Posted by: alfigenk | April 7, 2011

laporan untuk Tuan II

Kami berangkat pada pukul 10 tepat, menuju ke utara dengan dataran luas berbukit alang-alang, kebun karet, rumah-rumah itu sangat jarang ditemui, dan dikejauhan saya melihat deretan rapi pohon-pohon kelapa sawit yang luas, dan sedikit demi sedikit menanjak naik kepengunungan, saya duduk dibagian depan mobil, hal ini memberi kesempatan kepada saya melihat pemandangan dalam perjalanan secara bebas, pegunungan meratus di sebelah kanan adalah favorit saya dalam satu jam perjalanan, saya mengingat-ngigat tentang bagian gunung itu didalam peta yang pernah saya lihat, dan saya menyakini dengan pasti bahwa pegunungan itu adalah tempat tinggal suku dayak manyan yang disebut daerah halong, sekirannya sedikit keselatan dari pegunungan itu kita akan mendapati sebuah perkampungan suku dayak Bukit Pitap, namun kita akan lebih mudah menuju daerah itu dari jalan besar di selatan melalui kota Paringin,saya pernah ke daerah itu sebuelumnya.

Pemandangan menuju perbatasan sangat menyenangkan, banyak pepohonan yang menaungi perjalanan dan kondisi jalan tidak rusak, hutan-hutan sangat lebat kadang masih tersisa-sisa dipinggir jalan, sinar matahari begitu penuh dan menyengat, tapi ini membuat suasananya sangat tropis, dan saya menyenangi pemandangan gunung-gunung tinggi yang hijau yang terletak dihadapan mata saya, satu jam perjalanan kami sampai disebuah ibukota kecamatan, rumah-rumah yang banyak dan pasar yang ramai, disekelilingnya gunung-gunung hijau yang tinggi, dan terasa teduh, kata sopir nama daerah ini adalah Jaro, banyak mobil tua gardan empat yang dijadikan pengangkut kayu dari pegunungan tinggi-tinggi itu, kita akan melihat jalan-jalan meliuk-liuk seprti ular berwarna kuning digunung-gunung itu sebabagi jalan untuk mengambil kayu-kayu itu, daerah ini pernah menajadi surga kayu illegal. Dan sungai-sungai bersih berair jernih adalah nadi daerah ini.

Tuan, tiga puluh menit kemudian, kami merambat naik perlahan, gunung yang tinggi ini disebut dengan gunung halat, bahasa banjar yang berarti batas, perbatasan tepat ada dipuncak, sebuah gunung tinggi dideretan meratus, kemudian kami menyusur turun menuju sebuah lembah luas, dikabupaten Paser ini lah kami merasakan suasanya yang menyenangkan, kami dikelilingi deretan pegunungan Meratus disebelah selatan dan timur yang hijau dan tinggi dimana telinga kami mulai merasakan tekanan udara yang tinggi, disebelah utara dan barat kami memandang gunung-gunung tinggi dan hijau pula dari deretan pegunungan Muller, Muller adalah orang Jerman, pada abad ke sembilan belas menjelajah dengan berani untuk menyeberangi borneo yang misterius dari barat ke timur yang penuh dengan para pencari kepala dari suku-suku dayak dan dia menemukan pegunungan yang akhirnya diberi nama dengan nama dirinya, pada perjalanan kedua untuk menyeberangi boerneo, pemerintah Hindia Belanda mencurigai dia di bunuh atas perintah Sultan Kutai, ketika itu Kalimantan sedang bergejolak dengan perang banjar dan baritonya, menurut kabar, kepala Muller di kayau, dan tengkorak dipecah-pecah dengan bibit sebuah tumbuhan agar terpesah secara alami, dan pecahan kepala itu dijadikan jimat yang sangat berharga dikalangan orang dayak, kepala orang kulit putih waktu itu lebih berharga diatas dari kepala orang Melayu ( Banjar) , dan kepala orang dayak sendiri berada diurutan paling bawah, buku-buku Muller yang penuh dengan fhoto-fhoto asli perjalanan pertamanya adalah buku wajib yang harus di baca oleh orang yang ingin mempelajari borneo.

Tuan, Batu Kajang adalah kota yang indah, saya mengatakan bahwa kota yang dikelilingi oleh dua deretan pegunungan ini adalah salah satu daerah terindah dengan pemandangannya yang ada di Boerneo, saya memberi saran agar melewati daerah ini pada siang hari untuk mendapati pemandangan-pemandangan itu, kami beruntung mendapati awan-awan yang seolah bisa kami jangkau dengan tangan di salah satu puncak-puncak tinggi didaerah ini.Dan tuan, menaiki gunung rambutan yang tinggi iyu kita akan melihat pemandangan indah disebelah timur, dataran rendah rata yang luas, kami menuruninya perlahan dan mendapati dataran itu semakin menuju keutara dan semakin memasuki daerah perkebunan sawit yang luas, dua sampai tiga jam kita akan mendapi daerah rawa pesisir yang khas, kita sudah semakin dekat ke kota minyak Balikpapan.

Tuan, saya telah melakukan perjalanan ke daerah timur pulau Kalimantan, seperti pendapat tuan daerah ini memang indah dengan hutan yang luas, gunung-gunung yang tinggi diperbatasan,, dan sungai-sungai besar yang bersih, perkebunan kelapa sawit yang berjejer, dan pertambangan batu bara, anjungan pengeboran minyak dilepas pantainya membuat saya terhibur memandanginya, meski saya melewati daerah bekas hutan yang sudah gundul. saya menyenangi kota Balikpapan dengan pantai dan kotanya yang bersih, bukit-bukit yang hijau, deretan lampu-lampu kapal besar yang ada. Kota Samarinda adalah kota yang besar dengan sungai Mahakam dan bukit-bukit yang banyak dikotanya, bukit-bukit yang unik dan terpisah-terpisah , saya menikmati kota ini, alirani Mahakam dan mengapresiasi arsitektur Islamic Center yang megah dan bersih, saya bisa melihat beberapa galangan kapal disepanjang mahakam, saya juga ke Tenggarong ibukota Kerajaan Kutai Kertanegara, Kerajaan yang diyakini sebagai yang tertua di Indonesia, saya menikmati museumnya, menyenangi pulau Kumala, deretan tepian makahamnya yang bersih dan indah, serta taman-tamannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: