Posted by: alfigenk | August 3, 2014

Bertengkar tentang Lagu Lawas

Hal ini bermula disuatu siang yang cerah, dan suasana begitu panas, ketika angin sepoi-sepoi tidak mampu memberikan kesegaran, tidak ada pepohonan rindang lagi disini, dan saya sadar bahwa tidak ada pohon berarti tidak ada kesejukan didaerah ini.

Tidak ada kesejukan dari alam, maka saya berusaha mencari kesejukan untuk hati saya, saya menyalakan computer dan memainkan winamp dengan lagu-lagu tahun 80-an dan 90-an, yang saya berpikir itu akan menyejukkan hati saya.

Tapi dari sini lah muncul perselisihan, teman-teman saya, lelaki seumuran dengan saya, memprotes semua lagu yang saya putar, dengan alasan bahwa lagu-lagu itu adalah lagu-lagu jadul yang dia tidak mengerti

Teman-teman saya menggerutu akan kejadulan dan ketidakgaulan saya, mereka menerka saya ketinggalan jaman.

Saya menjadi terkejut akan tanggapan mereka, saya semula beranggapan bahwa lagu-lagu yang saya putar justru juga akan membuat hati mereka sejuk, dengan mendengarkan lagu-lagu tahun 80-an dan 90-an bisa membawa mereka seolah-olah terbawa ke masa lalu.

Saya beramsusi jika umur mereka hampir seumuran dengan saya, dimasa kecil kami pasti lagu-lagu ini sangat terkenal, diputar dimana-mana, diradio, ditelevisi, festival musik, dimana-mana…siapa yang tidak kenal dengan Dedy Dukun, Dian Pratama Putra, Gombloh, Doel Sumbang, Kla Project, dedy dores, Nike Ardila, Nike Astria, artis malaysia Ami Search, Nora, Iklim, Slam, wings, band-band Indonesia ada Slank, Bomerang, Kin, Java jive, Garby, Kindern, Dewa 19, Stingky, dan masih banyak lagi yang lainnya yang saya tidak ingat tapi tidak lupa akan lagu-lagunya

Saya sangat suka mendengarkan lagu-lagu slow rock disiang yang panas begini, saya tidak bisa dipaksakan harus mendengarkan lagu-lagu peterpan atau ST12 yang menurut saya lagu-lagu mereka tidak dapat memasuki relung hati saya. saya pernah mendengarkan lagu-lagu peterpan diawal-awal tahun 2000-an tapi tidak membekas dalam diri saya, lagu-lagu ST12 pun juga sama tidak membekas dalam hati saya

Saya bukan pengamat musik, tapi saya penikmat musik yang sensitive, dalam arti jika lagu itu tidak mengena, dinyanyikan dengan tidak baik, tidak sungguh-sungguh, musiknya asal-asalan, tentu tidak akan merasuki jiwa saya, saya mengerti industri musik saat ini cenderung sangat tidak manusiawi, mereka sangat untung dalam hal laba, tapi kwalitasnya sangat menyedihkan, ini terlihat dari muncul dan lenyapnya sebuah lagu berlalu sangat cepat, saya hampir tidak ada lagu yang hapal dalam dua tahun ini, meski ada yang bagus pun saya juga menjadi terlupa dengan cepatnya.

Saya tahu, sebenarnya teman-teman saya itu tahu akan lagu-lagu jaman dulu, mereka hanya seolah malu mengakuinya

Apa sebenarnya yang salah?.selama sekolah memang kita tidak pernah diajarkan tentang musik, jadi wajar saja kita tidak bisa mengapresiasi musik dengan baik, yang ada bahwa kebanyakan kita hanya mengikuti alur pasar dan jaman saja.

Nah, dihari yang panas ini, saya tak mampu berpikir, membuat saya terlalu panas, dari pada berdebat dengan teman-teman saya dihari panas ini, tanpa ada kesejukan lagi, dari pada mendengarkan lagu peterpan atau ST12 yang tidak masuk soul saya, maka lebih baik baik saya matikan computer saya, karena computer ini adalah computer saya sendiri

Ketika menulis ini pun otak saya panas sekali, karena udara tidak sejuk, susah sekali memainkan jari untuk mengetik huruf-huruf.

Berharap ada pohon rindang kembali, agar memberi kesejukan….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: