Posted by: alfigenk | August 6, 2014

Untuk Lia

menurut saya pribadi, siapa saya adalah bukanlah sesuatu hal yang penting,,saya meminta maaf atas ketertutupan saya dalam hal ini,
saya menyadari konsekwensi dari tulisan saya yang menempatkan judul sebuah nama seseorang pasti akan berdampak sedikit absurd bagi yang mempunyai nama yang sama,,meski sejujurnya saya tidak berharap seperti itu..saya hanya melakukan seperti banyak orang juga lakukan,,..tulisan adalah bahan tafsir untuk pembacanya..saya berterima kasih atas apresiasi anda akan hal ini..
….saya sebenarnya sudah agak lupa bagaimana wajah lia saat ini, ( saya tidak bermaksud menyinggung lia yang anda maksud)..saya sudah lama tidak bertemu atau berinteraksi dengannya,bertahun-tahun,,dulu saya mengenal perangainya dengan baik,,saya sangat memahami dia sebagai gadis remaja dimasa puncaknya, dia gadis yang sangat cantik, dipuja-puji banyak orang,, saya mengakui bahwa lia berdampak besar dalam hidup saya, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi…saya menulis puisi diatas ketika berada di yogyakarta, dalam masa kerasnya kuliah saya.

sejujurnya saya memahami lia dengan baik, saya memahami tiap pandangan matanya meski dia tidak mengatakan sesuatu, tapi saya juga tahu, bahwa lia tidak pernah memahami saya, kami mempunyai background, cara pandang, pola pikir, serta pergaulan yang berbeda…
apapun yang telah terjadi, saya harus berterima kasih kepada lia, karena dia telah memberikan banyak pelajaran kepada saya, memberikan jalan menuju kedewasaan yang baik dan bijak..

saya dulu sering mengirim surat kepadanya (meski tak pernah dibalasnya) sekedar memberitahu dia jika saya juga memikirkannya ditengah sekolah saya yang ketat dan melelahkan..karena dari menulis surat itu lah saya akhirnya bisa menulis sekarang ini..

saya juga sering menemuinya, itu memberi saya belajar berani terhadap perempuan, meski dia tak pernah tahu bahwa dibalik sikap cuwek saya sesungguhnya saya adalah lelaki yang sangat pemalu..

saya dulu juga marah dan cemburu setengah hati, tapi dari situ saya belajar menahan diri..

saya dulu juga pernah memberinya hadiah dengan bunga didepannya, saya membolos dari sekolah dan dihukum hanya untuk membeli hadiah itu, dan ditengah malam sehabis belajar dikelas malam, saya membukusnya dengan hati-hati, dari sini saya belajar menyenangkan hati wanita..

saya dulu juga pernah membelai rambutnya, dia sungguh cantik saat itu..

saya dulu hampir berkelahi dengan pacarnya,berusaha merebut hati lia kembali, disana saya belajar bahwa kekerasan bukanlah tempat cinta berada,

saya juga dihina pacarnya sebagai seorang miskin yang bodoh, disana saya belajar kerendahan hati dan kesabaran…

saya juga merasa dikhianati oleh orang-orang dekat lia, dari sana belajar teliti dan kelicikan seeorang…

saya juga pernah ditolak lia, di hindari, terasa terhina, disana saya berlajar merasakan patah hati,,tapi juga belajar bertahan dan tahu diri..

saya juga meninggalkan lia pergi jauh, tidak memperdulikannya,, dari sana belajar bahwa sungguh hati manusia mutaqallibun (yang berbolak-balik), saya belajar tentang arti harga diri dan kekuatan hati, dan kefanaan cinta manusia itu..

saya tidak pernah berhubungan dengan gadis lain sejak saya bertemu lia sampai dia menikah, saya memenuhi janji saya untuk setia hati untuknya, dari sana saya belajar arti kesetiaan, meskti kadang terasa pahit,,tapi itu baik, coba bayangkan jika saya pacaran terus, saya mungkin tidak pernah belajar dengan keras….^_^

semuanya telah membuat saya menjadi jauh lebih baik saat ini…kesan-kesan dan pengalaman masa remaja (saya pikir semua orang juga seperti saya)..maka setelah bertahun-tahun, saya akhirnya memutuskan untuk memuat tulisan ini, sebagai tanda terima kasih saya untuk segalanya,,puisi yang mungkin penuh dengan makna,,makna yang mungkin akan memberi kita pencerahan yang lebih baik tentang arti cinta, kebahagiaan, dan kenangan masa lalu yang pahit…cinta adalah kejujuran…

sampai kan salam balik saya untuk lia, saya meminta maaf jika ada kesamaan atau kemiripan kejadian,, banyak lia didunia ini, ada banyak alfi didunia ini.. dan ada banyak kesamaan peristiwa didunia ini..masa lalu adalah masa lalu, dan saya bukan orang yang suka memandang mundur kebelakang.. semoga kebahagiaan adalah untuk lia…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: