Posted by: alfigenk | June 25, 2010

lia Ulfatul Ulya (Versi 2)

”Aku tetap tak bisa menahan diri untuk sekedar bertemu,

biarpun tak saling sapa,cukup dia tahu aku ada disini,cukup dia tersenyum padaku,

aku akan tersenyum sangat manis padanya,aku akan bahagia,aku akan hidup”.

Sungguh terlalu dia meninggalkan aku, dua tahun yang lalu dia pergi jauh untuk belajar, aku tak mengerti mengapa. Aku hanya diam tidak menjawab, ketika dia menyatakan cintanya dan mengharapkan aku jadi miliknya.Tiga tahun sebelum itu, pertama kali kami bertemu, aku dan dia masih anak-anak yang mulai menjadi remaja, aku memandang tajam matanya, aku suka dengan perilakuku padanya, hanya memandang mata, sayang dia tidak pernah menatapku, aku kecewa, tapi aku senang dia selalu berusaha mendekatiku.

Apa yang dia lakukan dua tahun ini, aku tak tahu, tapi aku tahu, dia tahu apa yang aku lakukan dua tahun ini, tapi aku juga bisa menerka tahu,  bisa jadi dia berubah seperti apa yang aku lakukan. Dia tidak terlalu jelek untuk membuat hati para wanita berdetak-detak, aku akan marah jika dia seperti aku. Kulit putihnya, mata sipitnya, senyum sederhananya, sikap dinginnya, itu adalah untukku, tidak boleh ada gadis lain mendapatkan lirikan matanya., aku akan tidak senang dengan gadis tersebut. Kata orang aku cantik, kata mamaku aku cantik, dia mengatakan aku cantik, sangat cantik. Kalau begitu aku akan marah bila dia dengan gadis lain, dia tak akan mendapatkan senyumku lagi

******

Bukan salahku, tapi sepupuku yang mengajak teman-temannya kepadaku, satu untuk menjadi pacarnya dan satunya lagi ingin dijadikannya pacarku, temannya itu suka padaku.

Dia pasti marah besar bila aku dengan orang lain, meski kami belum jadian, namun dia adalah kekasih hatiku, sepupuku pintar membuat aku menerima temannya. tapi dia adalah hatiku.

******

Lama sekali dia pergi, aku rindu, aku dengar kabar burung bahwa dia banyak mempunyai bunga-bunga, berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain, aku sedih mendengarnya, namun burung-burung itu malah sering membawa kabar seperti itu, senang mungkin burung-burung itu menyanyi dengan suara yang menyakitkan hatiku, pikirku burung itu jahat, aku sedih.

*****

Suatu hari di tahun yang lalu dia datang, aku marah tapi senang, tapi aku sedih lagi, dia tak seperti dulu lagi, tak datang padaku lagi, tak menemui aku lagi, tak mengajakku lagi, ku coba memberi isyarat rinduku padanya, namun dia tetap tak datang, aku sedih, mungkin kabar burung itu benar, dia tak sayang lagi denganku, dia tak cinta lagi denganku, dia kelihatan selalu murung, dia sedih, sama seperti aku mungkin dia juga sedih.

Hanya sebentar dia datang dan dia pergi lagi, aku kecewa, sedih..

Sebelum dia pergi dua tahun yagn lalu dia pernah menemuiku, kami bertengkar, dia pergi, dua tahun aku menunggunya untuk kembali menemuiku disini, akhirnya dia ada dihadapanku, Dia datang..

“ aku minta maaf, atas semua salahku” katanya tersenyum.

“ tak ada salah, tak ada yang perlu di maafkan” kataku sambil menunduk dan menahan senang.

“aku masih mencintai kamu, aku sayang kamu” sambil menatapku.

Aku hanya teersenyum dalam, hatiku pun tersenyum sangat dalm, bahagia yagn selalu ku nantikan,aku sungguh haus selama ini, dia akhirnya memberikan air yang menyejukkan.

Aku hanya tersenyum, tapi tak menjawab, aku pandang matanya, dia pandang tajam mataku, tak pernah dia seperti ini, aku kalah.

“ hanya sendiri dalam kesunyian di keramaian, hari-hari yang dijalani begitu melelahkan, jiwaku ada disini, hatiku ada pada hatimu, kemanapun aku pergi, mencoba merindukanmu. akhirnya, kupikir buat apa aku menghindar, aku akan tetap kalah tanpa bertarung, hari ini akau inign bertarung, mengambil dirimu kembali, menjadi milikku” katanya sambil tertunduk lemah.

Aku hanaya diam, aku tak mengerti apa yang dia bicarakan, aku juga tak mengerti kenapa aku hanya bisa diam bila ada dekat dirinya, sedangkan apabila jauh aku selalu ingin bisa berbicara banyak dengannya, mungkin juga adi begitu. tapi sebenarnya aku ingin dia yang bicara, merayuku, mencandaiku, terus berusaha untuk berbicara, aku senang dengna itu, atau mungkin dia harus menarik tanganku lalu memelukku, aku akan berpura-pura melawan dan kemudian menyerah menikmati pelukannya, “ Janganlah kamu diam, bicaralah!, buatlah aku milikmu !” gumamaku dalam hatiku.

“Kita berdua adalah orang-orang yang kalah, lihatlah mereka tertawa-tawa, sedangkan kamu telah menjadi milik mereka, mau kah kamu menjadi milikku lagi? aku sungguh mencintaimu, aku tahu seperti juga kemarin, kamu tak kan mau menjawab,hanya diam dalam senyuman, aku butuh jawaban untuk menyakinkan hatiku, apakah aku tidak menyakinkan untukmu? Apa yang kamu ragukan lagi, ini aku hanya milikmu seorang, ini aku ada dihadapunmu”  matanya menjadi keruh.

“semoga kamu bahagia!” sambil mengusap air matanya dengan jari tangannya, dia berpaling, meninggalkanku, wajahnya begitu manis.

Aku memandangnya dengan sendu.

“ lia, cepat masuk” mamaku memanggil

Aku datang, dan duduk di samping mamaku. beliau memandangku kasihan, aku tersenyum padanya, aku tahu mamaku tahu tahu aku sedih…seperti sebelumnya dia mengecewakan aku lagi,,aku ingin menangis dihadapan mamaku..tapi aku tahan..

“bukan salahmu dan bukan pula salah dia,dunia sekarang ini terlalu kejam,hingga cinta pun tak berarti untuk di ungkapkan.dia tidak penakut lagi, lihatlah dia berusaha terus meski tahu dia sudah kalah,mengertikah kamu?.di apun tahu perasaanmu terhadapnya, makanya dia datang,takingindia lihat kamu sedih, hari ini dia sudah jadi milikmu” lirih mamaku berkata.

Aku tersenyum, air mataku jatuh, mamaku membelai rambutku lalau berkata “ tapi kamu telah memilih orang lain”

Aku terkejut, aku sadar, aku tak percaya, air mataku semakin keluar, aku berlari keluar mengejar dia, tapi dia sudah jauh disana..

Aku hanya menangis dalam menyesal, maafkan aku tak sadar telah menerima lamarannya, dua hari lagi aku akan disandingkan, maafkan aku, ternyata aku begitu menyakiti diriku sendiri, tapi kamu adalah hatiku, kamu adalah cintaku, aku ingin jadi milikmu.

Advertisements

Responses

  1. puitiiiiissssssss banget….

  2. emmh

  3. i like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: