Posted by: alfigenk | August 3, 2014

Dulu Dikampung Berdangdut

Rhoma Irama dan Ridho Rhoma datang manggung ke kota kecil saya, setelah hampir 25 tahun lebih kali terakhir Rhoma datang kesini.

Saya jadi teringat masa-masa kecil saya disini, tidak baik memang untuk diceritakan, tapi ini akan jadi sekedar tulisan pengingat saja.

Lima belas tahun lalu, di daerah saya sering di adakan hiburan orkes dangdut, kelompok paling terkenal adalah Orkes Dangdut IRMAYA yang berasal dari daerah saya Barabai, sangat terkenal untuk wilayah kal-sel, kalteng dan kaltim pada masa itu.

Waktu itu jika mau melakukan orkes, maka panitia acara akan menentukan lokasi dan membuat kandang yang ditaburi dengan oli busuk dari luar, agar orang tidak punya karcis tidak bisa masuk kedalam.

Acara orkes dangdut atau karaoke dangdut selalu saja menjadi acara yang menarik, ayah saya yang dulu menjadi panitia pernah membawa satu karung senjata tajam berbagai jenis kerumah setelah menjadi penjaga dipintu masuk acara orkes dangdut diseberang rumah saya, senjata-senjata tajam itu adalah kepunyaan para penonton yang diambil ketika digeledah didepan pintu masuk acara. Senjata tajam itu akhirnya dibagi-bagikan lagi dengan orang kampung.

Acara orkes dangdut juga kental dengan perkelahian, selalu saja ada perkelahian, luka dan tewas dalam acara seperti adalah hal biasa. dan kami anak-anak biasanya juga kadang membawa senjata tajam, acara orkes dangdut memang menjadi ajang pertemuan orang-orang untuk berkelahi, saling mencari pengaruh.

Dulu itu mengasikkan, ada lelang kue sewaktu di tengah-tengah acara musik, akan menjadi suatu gengsi bagi yang menawar paling tinggi, ada juga yang diajak menyanyi diatas panggung.

Tiap orang selalu mempunyai senjata tajam, tapi untuk waktu sekarang ini sudah tidak lagi, anak-anak muda dikampung kami sudah tidak peduli lagi dengan senjata tajam dan sarana kekebalan. karena dulu menjadi kebal terhadap senjata tajam hanya seperti membalik telapak tangan.

Dahulu juga cerita tentang hantu juga banyak, orang-orang yang memakai sarana kekebalan biasanya jika terbawa mati maka akan menjadi hantu, hal itu masih sering terjadi sampai saat ini, meski dikampung saya sudah tidak pernah terdengar lagi.

Saya tidak senang dengan hantu, tapi klo dangdut saya ingin sekali bergoyang….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: