Posted by: alfigenk | April 14, 2011

laporan Untuk tuan (Tanjung Tabalong)

Tuan…saat ini saya berada di ujung utara kalimantan selatan. Sebuah distrik yang luas, penuh pegunungan dan lahan tambang minyak dan batu-bara.

 

Daerah ini terkenal semenjak dahulu tuan. Dipercaya sebagai sebuah daerah dimana kebudayaan Banjar terbentuk pertama kali dalam tatanegara kerajaan suku-suku dayak. Disinilah letak kerajaan Tanjungpura dipercaya berada. Majapahit menyebutnya sebagai daerah jajahannya setelah ditaklukkan secara paksa.

 

Tuan, apabila tuan bertanya tentang apa yang saya sangat sukai dari daerah ini, saya akan mengatakan yang saya sangat sukai adalah sengatan mataharinya…saya memilih ini dari pada sekian banyak hal-hal lain yang saya sukai …sengatan matahari yang bisa membuat kulit saya semakin terbakar, ini seperti memberikan energi dalam diri saya. daerah ini dalam koordinat sangat dekat dengan garis katulistiwa.

 

Tuan. Saya telah melihat tambang batu bara yang luas, ini mengesankan saya bahwa begitu kayanya daerah ini. Saya juga melihat tambang minyak disana, tambang yang pertama kali dibuka oleh pemerintah colonial, dan telah menjadi salah satu hantaman jepang dalam perang kedua untuk dikuasai.

 

Saya sangat menyukai daerah ini, Tanjung adalah ibukota distrik. Kota yang dibelah oleh sungai tabalong yang panjang dan luas, menembus sampai ke Amuntai dan akhirnya bertemu di sungai Nagara kemudian menembus delta Bahan (marahaban) menyatu ke sungai besar Barito. Tanjung Sudah mulai dipercantik dari sebelumnya, itu yang dikatakan guide saya, seorang pemuda yang saya bertemu dengannnya disebuah tempat makan pinggiran, dia bersedia membawa saya berkeliling disetiap sore sepulalng dia mengajar di sekolah menengah atas setempat, dan sehari penuh di akhir pekan, tentu dengan imbalan yang disepakti.

 

Dengan sedikit pembicaraan yang tidak saya mengerti dengan penjaga pintu gerbanga perusahaan, akhirnya guide saya berhasil membawa saya masuk kedaerah tambang batu-bara, tambang yang luas dan besar, salah satu yang terbesar di negara ini, kemudian dia membawa saya berkeliling ke daerah pertambangan minyak di Murung Pudak, sebuah kecamatan di dekat ibukota, penuh perumahan pekerja yang tertata rapi dengan rumput-rumput hijau dan taman-taman kecil, dia mengatakan bahwa dahulu tambang minyak ini adalah penghasil terbesar untuk kilang minyak di balikpapan. Hampir 300 km diutara, disalurkan dengan melalui pipa menembus pegunugan diutara.

 

Keseokan harinya, dia membawa saya ke utara berkeliling sampai ke barat, saya melihat hamparan pegunungan disebelah timur, pegunugan meratus, jalan yang baik dan lurus lantang, saya menyukai pemandangan ini, kemudian setelah 30 KM. kami sampai ke kecamatan jaro, sangat menarik, bukit-bukit hijau di depan mata, udara yang segar dan angin sepoi-sepoi, saya menikmati udaranya, aromanya, dana sinar matahari yang indah dengan langit yang biru, sungai dengan arung dan bebatuan yang menyegarkan. Daerah ini dihuni oleh orang-orang banjar dan suku dayak dusun, mereka berkulit putih, mata bulat dan agak sipit, bertubuh sedang menurut ukuran daerah ini. Kami menuju ke barat ke kecamtan Haruai , ke kecamatan Bintang Ara, penduduknya sama seperti di jaro, namun disini kami menemui kebun karet yang luas, yang menaungi jalan-jalan, ohh ini menyenangkan Tuan, kita seperti berjalan di daerah hutan pinus di utara Eropa. Ini membuat saya rindu akan rumah.

 

Tuan. Saya sengaja tidak banyak berinteraksi dengan penduduk setempat, saya mengubah rencana saya semula ketika sampai kedaerah ini, setelah merasakan kerinduan saya akan keluarga dan rumah. Daerah ini berada di daerah tinggi sehingga kita bisa menyaksikan lanskap langit yang luas dan cerah, dimalam hari penuh bintang, dan kadang rembulan yang sempurna sungguh membuat romansa hati saya ini. Saya menikmatinya tuan

 

Diakhir pekan, guide saya membawa saya kedaerah selatan, daerah yang dikenal dengan nama Kalua, ini adalah daerah padat penduduk, daerah ini berbatasan langsung dengan daerah rawa-rawa diselatan, disini anak-anak sungai tabalong terlihat banyak, sedikit kedalam tepat dipertigaan sungai kita dapat menemui sebuah mesjid yang percaya tertua dikalimantan selatan yang dibangun Khatib Dayan, seorang utusan demak dimasa awal pengislaman awal banjar. Daerah ini adalah dahulunya adalah daerah dayak maayan, sebagian besar mereka masuk islam dan menjadi orang banjar, sisanya menyingkir ke barat ke wilayah Kalimantan tengah yang dekat sekali. Sebagian masih ada didekat Tanjung, di desa Warukin dan di distrik Balangan di kecamatan Halong dipegunungan Meratus.

 

Tuan, orang Kalua terkenal tangguh, dengan logat bahasa mereka yang khas, mereka adalah orang-orang perantau, mereka menyebar luas ke Malaysia, pesisir timur pulau Sumatera dan banjarmasin selama hampir seratus tahun ini. mereka juga memegang kuat keislaman mereka. Didaerah ini kita inilah dimakamnya syekh Navis al-Banjari, seorang sufi yang mengarang kitab tasawuf terkenal di negeri ini.

 

Tuan. Laporan ini saya tulis dengan penuh kerinduan akan kampung halaman dan keluarga, tapi ini tak akan mempengaruhi tugas saya disini.

 

Dimalam harinya saya mengajak minum guide saya, seorang pemuda yang baik, dia bercerita bahwa dia telah jatuh cinta dengan salah seorang muridnya yang cantik disekolah. Tapi etikanya sebagai guru membatasinya untuk mengungkapkan rasa cintanya, dan dia terpikir dengan perbedaan umur yang jauh. Saya teringat dengan istri saya Claudia, dua puluh lima tahun yang lalu, Claudia adalah murid saya di jurusan antropolgi di Universita Lieden, saya jatuh cinta padanya, sedang umur kami terpisah jauh 12 tahun, dan saya sama seperti pemuda itu, etika guru menghalangi saya mengungkapkan rasa cinta saya. tapi cinta kadang tak perlu diungkapkan untuk dimengerti, dengan senyuman yang manis diantara kami saya melamarnya dan dia telah memberi saya lima orang anak, dan kami hidup dalam kedamaian yang bahagia, saya merindukan dia saat ini Tuan.

 

Tuan. Akhirnya saya membeli dua gelas teh lagi untuk kami berdua, untuk pemuda itu saya mengangkat gelas sebagai penghormatan rasa cintanya. Dan berdoa semoga kebahagiaan adalah untuknya dan kekasih hatinya, semoga mereka di persatukan.

 

 

Advertisements

Responses

  1. Artikel yang sangat menarik, jadi pengen mengunjungi tabalong


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: