Posted by: alfigenk | September 28, 2011

Jodoh Terkekang Status Sosial

 

panganten banjar, kalsel,publicnature.blogspot.com

panganten banjar, kalsel,publicnature.blogspot.com

ini sebah cerita nyata, saya mendapatkan undangan perkawinan dari mantan kepala sekolah saya diwaktu saya mengajar dahulu. teman saya yang bernama samaran Amat Gandut meminta saya untuk menjemputnya agar pergi bersama-sama ke undangan tersebut. Sesampainya dirumahnya, maka terjadilah sebuah pembicaraan tentang pernikahan yang direncanakan amat gandut untuk dirinya sendiri.

Amat gandut bercerita dengan sungguh-sungguh bahwa dia ingin sekali menikah di tahun depan, dan saat ini dia gencar ingin mencari calon yang tepat buat dia. Tapi ada satu masalah, dia terkendala status sosialnya. Sebagai seorang yang mempunyai gelar kesejarnaan strata satu, maka dia juga menginginkan seorang pendamping yang minimal selevel dengan dirinya, pertimbangannya adalah untuk tidak ditertawakan teman-temannya nanti, karena istri merupakan sesuatu yang harus dibanggakan. Teman-temannya tidak akan menanyakan apakah dia mencintai istrinya, atau apakah istrinya cantik atau tidak, tapi yang pasti akan ditanyakan adalah dimana istrinya bekerja sebagai apa dan dimana. Hal ini lah yang membuat dirinya sangat pusing, mengingat jika salah memilih istri maka dia akan ditertawakan dan tidak dihargai oleh teman-temannya, itu akan menghancurkan harga dirinya.

Saat mendengarkan amat gandut ini berbicara, saya sedang terkena selesma, ingus cair terus saja mengalir di hidung saya, mata saya berair memerah, dan tubuh saya terasa demam, namun saya tetap tertarik mendengarkan teman saya ini bercerita. Dan sambil menggaruk-garuk kepalanya, teman saya itu berbisik kepada saya, bahwa sebenarnya dia saat ini sedang jatuh hati dengan seorang gadis penjaga toko alat tulis diperempatan kota.

Saya menyela, mengapa dia tidak mengambil gadis penjaga toko tersebut sebagai calon istrinya, dan dia kemudian dengan tegas mengatakan disana lah masalahnya, apakah gadis penjaga toko itu pantas dan cocok dengan dia?..matanya memandang saya seolah ingin mendapatkan jawaban dari saya, saya merasa tidak nyaman jika diminta jawaban seperti ini, tapi secara singkat saya berceletus kepadanya bahwa saya tidak akan mengijinkan teman-teman saya yang mengatur masalah kebahagian hati saya.

Dan dengan murung amat gandut saya itu mengatakan ini lah susahnya jika jodoh terkekang status sosial. Mendengar kata-kata Amat Gandut seperti itu saya langsug saja tertawa terbahak-bahak, dan ingus cair saya keluar dari hidung saya tanpa saya sadari lagi.

Akhirnya saya bertanya kepada amat gandut, wanita seperti apa yang dia inginkan untuk menjadi istrinya, amat gandut memilih wanita yang berprofesi sebagan PNS (pegawai Negeri Sipil), dia berargumentasi bahwa PNS adalah pekerjaan paling prestius saat ini, didaerah kami ini, di provinsi kami ini. Teman-temannya sekali lagi tidak akan peduli apakah istrinya cantik atau tidak, kaya atau tidak, atau mencintai istrinya atau tidak, tapi teman-temannya akan memujinya dan tidak akan merendahkannya ketika dia mendapatkan istri yang bekerja sebagai seorang PNS. Dan juga masyarakat pun akan menghormatinya karena berhasil mendapatkan istri seorang PNS, statusnya sebagai sarjana akan tetap jaya.

Amat gandut sebenarnya seorang yang kritis, lulusan sebuah universitas ternama di provinsi ini pada jurusan khusus dengan beasiswa penuh dari universitas, tapi dengan sadar diri dia mengakui bahwa dia tidak mampu menahan atau melawan arus pola pikir umum dimasyarakat saat ini.

Untuk itu, saya mengatakan kepada amat gandut, bahwa saya tidak akan mengejeknya jika dia mempunyai istri yang bukan PNS, saya akan mendukungnya sebagai teman yang baik. Amat gandut cenderung bingung dengan perkataan saya, amat gandut tahu bahwa saya adalah lulusan sebuah universitas ternama di pulau jawa, tapi dalam hal ini dia tetap menyarankan kepada saya agar tidak melawan arus masyarakat, dia kawatir masyarakat akan tidak menghormati saya jika saya salah memilih istri.

Saya mengatakan kepada amat gandut jika saya tidak pernah mengejek teman karena profesi istrinya, sebagai laki-laki, pundak tanggung jawab keluarga sebenarnya ada dipundak kita, dan kebahagian adalah hak kita sendiri dalam mendapatkan dan menjalaninya. Dalam pertemanan saya, sepertinya tabu dan tanda sebuah ketidaksopanan mempertanyakan status istri, kita harus menghormati pilihan seseorang selama itu adalah sebuah kebaikan, kebebasan dalam hal ini merupakan penghargaan yang sangat manusiawi. Benar sekali kita mendapati sebuah analisis dari Nabi dalam hadistnya bahwa pernikahan seseorang itu biasanya cenderung berdasarkan empat hal yaitu karena kecantikannya, karena keturunannya, karena hartanya dan karena agamanya. Dalam tradisi pun kita mendapati sebuah adigum bibit bobot yang ketat untuk memilih calon pasangan. Saya hanya ingin mengatakan kepada amat gandut bahwa ada sebuah pandangan lain terhadap permasalah memilih pasangan ini, dan dia tidak harus terlalu kawatir dengan perkataan teman-temannya dan penilaian masyarakat, tentu saja masyarakat selalu bisa menilai namun dalam permasalahan rumah tangga, kita sendiri yang menjalani dan merasakannya.

Amat gandut sedikit berpikir, terlihat dari gaya duduknya yang serius, dan saya kawatir jika teman saya ini menjadi tersinggung akan perkataan saya diatas, saya lalu mengatakan dalam memilih pasangan ini rupanya tidak hanya satu konsep, ada konsep bahwa pasangan harus bisa menghalau ejekan teman dan mendapatkan pujian, ada juga konsep bahwa pasangan adalah hak priogative kita sendiri, itu salah satu kebahagiaan kita sendiri, dan kemungkinan untuk konsep lain juga ada, untuk semua itu kita bebas memilihnya yang mana kita rasa suka dari konsep-konsep itu.

Kepala saya menjadi pusing membicarakan hal ini, apalagi ketika sadar bahwa kami berdua masih sama-sama bujangan. Saya tahu, amat gandut gelisah karena melihat orang lain menikah dia juga ingin menikah. Saya pun juga merasakan hal yang sama sebenarnya.

Tidak lama kemudian kami berangkat menuju undangan, amat gandut makan banyak di undangan tersebut, saya merasa tubuhnya akan bertambah gendut lagi.

………………….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: