Posted by: alfigenk | September 6, 2010

laporan untuk Tuan

Tuan, saya menulis laporan ini setelah selama tiga bulan berada didaerah ini,, tuan, daerah ini sungguh sejuk, dengan matahari penuh setiap tahunnya..pegunungan meratus dari bagian tertinggi berada dibawah pemerintahan daerah ini, berada disebelah timur yang menurun sampai menjadi rawa-rawa menuju ke barat..membawa angin sejuk itu disetiap musimnya,,tuan didaerah ini terdapat banyak pohon-pohon rindang yang warnanya sangat hijau, keadaan yang jarang ditemui didaerah tetangganya.,air sangat melimpah,,dua buah sungai utama yang sangat terkenal, dan aliran anak-anak sungai yang sebagian besar hampir mati, .memandangi pegunungan hijau itu sangat menyenangkan, pemandangan bersih akan terlihat ketika sehabis hujan..daerah ini banyak mempunyai persawahan dimana padi penghasil beras itu ditanam,,seperti pedesaan dipulau jawa, hanya didaerah ini kita bisa menemui suasana persawahan yang menyegarkan mata memandangnya, dan keindahan alamnya, meski keadaan itu tidak serapi di pulau jawa dan sumatera ,saya menduga bahwa masyarakat dan pemerintahnya tidak memahami masalah keindahan…persawahan ini sungguh luas dan hampir bisa ditemui diseluruh kedaerahan ini, dibeberapa wilayah, masih terdapat irigasi-irigasi tua peninggalan pemerintah colonial yang masih berfungsi untuk membantu para petani dalam mengairi sawah-sawahnya, sehingga ada yang dapat bertani dua kali setiap tahunnya,,beberapa irigasi yang dibuat pemerintah sekarang terlihat cepat rusak dan tidak berfungsi,,

Tuan, sengaja saya menahan diri untuk menuliskan laporan kepada tuan selama beberapa waktu, saya ingin memberikan beberapa gambaran terbaik yang mana saya harus sabar dalam meniliti dan membuat hipotesa meski tidak komprehensif. Sebelum datang kedaerah ini, saya sudah membaca dokumen-dokumen tua dan laporan tentang daerah ini dari pemerintah colonial di perpustakan di denhag, tidak banyak yang dapat saya dapatkan, hanya sedikit tentang operasi militer perang banjar hingga permulaan abad 20 dan beberapa kasus criminal termasul beberapa catatan dari sarjana-sarjana hukum adat pribumi..

Daerah ini merupakan yang dulu jaman colonial disebut dengan nama banua lima, nama yang juga digunakan oleh kerajaan banjar, satu-satunya tanah yang masih dipertahankan oleh para sultan banjar sebagai wilayah traditional mereka dan asal usul kerajaan dan nenek moyang mereka. Wilayah kerajaan banjar yang sangat luas itu sebagian diberikan kepada pemerintah colonial sebagai konsensi bantuan militer atas pertikaaian internal kesultanan banjar sendiri. Setelah mereka merdeka mereka memecahnya menjadi liam buah distrik, ibukotanya sendiri sebagian dibangun oleh pemerintah colonial dengan tata kota yang sangat khas netherland.

Penduduk daerah ini hampir 300 ribu orang, salah satu daerah populasi terbesar diprovinsi selatan Kalimantan, desa-desanya penuh sawah-sawah dan banyak tersebar, rumah-rumah mereka berjejer di pinggir-pinggir jalan yang sebagain besar dari jalan itu berkwalitas sangat baik, rumah-rumah mereka terlihat bagus sebagian terbuat dari semen yang lebih murah dari kayu, kayu begitu susah didapat dan berharga mahal, kemudian masyarakan menganggap bahwa membangun rumah dari semen akan terlihat mewah, meski secara arsitektur saya melihat rumah-rumah itu tidak bagus, mereka telah meninggalkan sangat jauh dari bentuk asal bentuk asal rumah khas daerah mereka dulu, jarang dari mereka mempunyai halaman rumah yang tertata, tapi kita masih bisa meliha beberapa desa yang mana halaman rumahnya tertata rapi dan terlihat bagus..

Anak-anak sungai daerah ini tidak terkelola dengan baik, dibeberapa wilayah saya mendengar bahwa anak-anak sungai yang terkadang sangat panjang itu dahulunya merupakan sarana transportasi mereka, penduduknya mengatakan pernah menemukan  pengayuh jukung (sebutan untuk perahu kecil), anak-anak sungai itu kini semakin menyempet, sebagian hilang dan dangkal dan ditumbuhi tumbungan yang mereka sebut dengan nama rumbia yang secara tidak terkendali ( tumbuhan penghasil sagu dan pakan ternak).

Kita tahu dinegara modoren sungai-sungai selalu dipelihara dengan baik dan menjadi salah satu bagian dari keindahan sebuah daerah.

Tuan selama tiga bulan berinteraksi dengan masyarakat ini, saya tidak mendapatkan hal-hal istemewa, pada dasarnya laporan beberapa antropolog colonial masih bisa kita gunakan dipedesaan mereka, karena tidak banyak yang berubah,  untuk daerah ini mereka lebih ramah, mereka tentu menganggap saya seperti mereka, tidak menyadari saya adalah seorang peneliti, kulit coklat saya sebagai keturunan jawa surename tentu tidak mencurigakan. Untuk daerah ibukota kita harus lebih memahami mereka dan berhati-hati a, mereka tidak kasar, mereka lembut tapi tidak bersopan santun seperti yang kita harapkan, saya melihat orang-orang di ibukota daerah ini lebih sombong tapi dengan cara yang halus, mereka tidak seperti kita yang akan senang dengan tegur sapa dan senyum yang tulus tapi mereka malah tidak suka menjadi orang pertama menegur orang,dan tidak tersenyum, mereka lebih ingin menjadi orang yang dianggap penting dan hebat, bahkan dalam percakapanpun kadang mereka tidak memberi respon yang baik dan sopan, kadang-kadang sifat diam mereka itu adalah pertanda ketidaksopanan dari dalam peradapan kita di eropa. Mereka jarang menghargai dengan baik..cara paling baik menghadapi mereka adalah dengan sering bertemu mereka tapi minim komunikasi oral dan sedikit berlagak dalam materi dan pengalaman, menurut hemat saya itu adalah cara mereka sendiri, dengan begitu kita dengan mudah menundukkan mereka dalam kekaguman dalam diri mereka.

Ekonomi mereka bergerak dari pertanian, perdagangan, pelayan sipil, jasa dan indrustri, mereka merupakan penghasil sayuran terbesar untuk propinsi mereka dan provinsi tetangga mereka, perdagangan mereka menjadi sangat menguntungkan karena daerah mereka dijadikan sentral ekonomi bagi daerah sekitarnya, pelayanan jasa tidak terlalu berkembang, dan pelayanan sipil atau mereka menyebutnya pegawai negeri sipil merupakan pekerjaan yang paling dinikmati, karena seperti jaman colonial mereka merasa bahwa itu mempunyai prestes yang tinggi, pelayan sipil cendrung menjadi biokrasi yang berguna menjalankan mesin pemerintahan apa adanya dan tidak progesif , dan minim tanggung jawab serta SDM dan mental mereka lemah sebagai sebuah unsur Negara yang vital, nama pegawai negeri sipil lebih menjadi ingin dilayani masyarakat, dari pada melayani masyarakat seperti di Negara kita. Praktek korupsi, kolusi dan nepotesmi adalah hal biasa yang dianggap wajar oleh masyarakat, sebagian malah membanggakan hal itu. beberapa orang Baik biasanya disingkirkan dengan baik-baik pula. Sedang indrusti pengolahan tidak terlalu mencolok dan indrustri pengolahan karet merupakan slah satu yang terbaik didunia, perkebunan karet yang dulu subur didaerah ini sekarang sudah berpindah ke daerah tetangga mereka. pertambangan besar tidak diijinkan karena akan sangat mengganggu keadaaan alam meski daerah ini mempunyai cadangan mineral yang banyak seperti emas, biji besi dan batubara.  adalah hal baik dimana daerah-daerah tetangga mereka telah mengeksplotasi daerah tambang mereka habis-habisan, daerah ini seperti sebuah oases yang benar-benar hijau. Indrusti kayu juga masih berjalan untuk kayu-kayu yang diijinkan Negara.

Tuan, disini  saya merasakan betapa menyenangkan dan menantangnya penelitian ini, saya menjadi mengerti betapa para oreintalis jaman dahulu menjadikan masyarakat Timur sebuah objek yang unik, dan keberhalisan pemerintah colonial menundukkan mereka tidak lepas dari begitu tangan-tangan dingin para peneliti antropolog ini.

Masyarakat daerah ini mempunyai tradisi pendidikan yang baik, daerah ini menjadi pusat perlawanan setelah perang dunia kedua kepada pemerintah colonial, banyak dari mereka telah berhasil menjadi orang-orang penting dalam pemerintahan daerah, provinsi dan nasional Negara ini, masyarakat mereka juga terkenal suka merantau, mereka seprtinya mempunyai sesuatu yang berbeda dalam memandang pentingnya pendidikan dari pada daerah lain.

Dalam hal seni dan budaya, mereka sungguh lemah, saya bisa memastikan bahwa orang-orang prancis tidak akan mau datang kesini karean tidak ada yang menarik dalam seni dan budaya mereka, tapi dari beberapa pembicaran saya mendapati dahulu senidan budaya berkembang pesat namun secara drastic seolah menghilang secara masal, analisis saya sangat sederhana dalam hal ini, in disebabkan karena SDM yang lemah, pendidikan seni dan budaya yang bagus dan aka berguna ketika masyakatanya tidak paham dan tidak dapat menikmati seni tersebut, hal ini terjadi didaerah ini. Karakter masyarakat mereka labil dan sepertinya semakin menuju kearah pengikut kapitalisme global yang rakus itu. hal ini dapat saya rasakan selain karena sudah anugerah alam yang memang indah, pemerintah dan masyarakat hampir tidak pernah mengolah keindahan itu menjadi lebih indah, tidak ada tempat wisata dan rekreasi yang baik bagi masyarakat, sikap pelayanan yang buruk, sarana hiburan massal yang tidak ada, hal ini mejadikan begitu mudahnya orang menyimpulkan bahwa tidak ada yang menarik dari budaya mereka,,hal ini berbanding terbalik dengan daerah-daerah pulau jawa dan bali.

Selain menjadi salah satu bagian penting dalam perang banjar,daerah ini juga rupanya menjadi sebuah daerah pusat pendidikan agama semenjak dahulu, disini terdapat banyak pesantren terkenal dan tokoh-tokoh keislaman, walaupun pamor itu sekarang telah diambil daerah martapura jauh di bagian selatan daerah ini. Tapi regenirasi para ahli agama masih hidup sampai sekarang

Tuan, saya ingin mengatakan bahwa sampai 9 bulan kedepan ketika proyek penelitian saya berakhir, saya rasa akan banyak hal yang akan saya dapatkan, laporan yang lebih terperinci dan ilmiah akan saya susun dengan semangat tinggi, namun saya tetap menjadi sedikit bimbang bahwa jika laporan penelitian ini memang akan sangat berguna sebagai referensi dalam kerjasama ekonomi kita dengan pemerintah Indonesia dan daerah ini namun apakah mereka pemerintah dan masyarakat ini akan mau menyadari kekurangan dan kelebihan mereka, selama seminggu ini saya memulai sebuah penelitian tentang perilaku politik mereka, meski demokrasi yang mereka sepakati adalah demokrasi penuh namun dalam sikap dan karakter mereka masih sangat traditional, moral dan etika politik mereka lemah, sumber daya manusia mereka masih jauh dibawah kita. Kita pasti akan berhadapan dengan masyarakat yang secara kasat mata adalah modern dalam segala hiruk pikuk kapitalisme global yang mereka banggakan tapi tidak mereka sadari, apakah kerjasama kita dengan mereka akan berhasil?.. ….

Saya akan lebih cendrung agar tuan menerjunkan beberapa peneliti lagi dalam waktu yang lebih lama agar penelitian akan terasa lebih comparative dan lebih luas, kita harus lebih memahami meraka sebagai objek dalam tataran antronpologi dan sosiologi, dan saya menyarankan hal ini agar bias yang pasti akan kita hasilkan dari perbedaan kultur yang ada antara mereka dan kita akan dapat ditekan..

Terima kasih tuan,,

Saya akan selalu menunggu nasehat dan arahan tuan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: