Posted by: alfigenk | August 6, 2014

Saya Menjadi Presiden Republik Indonesia

Rasanya sudah teramat bosan dengan dinamika politik Negara kita yang seperti semakin amburadul, sejujurnya sudah satu tahun ini saya mengurangi delapan puluh persen perhatian saya terhadap berita politik di televisi, persentasi terendah dalam 8 tahun terakhir ini. Apalagi sejak kasus susno djuadi versus KPK itu saya hampir berantem dengan ayah saya sendiri, ayah saya memberi dukungan terhadap polisi sedangkan saya terhadap KPK. Ini menyebalkan bukan.

Saya tidak terlalu mengerti politik, tapi meskipun begitu, saya tetap mengerti tentang politik, tetapi sedikit saja.

Seperti kebanyakan anak muda yang lain saya juga menjadi gelisah dengan hal ini, dengan keadaan Negara seperti ini semangat kita menjadi melemah dan perhatian kita menjadi bunyar untuk politik-politik yang rasanya selalu saja sama dalam tahun ke tahun, permasalahannya tidak jauh beda, jalan masalah sudah bisa ditebak, orang-orang yang bermain itu-itu saja, dan tidak ada jalan penyelesaian yang memuaskan, apalagi jika bersingguhan dengan hukum. Berita hari ini si cucak rawa yang pakar Hukum itu lagi kena kasus selingkuh, haaaa….

Saya jadi berpikir apakah kita telah benar membiarkan Negara kita tercinta ini diurus oleh orang-orang seperti mereka itu?.. saya melihat dalam banyak hal di negara kita ini, dari tingkat pusat sampai daerah , yang telah kita  biarkan orang-orang yang salah untuk mengurusnya. Ini bisa menjadi hal penting ketika kita ingin mencari salah satu akar masalah dalam negara ini.

jika ditanya siapakah orang-orang yang tepat untuk mengurus negara ini?..saya akan menjawabnya mereka itu bisa jadi adalah anda-anda yang telah membaca tulisan ini. Logika saya dalam hal ini dapat dibaca dengan sangat sederhana. Dalam kaca mata lain sebenarnya saya ingin menyatakan bahwa keterlibatan kita mengurus bangsa ini mungkin bisa jadi akan menjadikannya lebih baik. Namun hal ini juga akan menjadi relative, saya tetap takut kerealitivannya mengarah ke negative, meski disisi lain kesadaran politik akan tumbuh dan itu lebih baik dari pada tidak sadar politik sama sekali.

Ahh saya jadi pusing, memikirkan politik ini bikin pusing.

Tapi bagaimana jika saya dipilih menjadi Presiden Rebuplik Indonesia?.. hmm, karena saya merasa cukup idealis dan mampu untuk bisa elastis mempertahankan keidealisan saya dan juga mempunyai mimpi untuk menjadikan semua hal-hal menjadi lebih baik untuk bangsa ini, maka saya tidak akan melewatkan kesempatan itu, saya merasa lebih baik dari pada si cucak rawa itu tentunya untuk memegang jabatan Presiden, saya mengatakan ini dengan rendah hati dan sungguh-sungguh. (untuk paragraph ini saya sebenarnya menulis dengan perasaan narsis).

Tidak usah lah jadi presiden, bagaimana jika jadi bupati saja?.. iya, saya jadi bupati, punya otonomi politik dan biokrasi yang luas, artinya saya seolah menjadi raja kecil,,ahh pasti akan menyenangkan, karena saya akan membuat kebijakan yang menyenangkan, ini bukan janji politik, tapi semangat politik saya.

Hal pertama yang akan saya lakukan ketika menjadi Bupati adalah merubah sistem penerimaan Pegawai Negeri sipil Daerah menjadi lebih ketat, saya akan memberikan standar tinggi, agar hanya orang-orang yang terbaik yang akan menjadi birokrat dan pelayanan publik, orang pintar, rendah hati, cerdas, wawasan yang luas dan empati yang tinggi terhadap kemajuan bangsa akan menjadi pilihan saya. Kita memelurkan pegawai yang pintar dan cerdas bukan? Kita juga memerlukan guru yang sangat pintar agar membuat muridnya juga pintar. pendidikan gratis jika hal itu memungkinkan akan saya usahakan,tapi yang lebih penting adalah kwalitas pendidikan itu dan keterjangkauan rakyat untuk meraih pendidikan, dan satu lagi, saya akan menyemangati rakyat saya untuk sekolah. Kesehatan juga akan saya perbaiki, saya tidak ingin lagi ada yang diusir atau takut kerumah sakit karena tidak ada biaya. Pada intinya saya ingin memperbaiki semuanya. Para pembaca pasti sudah punya banyangan apa saja yang harus diperbaiki, percayalah banyangan anda akan sama dengana banyangan saya.

Satu lagi yang perlu kita lihat dari sini, jika kita merasa mampu untuk memberikan yang lebih baik maka ambillah kesempatan itu, jika tidak kesempatan itu akan diambil oleh si cuca rawa, hati-hati karena cuca rawa berkuasa bisa jadi dia akan berselingkuh lagi, ini prasangka tidak baik memang, tapi ini prasangka paling bisa diterima saat ini, terutama bagi saya.

Yang sebenarnya saya harapkan dan lihat adalah adanya keberanian dari pada orang-orang cerdas yang idealis serta baik hati untuk berani mengambil posisi atau merebut banyak posisi dalam negara ini agar dapat menyingkirkan orang-orang yang salah. Ini akan berdampak sangat besar bagi kebaikan bangsa ini. Pasti akan membawa perubahan yang kita dambakan, perubahan yang lebih baik tentunya, karena kita diurus oleh orang-orang yang lebih baik. Apalagi yang muda yang bersemangat.

Saya tidak akan memperdebatkan apakah diri kita lebih benar..atau kriteria apa yang membedakan seseorang benar atau salah, meski ini penting, tapi anda pasti akan memahaminya lebih baik dari pada saya.

Bagaimana jika kita kembali ke atas, tentang jika saya menjadi Presiden Republik Indonesia, saya bermimpi tentunya, tapi dalam mimpi ini saya ingin mengaturnya dengan lebih baik, saya akan mengatur kabinet saya dengan teman-teman di Kompasiana, sebagai berikut saudara-saudari:

  1. Menko Polhukam: Kapitan Joe
  2. Menko Perekonomian: Mimin Mumet
  3. Menko Kesra: Inge
  4. Menteri Sekretaris Negara:Armand
  5. Menteri Dalam Negeri: Ibu Maria Hardayanto
  6. Menteri Luar Negeri: Abanggeutanyo
  7. Menteri Pertahanan: Engkong Ragile
  8. Menteri Hukum dan HAM: Hamzet
  9. Menteri Keuangan: Ninalevi Levi
  10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Ajinatha

11. Menteri Perindustrian: Herry FK

  1. Menteri Perdagangan:Fitri Y
  2. Menteri Pertanian:Ichlash Damai Asia
  3. Menteri Kehutanan: Amaluddin
  4. Menteri Perhubungan: Halim Malik
  5. Menteri Kelautan dan Perikanan:Julianto Simanjuntak
  6. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Fera nuraini

18. Menteri Pekerjaan Umum: Wepe

  1. Menteri Kesehatan: Posma Siahaan
  2. Menteri Pendidikan Nasional: Djohan Wahyudi
  3. Menteri Sosial: Ajinatha
  4. Menteri Agama:Zen Muttaqin
  5. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata:Edy Priyatna
  6. Menteri Komunikasi dan Informatika:Kimmi Raikko
  7. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Ramli Hasibuan
  8. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Granito Ibrahim
  9. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Odi Shaladduin
  10. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:Si bengal Liar
  11. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara:Michael Sendow
  12. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal:Rony sundanicus
  13. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Afandi Sido
  14. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Irsyalrusad
  15. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Mbahwo
  16. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Bayu Segara

35. Jaksa Agung: Hawa

36. Kepala Rumah Tangga kepresidenan: Langit Queen

Struktur Kabinet diatas nyontek sih hehehe…

Tentu saja akan menyenangkan bukan, banyak alasan kenapa saya memilih anggota kabinet diatas, dengan pertimbangan minimal yang saya miliki, sebagai contoh: saya memilih Hawa untuk menjadi Jaksa Agung karena Hawa adalah wanita Seksi Pemberani, saya yakin hawa bisa menangkap koruptur dan menegakkan Keadilan, saya memilih ibu maria sebagai Menteri dalam Negeri karena keberanian dan kepekaan beliau, saya akan menempatkan Polri dibawah kementrian Dalam Negeri. Alasan kuat saya memilih bapak Djohan wahyudi menjadi Mendiknas karena beliau saya pikir tepat. Mbahwo menjadi sangat merakyat untuk menyediakan Rumah rakyat, Michael akan sangat mengerti bagaimana cara merekrut dan melatih PNS karena dia punya pengalaman di Amerika. Masih banyak lagi yang sudah saya sejelaskan disini tentang para menteri, para menteri adalah pembantu presiden, dan presiden bertanggung jawab penuh, salah kan presiden jika ada kegagalan pemerintahan, jangan salahkan menterinya.

Sebagai presiden bujangan saya merasa perlu mempunyai Kepala Rumah Tangga kepresidenan, saya memerlukan wanita cantik untuk membangunkan saya disetiap pagi dan untuk secangkir teh manis dengan sedikit gula, saya sadar ini akan jadi kontorversi, tapi saya juga yakin rakyat pasti memahami.

Orang pintar akan kalah oleh orang yang licik, tapi orang licik akan bisa dikalahkan oleh orang cerdik…keberanian kita adalah bagian dari kecerdasan kita,,bangkitlah Indonesia.

Advertisements

Responses

  1. ahhhaa.. Mantappps habis..Lumayan, abang jadi menlu. Honorer ke LN nya banyak..hehehhehe

    salam abang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: