Posted by: alfigenk | December 18, 2013

Hal-hal Yang Perlu Diketahui Tentang sejarah Migrasi Banjar

keluarga desa mandingin barabai (alai), keluarga cucu dan buyut datu haji simah binti haji mathaib, seberang mesjid tua al-islah mandingin..fhoto tahun 60-an akhir atau awal 1970..dokument pribadi

keluarga desa mandingin barabai (alai), keluarga cucu dan buyut datu haji simah binti haji mathaib, seberang mesjid tua al-islah mandingin..fhoto tahun 60-an akhir atau awal 1970…dokument pribadi

Hal-hal Yang Perlu Diketahui Tentang sejarah Migrasi Banjar

Oleh: alfigenk Ansyarullah Naim

Motivasi menulis tulisan ini adalah berangkat sebuah kenyataan dari banyak sekali orang banjar yang tidak mengetahui bahwa mereka adalah salah satu suku yang tersebar luas di nusantara ini.

Dari kegiatan saya mencari-cari informasi, catatan, dialog dalam dunia maya, banyak sekali rasa ingin tahu orang banjar baik ditanah banjar sendiri maupun perantauan tentang suku mereka, khususnya tentang daerah asal di tanah banjar di Kalimantan selatan. saya pernah membaca disebuah media social tentang seorang banjar yang tidak mengetahui asal usul mereka, tidak tahu dari mana mereka berasal, selain itu bahkan ada orang banjar yang terpaksa atau lebih suka menyembunyikan kebanjarannya dengan berbagai alasan. Contoh buruknya seperti ada mereka bekerja disatu institusi yang sama tapi tidak pernah mengetahui mereka adalah sama-sama orang banjar sampai salah satu dari mereka pensiun. Ada cerita tentang seorang banjar yagn sukses diperantauan yang malu dan tidak suka didatangi oleh keluarga dari tanah leluhur karena mengira bahwa orang dari tanah leluhur mereka adalah orang-orang miskin dan bodoh. Dan berbagai cerita lainnya yang tidak menyenangkan.

Dilain sini yang memang cukup mengherankan adalah ternyata orang banjar di tanah banjar sendiri tidak mengetahui bahwa banyak orang banjar di daerah lain selain daerah mereka, dari generasi tua sendiri dan apalagi generasi mudanya, banyak yang terkejut mendengar jika ada ratusan ribu bahkan mungkin jutaan orang banjar di sumatera dan jutaan lagi di Malaysia. Sampai tahun 1940-an adala lebih 40 persen orang suku banjar di tanah rantau.

Hal lebih mengherankan juga, misalnya di Indonesia sendiri suku banjar memang sangat jarang terdengar di kancah nasional Indonesia, disebut dalam buku-buku pelajaran sekolah pun jarang, termasuk juga mungkin di negara Malaysia, sampai-sampai kita tidak saling mengetahui dalam rentang waktu sangat lama. Hal ini menyebabkan tidak percaya dirinya orang-orang banjar di kedua negara ini selama sekian lama.

namun ternyata dunia semakin mudah dalam berkomunikasi, rasa-rasa penasaran ini pun akhirnya di ungkapkan dalam tulisan dan pernyataan yang ditulis di media global yaitu internet, akhirnya lambat laun terkuaklah bahwa banyak sekali orang yang bertanya-tanya dengan pertanyaan yang sama, dan gaung bersambut, pertanyaan-pertanyaan lambat laun mulai terjawab, silaturahmi mulai terjalin, saling mengunjungi antar keluarga sering terjadi, rasa percaya diri pun semakin menjadi-jadi.

Mari kita mulai sedikit hal yang perlu kita ketahui tentang orang banjar ini, diri kita sendiri,

  1. Pada awalnya Motivasi atau alasan merantau dari orang banjar lebih banyak dikarenakan karena masalah politik, ada rasa tidak nyaman dan ketidaksukaan atas pendudukan belanda di tanah banjar akibat dari kekalahan perang banjar. hal ini seharusnya bisa mengikis banyak prasangka bahwa dahulu orang banjar merantau karena motivasi ekonomi, seperti kemiskinan yang melilit di tanah leluhur, tentu saja hal ini bisa disangkal dengan jelas, jika masalah ekonomi maka buat apa jauh-jauh merantau ke sumatera dan Malaysia jika hanya untuk bertani sahaja. kalimantan yang merupakan salah pulau terbesar di dunia dengan penduduk yang sedikit menyediakan lahan yang sangat luas. Tidak perlu jauh-jauh jika hanya ingin membuka lahan baru untuk bertani. Bahkan di decade pertama abad ke 20, daerah hulu sungai, daerah asal 90 perantau banjar merupakan salah satu daerah paling kaya di nusantara, perkebunan karet merupakan primadona utama, menyebabkan orang banjar salah satu suku paling banyak berangkat Haji pada saat itu. Daerah ini menjadi makmur.
  2. Pada abad ke 19 dan ke 20 banyak orang banjar yang merantu ke sumatera dan Malaysia dengan alasan politik, namun tidak memungkiri setelah semakin mapannya orang banjar diperantauan menyebabkan hubungan ekonomi dan budaya yang baik antara daerah rantau dan daerah asal, terbukanya lapangan ekonomi baru diperantauan mengundang orang-orang banjar lain untuk datang mencoba peruntungan dalam hal ekonomi dan pendidikan agama, para pedagang berdatangan dan pelaku industri khas banjar pun datang  seperti alat pertanian, senjata, dan perhiasan, serta dalam hal jasa seperti pertukangan  dan sebagainya. Para ulama dari banjar juga di undang untuk menjadi pemuka agama didaerah rantau. Dampak lainnya adalah semakin terkenalnya orang banjar di kawasan sebagai seorang petani unggul dan gigih, tidak mengherankan ketika banyak perkebunan di buka oleh perusahaan-perusahaan colonial di sumatera utara atau tanah deli maka di undanglah orang-orang banjar untuk datang kesana sebagai pembuka lahan perkebunan dan pertanian baru. dahulu  Orang banjar merupakan salah satu pelayar ulung di nusantara.
  3. Perang dunia kedua sangat berdampak besar dalam roda dan perputaran orang banjar di kawasan, pelayaran laut sebagai sarana utama transportasi menjadi terganggu akibat perang yang terjadi di lautan selama beberapa tahun, komunikasi dan silaturahmi banyak terputus, ekonomi jatuh sejatuh-jatuhnya, Indonesia akhirnya merdeka dari belanda.
  4. Selama perang dunia kedua dan dilanjutkan dengan perang kemerdekaan selama lima tahun di Indonesia merupakan masa-masa suram bagi orang banjar di Indonesia, khususnya didaerah hulu sungai tanah banjar, kemiskinan terjadi dimana-mana, wabah penyakit, seperti cacar tidak terkendali dan membuat banyak korban tewas. Orang-orang tua masih menceritakan bagaimana orang-orang jepang dengan paksa mengambil emas dan permata ditiap rumah penduduk, apabila mereka berani menyembunyikan dan ketahuan maka akan dipenggal kepalanya, kemiskinan akhirnya menjadi hal umum berbanding terbalik dengan masa Kolonial belanda.
  5. Kemiskinan di masa perang dunia kedua dan perang kemerdekaan akhirnya diperparah dengan pemberontakan DI/TII Ibnu hajar, banyak korban tewas dari masyarakat sipil khususnya di daerah pinggir pegunungan dimana banyak perkebunan karet masyarakat berada. Dari sini akhirnya terjadi salah satu migrasi besar orang banjar hulu sungai untuk kesekian kalinya dengan ekonomi sebagai motivasi utama, berangkatlah banyak keluarga banjar ke daerah-daerah aman disekitar ibukota dan kota besar Banjarmasin, seperti Kurau, Aluh-aluh, gambut, pelaihari, kotabaru, samarinda, Balikpapan, kutai, Kapuas, sampit, pangkalan bun, palangkarasa dan sebagainya,. Lokasi migrasi/madam ini berada di daerah pulau Kalimantan sendiri. Dua puluh tahun masa ketidakpastian dimulai masa perang dunia kedua sampai berakhirnya pemberontakan Ibnu hajar adalah masa-masa dimana telah mulai putusnya sebagian silaturahmi antara orang banjar diperantauan diluar pulau Kalimantan, khususnya sumatera dan Malaysia.
  6. Berdirinya negara Malaysia dan konfrontasi Indonesia Malaysia juga merupakan salah satu penyebab utama dari semakin gelapnya silaturahmi orang banjar di nusantara ini. Selama dua puluh tahun masa kekacauan Orang-orang banjar di Indonesia dan Malaysia telah melahirkan generasi baru yang tidak begitu mengenal dan merasakan masa-masa emas jayanya orang banjar dahulu, ditambah dengan adanya permusuhan dua buah negara baru yang serumpun semakin memperparah keadaan, maka ada cerita dari keluarga saya yang sama-sama sebagai menjadi tentara Indonesia dan Malaysia, saling berjabat tangan setelah mengetahui bahwa mereka berkeluarga.
  7. Setelah konfrontasi selesai, orang-orang banjar di kedua negara ini seolah telah benar-benar terpisah dan tidak saling mengetahui lagi, mereka akhirnya sibuk dengan diri mereka sendiri, tahun 70 adalah masa yang sama antara Indonesia mulai membangun ekonomi, Indonesia baru selesai dalam kerusuhan besar komunis, Malaysia pun baru saja memulai kesepakan baru setelah kerusuhan etnis, ekonomi kedua negara mulai berkembang, namun sayangnya hubungan silaturahmi orang banjar sepertinya masih gelap, bahkan sesama orang banjar di Indonesia sendiri antara yang disumatera dan Kalimantan, mungkin karena jauhnya letaknya dan sarana transportasi yang tidak memadai dan sulit, selain juga ekonomi yang tidak memungkinkan.
  8. Akhirnya tiga puluh tahun kemudian , ketika kedua negara ini mencapai masa-masa jaya dan komunikasi semakin mudah dengan hadirnya internet dan telepon seluler /handfhone yang semakin canggih, komunikasi antara orang banjar di kawasan akhirnya mulai kembali terjalin. Hal ini tidak lepas dari rasa rindu akan keluarga di antara orang-orang banjar. Benar saja banyak cerita sedih dari keluarga-keluarga yang terpisah ini. Tujuh puluh tahun lebih orang-orang banjar didearah rantau dan tanah leluhur terpisah, itu bukan lah waktu yang singkat, berapa generasi sudah telah terlahir dan berapa banyak cerita telah terlupakan. Hal ini menjadikan banyak efuria dan sangat emosional.
  9. Mendengar cerita-cerita dari saudara kita di Malaysia yang ada dari mereka malu mengaku orang banjar dan lebih suka menggunakan bahasa melayu adalah salah satu dampak langsung dari kekosongan sejarah tentang banjar dan terputusnya silaturahmi ini, banyak pertanyaan yang mereka pertanyakan seperti kenapa orang banjar itu pemanas dan tidak mundur dalam berkelahi, kenapa pula orang banjar itu kuat dalam agama namun  suka berkelahi, kenapa bahasa banjar terdengar sangat aneh, hal-hal itu membuat banyak orang banjar menjadi malu karena dianggap kolot karena suka berkelahi dan memakai bahasa yang jauh berbeda dengan dialek bahasa melayu, hal yang kemudian menjadi alasan untuk tidak memberitahukan atau memperlihatkan atau mengumumkan kebanjaran mereka.
  10. Hal berbeda terjadi terhadap orang banjar di Indonesia meski sepertinya juga tidak begitu menggembirakan, putusnya komunikasi antara orang banjar di tanah deli, tambilahan dan tungkal, adalah sebuah kenyataan pahit, meski dalam satu negara. Beruntungnya bahasa banjar masih tetap kekal dan lestari, ada beberapa cerita mengejutkan dari para anak muda dari tembilhan dan hulu sungai banjar yang terkejut ketika bertemu di kota-kota pendidikan seperti di Jakarta, Yogyakarta atau malang, mereka mempunyai bahasa yang sama, hal ini membuktikan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang sejarah banjar.
  11. Ditahun 80-an, 90-an dan bahkan sampai sekarang masih ada pameo atau merendahkan dari orang-orang ibukota dan kota besar dikalimantan seperti Banjarmasin, banjarbaru, martapura, Balikpapan, samarinda terhadap orang-orang banjar dari hulu sungai sebagai orang-orang kolot yang suka berkelahi dan miskin dan mengejek bahasa mereka yang berdealek khas hulu sungai, sesuatu yang tidak bisa dihilangkan. Daerah hulu sungai seperti rantau, margasari, kandangan, barabai (alai), alabio, amuntai, nagara, kalua, lampihong, tanjung. Sebagai catatan lain, istilah orang banjar tidak lah familiar, mereka menyebut diri mereka dengan sebutan orang “hulu sungai” yang membedakan diri dengan orang banjar di Banjarmasin, banjarbaru, martapura. Orang hulu sungai memang jarang terpublikasi dan diteliti, saat ini telivisi lebih banayak mengupas kota Banjarmasin dan sekitarnya, termasuk juga banyak orang banjar sumatera dan Malaysia menganggap bahwa Banjarmasin adalah hulu sungai, ada perbedaan yang lumayan jauh antara hulu sungai dan Banjarmasin, ambil misal dalam dialek bahasa dan karakteristik masyarakat serta geografi alamnya. Ada bahasa banjar netral yang mempunyai dialek lebih datar dan ini biasanya lebih sering digunakan. Selain itu jika dahulu sarana transportasi masih lebih banyak menggunakan perahu, maka semenjak tahun 1970-an  telah tergantikan dengan transportasi darat, mungkin jika ingin bernostalgia mengerang para leluhur pergi berlayar menuju rantau akan lebih baik menggunakan transportasi sungai, sayang sekali transportasi ini tidak tiap hari kita dapatkan dan semakin jarang.
  12. Setelah Krisis keuangan di tahun 1997, ada perkembangan positive bagi kedua negara antara Malaysia dan Indonesia, dari awal abad 21 ekonomi kedua negara tumbuh pesat, begitu pula dengan orang banjar, perkebunan karet kembali menjadi primadona, pertambangan baru bara membuat ekonomi berputar, perdagangan mencapai puncaknya, mobilitas orang-orang banjar diseluruh Kalimantan menjadi sibuk dan tidak pernah terjadi sebelumnya, bahasa banjar menjadi lingua pranca yang dikuasai dan dipahami oleh sebagian besar Kalimantan, kecuali Kalimantan barat, kemanapun orang banjar pergi merantau mereka membawa bahasanya. Hal yang sama mungkin terjadi pada orang banjar di sumatera. Pendidikan juga sudah mulai tinggi. Akan susah menemukan orang banjar yang miskin di tanah banjar saat ini, meski itu ada tapi tidaklah banyak.
  13. Keadaan orang banjar Malaysia juga tidak lah berbeda, ekonomi dimalaysia malah terlihat jauh lebih baik dari pada orang banjar di Indonesia, ditambah dengan pendidikan dan Sumber daya manusia yang lebih baik pula, penduduk yang sedikit dan pembangunan infrastruktur adalah salah satu kelebihan Malaysia. Orang banjar Malaysia mungkin akan sedikit terkejut melihat infrastruktur di daerah tanah banjar masih buruk dan tidak teratur dengan baik, banyak komentar tentang jalan yang kecil dan perumahan yang buruk. Itu memang benar adanya, jika kita datang ke darah hulu sungai kita akan menemui beberapa kota, kandangan, barabai, amuntai yang tata kotanya merupakan buatan belanda, atau mereka akan terkejut memasuki daerah margasari, negara, alabio, amuntai atau kalua, banyak daerah disana yang terkesan kumuh dan miskin. namun kadang itu tidak lah benar seperti dipandang mata,  budaya sebenar banjar adalah budaya sungai dengan bangunan berbahan kayu, rumah-rumah mereka bersusun rapat dipinggir sungai, tidak lepas hidupnya dari sungai. Sebagai contoh di negara, dilihat dari depan, rumah mereka kumuh, namun jika masuk kedalam rumah mereka bersih dan rapi. Namun harus diakui ketidakteratuan itu bukan lah hal baik, rumah tidak rapi itu terlihat kumuh memang tidak baik, jalan yang kecil tidak mungkin lagi diperbesar dan perlebar kecuali rumah-rumah digusur, hal ini memang sangat memusingkan, belum lagi daerah banjar ini adalah daerah rawa dan gambut, susah sekali membangun jalan kecuali dengan biaya sangat besar. Mudah-mudahan dengan berkembanganya ekonomi segala hal ini bisa teratasi.
  14. Saat ini memang ada orang banjar yang tinggal jauh dari sungai, sehingga mereka tidak tergantung dengan sungai, tidak punya lagi jamban di sungai, orang banjar seperti ini bisa kita lihat di Malaysia, di tanah deli, daerah pegunungan di hulu sungai sendiri, dan daerah perkembagnan baru dari kota sebelumnya, kita bisa melihat kota banjarbaru dan martapura, hati-hati lah anda di banjarbaru, daerah pegunungan kuning, salah satu kota dimana Intan begitu mudah ditemukan ditanah-tanah dan sungai-sungainya. Ada pertanyaan kapan orang banjar mulai hidup di pegunungan dan daratan yang jauh dari sungai mengingat hampir semua desa-desa tua di tanah banjar berada di pinggir sungai besar maupun kecil, jawaban itu mudah di jawab jika melihat sejarah perkebunan yang mulai memasuki daerah hulu sungai diakhir abah ke 19, dari situ lah orang-orang banjar belajar berkebun dari perusahaan colonial, puncaknya adalah saat booming perkebunan karet, lahan-lahan dipegunungan dibuka, daerah-daerah baru mulai terbentuk, seperti paringin, juai, halong, awayan, hantakan, batu tangga, jaro, dan sebagainya.  Dahulu dijaman kerajaan banjar perkebunan lada juga menjadi komoditi utama.
  15. Ada pertanyaan kenapa orang banjar adalah pemanas, karakter ini adalah karakter yang masih saja melekat sehingga saat ini, hal ini hanya bisa diubah dari pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Beberapa catatan inggris dan belanda menyebutkan orang banjar memang bukan seorang yang mudah tunduk dan menyerah, orang banjar keras dan ditakuti. Tabiat asalnya memang lah seperti itu.
  16. Ada lagi pertanyaan tentang kenapa orang banjar itu wanita cantik dan lelakinya tampan, saya hanya punya satu jawaban pendek, itu adalah takdir, jika ada jawaban lain maka saya akan mendukungnya dengan positive. Kita tidak bisa memungkiri jika banjar khususnya hulu sungai adalah perpaduan banyak suku dayak dan melayu, jawa dan arab yang melahirkan banyak orang cantik dan langkar. Silahkan untuk himung sendiri.
  17. Apakah ada orang banjar yang sukses dan menjadi tokoh di Indonesia dan Malaysia, tentu saja banyak sekali orang banjar yang sukses dan menjadi tokoh atau pejabat negara, tapi seperti dijelaskan diatas, sedikit sekali dari mereka yang mengumumkan kebanjarannya secara terbuka, orang banjar adalah salah satu penghasil ulama di nusantara, kita patut berbangga dengan hal itu, orang banjar adalah seorang tentara yang pemberani, orang banjar merupakan pedagang yang hebat, dan sebagainya. Mungkin dalam tulisan lain nanti aka ada orang yang membahas tentang tokoh banjar.

Barangkali ini lah sedikit catatan yang saya bisa berikan, Seiring jaman banyak sekali kejayaan-kejayaan masa lalu banjar yang hilang sama sekali, sejarah adalah pengingat agar hal itu tidak lah benar-benar hilang, minimal masih ada dalam ingatan. mudah-mudahan tulisan ringan ini  bisa memberikan sedikit pencerahan. Semnoga bermanfaat.

Advertisements

Responses

  1. Syabas dan tahniah.Kajian ini sangat menarik dan wajar dikembang dan diperhalusi.

  2. Bagus sekali isinya Pak, bisakah Bpk beri Saya informasi mengenai kata “Madam” itu asal kata dari mana? Bhasa Banjar kah? sudah bnyak sumber yg Saya baca namun belum menemukan istilah Madam dari kata apa.

  3. Tahniah semoga mendapat pencerahan dan hubungan silaturrahim.

  4. Asa himung disambat bungas jer. Sya dari Hulu sungai juga. Tepatnya alabio. Memang alabio terkesan lebih tdk tertata dari amuntai. Tapi beberapa bangunan di alabio juga msh bikinan belanda.

  5. entang sejarah Migrasi Banjar:
    Asa himung disambat bungas jer. Sya dari Hulu sungai juga. Tepatnya alabio. Memang alabio terkesan lebih tdk tertata dari amuntai. Tapi beberapa bangunan di alabio juga msh bikinan belanda.

  6. Nagara hulu sungai selatan adalah tanah leluhur saya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: