Posted by: alfigenk | June 21, 2010

DI SITU ADA CELAH

Tentu saja ini akan mnejadi pertanyaan, saya tidak menyenangi sesuatu yang tidak mesti kita ragukan, ketika semua itu menjadi hitam dan putih, saya menginginkan warna lain agar tidak ada yang perlu dipertentangkan, bahwa mungkin disitu ada celah yang bisa kita lalui dari pada hanya pecah dalam tembok yang menjadi batas kaku.
Langit cerah dimalam hari setelah hujan yang dingin akan memberikan kita sedikit kesempatan untuk mengagumi dan memikirkan sedikit cara untuk menembus batas-batas itu.
Kita mungkin terlalu asyik dalam menyentuh hari dengan rasa tidak akan ada yang bisa menghancurkan keadaan yang buruk ini, kita menikmati kepesimisan kita sendiri, karena kita selalu gagal untuk berbuat, bahkan sebelum memulai.
Seratus tahun yang lalu, kita melihat kesibukan luar biasa dari masyarakat yang merangkak maju dan memenangi dunia ini, mereka memulainya beberapa abad sebelumnya tanpa pernah berhenti, mereka membawa semangat tinggi dan kerendahatian namun penuh ambisi untuk tidak puas memberikan yang terbaik, Masyarakat Barat telah mendapatkan hasil dari kerja keras mereka. Kita, dalam batas tertentu memang seharusnya bisa menjadikan ini sebagai sesuatu yang patut ditiru, para Cendikia sebagai pusat-pusat pikir dan pencerahan dalam masyarakat sebaiknya menyadari akan hal ini, kita dapat melihat kegagalan kita selama ini sebagai memang dari kegagalan kita dalam menyatukan diri, atau paling tidak kegagalan kita sebagai para intelektual untuk mau meluangkan waktu untuk duduk bersama dalam pembicaraan, adalah sangat lucu kita mempunyai harapan tinggi pada masyarakat untuk bisa lebih baik, ketika para intelektualnya tidak dapat duduk bersama membicarakan segala hal, ini lucu dan patut ditertawakan sebagai kesombongan intelektual yang memalukan atau bisa jadi kebodohan yang sebenarnya.
Saya ingin mengatakan, kita boleh untuk memberikan senyuman sinis lagi, tapi itu akan sungguh akan membuat kita terlambat lagi untuk memulai. Mengasyikan memang bermain dalam wacana dan menyenangkan tertawa dan mengagumi dari padanya. Tapi terlalu berlindung dari hujan tak akan membuat kita merasakan betapa mengasyikkannya basah dalam deras hujan itu, dan terkadang suara gelegar petir akan membuat kita semakin tertantang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: