Posted by: alfigenk | November 8, 2010

Kisah cinta

Maaf saya terlambat, selamat datang dikampung saya, Jika kita bisa memulainya, saya akan menawarkan hal ini kepada anda, harapan saya bahwa hal ini tidak akan membuat anda menjadi tidak enak hati…

Jika anda merasa bahwa wanita yang anda lihat didepan itu adalah sangat cantik, maka ketahuilah bahwa dia dulu pernah menjadi bagian dari hati saya, kami pernah berbagi hari-hari dalam harapan-harapan indah, mereka menyebutnya itu cinta, dan saya akan dengan senang hati menyetujui hal itu..waktu itu adalah saat-saat seperti ini, matahari cerah, dan pohon-pohon musim hujan dan hijau, saya juga masih ingat bahwa bunga-bunga juga mekar, dan tidak lupa bahwa udara waktu itu begitu segarnya, saya masih merasakannya hingga saat ini. Coba anda lihat sekali lagi, dia sangat cantik bukan?..saya menyukai matanya, karena matanya berbicara lebih banyak dari pada bibirnya…sebenarnya hari itu adalah sama dengan hari ini, ketika orang-orang sibuk menonton sapi-sapi dan kambing-kambing yang disembelih untuk korban hari raya seperti hari ini, saya menaiki vesva butut saya untuk pergi kekampung kakek saya, saat itulah, ketika lewat di depan rumah salah satu keluarganya saya merasai dipandangi oleh seseorang yang sedang berdiri didepan rumah itu, nah, itu lah dia wannita cantik itu, itulah saat pertama kali saya melihat dia,. Saya bersekolah dikota lain, ,sedangkan dia juga dari kota lain, ketika liburan lah biasanya kami bertemu, bertemu dikampung ini..

Anda pasti dari kota, saya menebaknya dari cara berbicara anda, dan pakaian anda yang cerah, anda tahu, bahwa dikampung ini dulu berdiri salah satu dari tiga buah sekolah pertama yang didirikan pemerintah Hindia Belanda dikedewenaan daerah ini,cikal bakal kabupaten ini, hampir lebih seratus tahun yang lalu, letaknya tepat di pinggir sungai itu, nenek saya yang menceritakan ini. Pinggiran kecil sungai kecil itu dulu adalah pelabuhan kecil dari perahu-perahu kecil. Coba anda perhatikan lagi, sesungguhnya saya sangat mengenal tingkah laku dan perangai wanita cantik itu, dia lembut, suaranya juga lembut, hampir tak pernah dia berbicara tidak lembut dengan saya, saya merasa dulu dia sangat menyayangi saya,tapi bahkan mungkin sampai sekarang ini. Anda tahu, saat itu umur kami belum lagi sampai 16 tahun dan saya sudah bisa memahami dia, saya tahu gaya dia berjalan, saya tahu arti lirikan matanya, saya mengerti ketika dia merajuk, saya paham ketika dia sedih, ketika dia bercanda, dan ketika dia bimbang, saya masih ingat wajah lucunya ketika dia sakit perut,, dan yang pasti ketika dia merindukan saya.

Iya, itu adalah rumah saya ,itu juga tanah dan rumah warisan untuk mama saya dari nenek saya, nenek saya dari datuk perempuan saya, datuk perempuan saya dari sanggah perempuan saya, dan sanggah perempuan saya dari mamanya lagi. Disana gadis kecil itu adalah keponakan saya, anak dari sepupu perempuan saya, jadi rumah dan tanah itu telah ditinggali tujuh keturunan dari garis perempuan. Para perempuan yang telah melahirkan banyak turunan dikampung ini, rata-rata penduduk kampung ini saling terkait dalam ikatan keluarga dari perempuan, para laki-lakinya entah datang dari mana dan anak-anak laki-lakinya ketika sudah dewasa akan pergi merantau entah kemana. anda pasti mengerti, wanita-wanita disini sungguh terkenal cantik-cantik dari jaman dahulu. Dengan gadis cantik didepan itu, saya juga curiga bahwa saya memang punya ikatan darah entah berapa generasi diatas, kemungkinan itu akan ada.

Dia sangat cantik bukan?..bahwa saya beruntung mendapatkan hatinya adalah sebuah kebenaran, saya tahu betapa banyak laki-laki yang mengejar dia, tapi dia rupanya datang kepada saya, betapa indahnya saat itu, hati saya kadang menjadi luluh ketika mengingat hal itu. Namun kami jarang bertemu, maka saya sering berkirim surat kepadanya, meski dia tidak pernah membalas, tapi dia bilang dia menyimpan surat-surat itu dengan baik.

Saya pernah kekota, mungkin itu juga kota anda, disana masih ada sawah, saya juga melihat ditelevisi bahwa dikota-kota lain juga ada sawah-sawah seperti disini, bertani akan menyehatkan anda dan aroma padi adalah aroma kehidupan yang selalu kami rindu setiap tahunnya ketika musim hujan mulai datang, kami masih bertani, anda lihat sawah-sawah disana, pegunungan tinggi hijau disebelah timur itu adalah pemandangan indah untuk kami melepas lelah ketika disawah, pegunungan itu membawa angin-angin segarnya, dan matahari yang menyengat akan menguatkan kami, pantulan cahayanya terkadang membuat berkilau air-air sawah yang tiada tara indahnya. Anda pasti juga pernah memancing bukan?..disawah dan disungai-sungai kecil itu lah biasanya kami memancing, ketika lelah kami akan memakan buah-buahan yang pohonnya banyak bertebaran di sawah-sawah itu. ikan disini manis-manis rasanya.

Anda lihat, tadi dia wanita cantik itu memandangi saya, jika anda pernah membaca buku tentang psikologi perilaku, maka anda akan mengerti, bahwa dia sedang bahagia saat ini, pupil matanya yang membesar memberikan informasi yang jelas tentang situasi hatinya, hatinya sedang bahagia saat ini, bisa jadi dia bahagia bisa bertemu saya hari ini setelah beberapa tahun tidak bertemu. Dan dia menjadi sangat cantik ketika bahagia…anda boleh mengira saya geer, geer tidak dilarang dalam beberapa hal tertentu.

Sawah-sawah dikampung kami cukup luas, dulu diwaktu saya dan teman-teman saya masih kecil dan musim panen tiba, angin musim kemarau mulai datang, maka mulailah kami membuat layang-layang, bermain laying-layang setiap sore, sebagian dari kami juga pergi mencari ikan-ikan yang terkurung disawah dan sungai-sungai kecil yang mulai mengering. Jika ada waktu sebaiknya anda mencoba menangkap ikan seperti cara kami. Tapi hati-hati disini banyak ular tanah dan belut-belut kecil.

Anda bertanya tentang anak kecil disamping wanita cantik itu?..iya, kadang saya berharap anak itu adalah anak saya dan dia, tapi sayangnya itu bukan, anak kecil itu adalah anak dia dan suaminya..anda mungkin sudah tahu, cinta dan jodoh sering kali tidak bersahabat dengan baik, manusia di uji dengan hal ini, biasanya ujian ini adalah yang terberat dalam hidup, itu pendapat kawan saya, bukan pendapat saya. Kami mempunyai masa krisis setelah dua tahun hubungan baik kami terjalin, masa labil dalam remaja, jaman yang mulai berubah, campur tangan banyak pihak, ada pihak ketiga, pihak ke empat, pihak kelima, bahkan pihak ke tujuh yang mengharu biru hubungan kami sampai keruh, ada orang yang iri, ada orang yang munafik yang juga ikut nimbrung dalam permasalahan kami, anda percaya bukan bahwa dia sangat cantik, dan anda juga mungkin akan mengerti jika ada orang yang tidak senang hati melihat dia yang cantik itu dengan saya yang tidak punya apa-apa. Permasalan kecil akhirnya menjadi besar, ada intrik yang dijalankan, umur kami belum lagi 17 tahun, dan kami masih dalam keegoisan diri. Suatu hari intrik itu membuat kami bertengkar, saya marah, dia pun bingung dan akhirnya dia juga menjadi marah, ketika itu saya memutuskan untuk pergi sekolah ke luar pulau sebagai bentuk kemarahan saya untuk meninggalkan dia, saya melihat dia menangis di malam terakhir kami bertemu. anda tahu siapa pemenangnya?..pemenangnya adalah pihak ketiga yang bekerja sama dengan baik dengan para munafik disekitar kami. Kami berdua adalah orang-orang yang kalah…cerita ini mirip dengan cerita sinetron jaman sekarang..

Rumah dikampung saya ini sudah mulai meniru gaya rumah jaman sekarang, yang dulunya adalah rumah-rumah panggung gaya Banjar besar, itu juga cerita nenek saya. kata mama saya, dulu itu antar tetangga selalu saling menolong, saling memberi api untuk menyalakan dapur, saling memberi garam untuk memasak, saling berbagi jika memasak sayur-mayur, itu sungguh menyenangkan, terasa longgar hidup ini, dikampung selalu gontong royong, tapi sekarang agak berbeda, sekarang agak sedikit individualis, saya teringat lagu Rhoma Irama yang judulnya Ibukota, seperti dikota, sekarang orang-orang dikampungpun sudah mulai nafsi-nafsi, gengsi-gengsi, iri-iri, curiga-curiga, yaa seperti disinetron itu, mungkin orang-orang terlalu banyak nonton sinetron.

Jika saya boleh jujur kepada anda, dan anda juga mau sedikit mendengar, bahwa sebenarnya wanita cantik didepan itu tidak pernah memberikan kepastian terhadap saya tentang hubungan kami sampai saat ini, dulu membuat saya sangat bimbang, dan terkadang marah. Bertahun-tahun saya selalu dirundung gundah. Sampai beberapa tahun yang lalu saya baru bisa memahaminya, saya memikirkan dan menganalisis semuanya dengan seimbang. Memberi ketidakpastian adalah senjata dia untuk selalu mengikat hati saya, meski kemanapun saya pergi, hati saya akan selalu terikat dengannya, kelembuatan wanita bisa jadi adalah keras hatinya dalam bentuk yang lain.

Dulu jepang datang dari arah utara sedikit demi sedikit dengan berjalan kaki atau bersepeda melewati jalan ini, mereka datang dengan damai, tapi kemudian mereka menculik gadis-gadis dan membunuhi para ulama dan pemimpin desa, mereka juga merampas harta-harta berharga penduduk, sehingga penduduk menjadi miskin mendadak selamanya, jaman belanda adalah jaman stabil dan segalanya sesuatunya murah, itu kata nenek saya. Saya tahu anda sedang berlibur ke kampung ini, mungkin anda sedikit sumpek dengan suasana kota, maaf, saya cuman menduga saja, anda jangan tersinggung. Anda juga jangan kawatir, disini juga anda jaringan internet, anda jangan terkejut jika orang-orang yang berada dikampung yang jauh dipegunungan sana pun juga sudah mulai mahir main internet. Apa yang ada di Amerika saat ini kami juga bisa tahu, mungkin lebih cepat kami tahu dari pada anda yang selalu sibuk dikota. Saya tidak tahu apakah kami siap dengan semua dampak positive dan negative dari internet itu.

Saya suka saat wanita cantik didepan itu tersenyum atau ketika dengan lembut dia memanggil nama saya. saya tidak pernah tahu kenapa dulu dia suka dengan saya Saya mengakui bahwa kesalahan terbesar saya adalah tidak memberi ruang luas untuk dia memahami diri saya, posisi saya saat itu adalah dalam masa belajar yang melelahkan, mungkin itu sedikit membuat dia suka tapi juga membuat bingung, dulu saya adalah orang yang sangat pemalu, tidak banyak bicara, dan dia tidak tahu bahwa saya dididik keras dalam sekolah saya, seiring waktu pola pikir dia dan saya mulai berbeda dalam memandang sesuatu. cinta dan harta adalah pertarungan utama pada diri wanita, saya tersingkir karena tidak mempunyai harta sering dianggap wajar, namun kenyataan yang ada memberikan sesuatu yang menyakitkan, bahwa harta tidaklah bisa membeli sebuah kebahagiaan yang kongkret, mereka hanya membentuk kebahagiaan semu dalam persepsi mereka, yang kadang mereka tidak bisa mengerti. Saya balajar banyak dalam hal ini, kami berdua adalah korban dalam persepsi yang salah dalam memandang sesuatu, dan kami menanggungnya seumur hidup kami dalam sesal yang mungkin akan selalu tidak kami mengerti. Kecantikan dan ketampanan seseorang tidak menjamin kebahagiaannya rupanya.

Daerah kami memang terkenal suka berkelahi, laki-laki kami suka membawa pisau dan parang, tapi anda jangan takut, itu dulu, dulu sekali, sekarang kami malu, membawa pisau dan parang membuat kami malu, kami mengganti pisan dan parang itu dengan handphone-handphoe,kata anak-anak itu terlihat lebih keren, kami sekarang adalah orang-orang yang ramah, kami sudah menjual pisau, keris, tombak dan parang keramat kami kepada orang-orang yang mau mengoleksinya, kami suka damai, dan anda pasti sudah merasakan betapa damainya dan ramahnya kampung kami, jika anda melihat beberapa orang yang tidak bersahabat, itu hanya lah adegan mencari muka untuk mendapatkan perhatian lebih, mungkin sama saja lah dengan di kota, selain itu membawa senjata tajam akan ditangkap polisi, perlu jutaan rupiah untuk bebas dari tuntutan.

Anda juga boleh tahu, bahwa saya sudah sangat sering menghindar untuk bertemu wanita cantik didepan itu, dia kadang sering datang kerumah keluarganya di seberang rumah saya yang membuat saya menahan diri untuk keluar rumah. Tapi hari ini saya tidak bisa menghindar lagi. Anda lihat, dia begitu cantik hari ini, seperti sepuluh tahun lalu, ketika kami saling suka mencuri-curi pandang, saya biasa duduk dibawah rambutan itu, dan sering kejatuhan rambutan yang rasanya asam tapi tiba-tiba menjadi manis dimakan ketika melihat dia, saya juga pernah ketajutan sarang burung. Jarang ada orang kejatuhan sarang burung, anda harus catat itu.

Kampung saya ini adalah kampung tua, mesjid itu adalah simbol dan pemersatu kami, umurnya sudah ratusan tahun. Hati-hati lah anda disini, karena sepeda motor disini cepat sekali jalannya, dulu kami hanya naik sepeda, tapi sekarang hampir seluruh penduduk kami naik sepeda yang pakai mesin canggih seperti di iklan ditelivisi. Nenek saya pernah bercerita, mama dari nenek saya masih kecil, bila ingin pergi ke pasar di ibukota kecamatan pergi dengan mobil sejenis mikro mini atau bus kecil, yang disebut taksi sakatip, disebut begitu karena sekali naik kita harus membayar sakatip artinya sepuluh sen, dan pulangnya dengan naik kurita kuda, sejenis kereta kuda atau delman, penumpang duduk di belakang kuda, dan pengemudinya berada dibelakang. Umur nenek saya sekarang sudah hampir seratus tahun dan jika itu terjadi dijaman mama nenek saya maka taksi sudah ada ratusan tahun lalu disini.

Anda mungkin tidak melihat kuda disini, tapi dulu ketika ada karasmin atau pasar malam orang-orang suka melakukan balapan kuda, itu juga kata nenek saya. Begitulah ceritanya, anda boleh percaya atau tidak percaya, itu tidak menjadi masalah bagi saya, anda juga boleh berspekulasi apakah saya bercerita bohong atau tidak, itu juga tidak masalah, tapi lihatnya wanita cantik didepan itu dengan baik, matanya tidak pernah berbohong.

Anda juga boleh melihat ke sebelah barat itu, sinar matahari muncul menyayat-nyayat awan, ini adalah pemandangan khas yang indah dari kampung kami.. Saya sangat senang dengan lagu-lagu Abba, The Bee Gees, Queen, Rollingstone, the beattle, zep japplein, lioner riche, dan masih banyak lagi, saya juga sangat menikmati jazz, itu saya… anda jangan bingung melihat saya, saya menyukai orang yang rendah hati, semoga anda juga begitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: