih ingat hal saat muhadrah sehabis magrib yang membosankan tapi harus wajib diikuti, aku masih ketika belajar silat saat tengah malam dimalam minggu, aku masih ingat kami adalah anak-anak nakal dan pemberontak dengan gaya pakaian sembarangan ketika belajar kitab kuning sedang guru-guru kami adalah tuan-tuan guru tua yang sangat dihormati dimartapura. Aku masih ingat begitu menyenangkannya kami ketika menerima beasiswa subsidi kami setiap enam bulan sekali,

aku masih ingat gadis-gadis MAN 2 yang selalu mengejar-ngejar kami, aku masih ingat kami selalu juara dalam lomba cerdas cermat, pidato, dan menggambar sekabupaten banjar dan kota banjarbaru, dan provinsi..aku masih ingat kami adalah orang-orang yang suka berkelahi, kami diserang anak-anak STM banjarbaru dan martapura, sedang jumlah kami tidak sampai seratus orang…

aku masih ingat kami adalah adalah anak-anak angkuh dengan jiwa menantang untuk menuntut ilmu, terus dan terus,,.tidak sekali mendebat guru-guru, tapi tetap dengan penuh rasa hormat yang tinggi..

bahkan kami sering membuat menangis guru yang tidak siap dengan mendebatnya dalam pelajaran, kami adalah anak-anak yang dipersiapkan menjadi kritis, aku masih ingat pelajaran kami adalah dasar-dasar agama murni dengan toleransi tinggi terhadap perbedaan pendapat, ini adalah hal yang sangat tabu bagi sekolah agama lain..

kami meminta maaf kepada gadis-gadis MAN 2 karena kami selalu mencuweki kalian, kamu bukantak suka, kami hanya anak-anak remaja yang harus menjaga sikap dan pemalu,tapi sebagian dari kami telah menjadi kekasih-kekasih kalian,dan sebagian dari kalian telah menjadi istri-istri kami..kami meminta maaf karena sering memukul anak-anak laki-laki MAN 2, kami penuh tekanan dan keseriusan dalam pelajaran,sehingga kami tidak senang diganggu dan kadang mengganggu, tapi sebagian dari kalian adalah telah menjadi teman kami yang paling baik….dengan siswa-siswi MAN 2 lah kami bisa menlani masa fuberitas remaja kami dengan baik, kalian adalah penyeimbang dalam psikologi kami yang ditekan oleh kegiatan sekolah yang padat, terima kasih teman-teman MAN 2..

kami meminta maaf kepada guru-guru MAN 2, karena kami sering melawan kalian, tidak menghormati kalian, sering membuat kalian menangis ketika mengajari kami, bahkan ada yang berani ingin memukul kalian, kami telah merobek-robek jok sepeda motor kalian, tidak pernah patuh dan membangkang, terima kasih para guru-guru MAN 2 yang menjadi bagian dari pendidikan kami, tanpa kesediaan kalian, kami tidak akan ada..

kami adalah murid-murid kecil yang kritis kepada Almarhum Tuan Guru Zaini Gani (Guru Izai), ulama besar kalimantan, meski sekolah kami ada di lingkungan Sekumpul Martapura, kami berani berbeda secara terang-terang denganmu wahai guru kami, sedangkan umur kami belum genap tujuh belas tahun. Tapi kami tahu engaku selalu memantau dan menyayangi kami.

Kami masih ingat guru-guru kami yang ikhlas mendidik kami, kami masih ingat Tuan guru H.Salman martapura, yang selalu meluangkan waktu untuk mengajar kami disela-sela kesibukan beliau dan sakit yang menerpa beliau,…kami masih ingat Tuan Guru H. Husaini dari cempaka, apabila beliau tidak ada sepeda motor, maka beliau akan naik ojek dari cempaka ke Martapura, atau naik taksi dan berjalan kaki sejauh dua kilometer bulak balik dari depan dari  jalan pendidikan hanya untuk mengajar kami, kami tahu beliau Tuan Guru dan jagoan yang paling dihormati di cempaka banjarbaru, beliau sering bercerita telah menampar muridnya yang membolos disekolah beliau di cempaka,tapi kami tak peduli,kami sering membolos, dan beliau tak pernah marah dan selalu menyayangi kami,,,kami masih ingat Tuan Guru Anang Antung martapura, yang selalu duduk disamping guru sekumpul, meski sudah tua, beliau masih mau naik sepeda ontel puluhan kilometer malam-malam hanya untuk mengajar kami, sedang kami masih suka pakai celana jeans ketika beliau mengaja,,,kami masih ingat dengan Tuan Guru H. Ibramsyah Martapura, yang walau bagaimana pun selalu saja meluangkan waktu untuk kami, meski selalu sibuk mengajar di darussala, terkadang beliau menangis ketika bercerita kepada kami, beliau sungguh menyayangi kami, kami masih ingat bapak Jarkasyi Hasby Lc, ulama besar banjarbaru yang selalu datang mengajar meski beliau pemimpin pondok pesantren darul hijrah di cindau alus, kami sering membolos dengan terang-terangan, ,,kami masih ingat dengan bapak Drs. Khairudin Lc, yang lucu dan sangat pintar dan selalu memberi kami semangat, beliau menempuh jarak hampir 60 bulak balik dari rumah beliau di danau salak ke sekolah kami..kami masih ingat dengan bapak juhdi, yang semangat mengajari kami, danmemberi kami tenaga dalam,,,kami masih ingat abah dan pengasuh kami diasrama, bapak Drs.mursydi KH, yang penyabar dan rajin mengajar kami dikelas dan dimushala disetiap subuh tanpa pernah absent , abah dan pengasuh kami bapak Ishak Dullah, yang selalu menyenangkan,,,kami masih ingat bapak Irwan Muhamamad Ali Lc, yang selalu bersemangat dan pintar, kami begitu senang melihat begitu bahagia dan mesra ketika baru menikah dengan gadis Malaysia…serta yang tidak akan pernah terlupakan Abah dan pengasuh kami, kepala sekolah kami, Almarhum Abdul Gani Lc, didikan setengah militer dari beliau, disiplin tinggi, dan ajaran Ushul Fiqh yang terbuka, beliau akan senang jika kami mendebat beliau, kami akan langsung bangun ketika mendengar beliau azhan di waktu subuh atau ashar, dan beliau tidak akan segan-segan menghukum kami..kami akann berterima kasih dengan ibu gain, istri pa gani, yagn selalu menjaga kami dengan keras ketika pa gani sakit,,

Kami berterima kasih kepada pa Amin dan Ibu, yagn telah menjadi catering makan kami yang makanannya selalu paling enak dan selalu enak dengan nasi sop dan ayam panggangnya….kami meminta maaf atas kelakuan kami dan berterima kasih atas kesabaran kalian kepada kami untuk memberikan ilmu-ilmu dan membimbing kami, lihat kami,murid-murid mu wahai guru-guru kami,,kami adalah salah satu kelompok anak muda yang paling dikagumi dan ditakuti, serta paling berpotensi di kalimantan ini, sedang jumlah kami kurang lebih hanya lima ratus orang dari enam belas angkatan yang ada …kami adalah murid-muridmu..

Dan kami akan selalu ingat kepada bibi warung tempat kami makan dan berhutang makan…

Kami akan selalu ingat kepada Almarhum mama duan yang meninggal karena tumor otak, beliau selalu menyayangi kami dengan memberi hutang diwarung beliau, tempat kami nongkrong, bahkan berhutang uang untuk pulang kampung….

aku masih ingat ketika kami tidak menyadari bahwa kami berada disalah satu sekolah paling prestisius yang ada dikalimantan… tidak ada kesombongan dri kami, yagn ada hanya tanggung jawab…terima kasih Guru-guru kami, semoga amal kalian dalam memberikan ilmu dan kesabaran membimbing kami akan menjadi amal jariah di sisi Allah SWT.

Semoga kami akan selalu bersemangat…

kami adalah anak-anak dari Madrasah Aliyah Progam Khusus di martapura kalsel, sekolah negeri khusus dibawah Kementrian Agama yang sudah ditutup.

‘Tulisan ini dipersembahkan untuk gadis cantik ditempat pembuatan KTP, dan Reuni MAPK yang tidak bisa saya hadiri’ 1 juni 2010…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: