Posted by: alfigenk | June 28, 2011

Kijang Rawa di Hutan Tua

perkenalkan nama saya alfigenk        

saya seorang biasa,,

Suatu hari kemarin saya ikut orang-orang sekampung menangkap ikan ditengah rawa-rawa antara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai) dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Amuntai)…Kalimantan Selatan

 

 

 

karena saya tidak terbiasa ditengah panas dan tidak berbakat dalam menangkap ikan, maka saya tidak banyak mendapatkan hasil..

 Untuk mengusir kekesalan hati, saya malah duduk sekedar mengobrol dengan orang kampung dari dekat rawa tersebut..sebuah rawa yang sangat luas yang apabila dimusim hujan akan digenangi air selama beberapa bulan…

 Tentu saja rawa ini yang sudah sangat sering saya lewati melalu jalan Negara di sebelah selatan sana, membelah rawa ini dari timur kebarat menghubungkan dua kabupaten terdekat dan menjadi jalan lintas tran kalimantan,,,

Pemandangan akan pegunungan meratus yang indah, kemudian jika dumusim hujan rawa-rawa ini seperti lautan saja, memandangi matahari terbenam adalah keasyikan tersendiri…dan berjuta-juta nyamuk akan menemani kita…sekedar untuk shalat pun kita harus memakai kelambu..

Rawa itu begitu luas,,memanjang hampir diseluruh sisi barat pegunungan meratus dari utara sampai keselatan menembus laut jawa, rawa yang ada didaerah saya ini seolah tidak mungkin akan terhuni manusia, itu pikiran saya semula,,namun akhirnya saya tahu bahwa ditengah-tengah rawa-rawa yang sangat panas dan lembab ini malah banyak dihuni manusia dengan rumah-rumah terapung mereka,,,,aduhhh tentu saja saya tidak bisa membayangkan hidup disana ditengah rawa yang panas dan penuh nyamuk yang bebas…

Pekerjaan orang-orang disana adalah nelayan ikan air tawar dan apabila rawa mengering mereka akan bertanam padi atau berkebun…

Sayangnya daerah rawa ini sudah diincar oleh para pengembang kelapa sawit, khususnya didaerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (amuntai) yang sudah beroperasi selama beberapa tahun ini..

Yang ingin saya laporkan disini adalah mengenai pembicaraan saya dengan penduduk kampung diatas..


Mereka bercerita tentang sebuah Hutan Tua yang lebat, hampir tak terlihat matahari ditengah-tengah hutan tersebut,,berbagai macam binatang liar ada disana,,beberapa jenis kera dan burung, yang terpenting adalah babi hutan dan kijang atau menjangan  rawa yang bobotnya bisa mencapai seratus kilogram dengan tanduk mencapat tujuh ruas..sejujurnya saya seolah tidak percaya ditengah rawa ini ada hutan,,,saya saja tidak melihat ada hutan seluas mata memandang, saya tetap berpikir disini hanya ada rawa, yang ada hanya ikan dan nyamuk…bagaimana mungkin hutan itu ada..

Orang kampung itu yang sudah berumur hampir 60 tahun mengatakan bahwa orang-orang kampung biasanya pergi selama beberapa hari dimusim kemarau untuk berburu kijang itu, ditahun kemarin mereka memperoleh hampir 50 ekor…mereka mengatakan bahwa kijang rawa lebih besar dua kali lipat daripada kijang gunung. kemungkinan kijang itu hanya ditemukan di daerah itu,,,terisolasi didalam rawa, tidak bisa bergerak ke daerah lain..orang kampung itu juga mengatakan ketika musim hujan yang menyebabkan banjir, kijang itu akan hidup diatas-atas kayu pohon yang mati, dan memakan pucuk-pucuk tumbuhan…

sayangnya, hutan terisolasi tersebut akan di hancurkan oleh perusahaan sawit, satu-satunya hutan tua di tengah rawa di daerah hulu sungai yang diperkirakan luasnya hampir 500 hektar kemungkinan akan hilang, dan menjangan rawa yang saya pikir adalah menjangan langka akan segera punah dengan cepatnya…jujur saja, meski daerah itu hanya berjarak puluhan kilometer dari kampung halaman saya, baru kali ini saja saya mendengar tentang hutan itu dan kijang rawa yang spesisnya pun mungkin belum banyak orang yang tahu..

saya tidak tahu apakah ada penelitian di daerah ini sebelumnya..

Beberapa waktu yang lalu aktivis lingkungan hidup memang ada melakukan protes dengan pengembangan perusahaan sawit, tetapi tidak sedikitpun menyinggung tentang kijang dan satwa liar yang ada disitu…kebanyakan orang dan juga mungkin pemerintah tidak mengetahui dengan jelas tentang kijang ini,,karena seperti saya juga sebagai orang pribumi sama sekali tidak menyangkan bahwa didaerah rawa itu terdapat hutan tua yang memiliki hewan-hewan besar,,, 

saya siap membantu setiap tindakan yang akan dilakukan oleh siapapun untuk menyelamatkan hewan ini, dan saya juga berharap ada tindakan segera dari mengingat musim kemarau telah tiba dimana masyarakat sekitar telah bersiap berburu dan perusahaan sawit akan mulai mengobrak-ngrik kembali rawa itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: