Posted by: alfigenk | September 25, 2014

Ensiklopedia Koruptor

13415007101119834952

 

Lama saya tidak berjumpa dengan amat gandut, teman saya itu menghilang selama beberapa lama. Bisnis yang selalu kami bicarakan nampaknya akan gagal total. amat gandut, teman yang saya sering merencakan bisnis dengannya untuk masa depan lebih baik telah menghilang tanpa kabar. Beberapa kali saya singgah kerumahnya, dia dinyatakan tidak ada oleh ayahnya sendiri.

Setelah satu bulan, baru lah saya mendapatkan kabar, ternyata teman saya amat gandut itu sedang stress berat, dan memutuskan untuk bertapa selama satu bulan dirumahnya, segera lah saya menjenguk dia kerumahnya, dan dengan simpati yang mendalam saya mengatakan bahwa stress dia itu telah mengakibatkan rencana bisnis semua gagal total.

Dengan cemberut dia berkomentar,’ aku berharap bisa jadi kurus dengan bertapa dalam kamar, satu bulan disana, malah tidak ada perubahan, tubuhku tetap seperti drum, dan kamu dating malah langsung protes, bisnis bisa kita coba lain waktu”.

Saya kemudian menghisap rokok saya, rokok dji sam soe yang saya beli batangan diwarung sebelah rumah amat gandut, merokok membantu saya mencoba memahami apa yang terjadi dengan amat gandut lebih teliti lagi.

Setelah setengah batang rokok saya habis termakan api, baru lah saya mengerti, amat gandut rupanya telah diberhenti mengajar di sekolah yang selama ini dia bisa mendapatkan penghasilan untuk hidupnya sehari-hari, dan dia nampaknya tidak ingin bercerita kepada saya, karena mungkin malu tidak dapat bertahan disana.

“ bukan karena uang gaji yang tidak cukup itu, tapi karena tekanan psikologis dari pihak yayasan yang selalu tidak imbang dengan penghargaan yang saya dapat, aku ini bukan orang bodoh, uang bukan lah segalanya, tapi yayasan itu, hanya mementingkan diri mereka sendiri.” Amat gandut berceramah dengan singkat dan saya mengerti hal itu selalu membuat dia pusing tujuh keliling.

Saya tidak banyak bicara hari ini, dan setelah dua batang rokok saya habis, saya pamit pulang ke rumah, tapi kami berencana besok sore akan ke rumah utuh bajak, teman kami yang rajin baca buku diperpustakaan daerah.

Utuh bajak percaya dan sangat yakin, jika beternak kambing akan membuat kami kaya raya dalam beberapa tahun yang akan datang, tapi saya menggugatnya, kambing susah ditangkap menurut saya, dan sering memakan tanaman tetangga, ini akan memakan banyak biaya tak terduga apabila ada tuntutan ganti rugi. Namun amat gandutnya rupanya punya ide lain, beternak biri-biri bisa lebih aman dan biri-biri tidak memakan daun singkong tetangga.

“tapi kambing tidak perlu dimandikan seumur hidupnya, itu lah keuntungannya, apakah biri-biri juga dimandikan?..tanya utuh bajak dengan sedikit penasaran.
‘tentu saja biri-biri juga tidak mandi, kita akan hemat air”…kata amat gandut serius.
Saya menyimpulkan, bahkan kambing yang tidak suka mandi saja punya harga tinggi, ini memusingkan sekali. Dan kami menjadi tertawa-tertawa.
Kami sadar, bahwa yang kami bicarakan ini hanya untuk membuang waktu kami sendiri, kelelahan dalam mencari sesuap nasi.
Amat gandut kemudian berceloteh, bahwa para koruptur yang telah menghancurkan dirinya, tekanan psikologis dari yayasan disekolah dia dulu adalah sebuah konspirasi untuk dengan sengaja menyingkirkan dirinya, akhirnya dia sendiri menyerah dengan berhenti secara sukarela, dia paham segala pandangan kritisnya tidak lah menyenangkan bagi orang-orang tertentu.
Menurut saya, itu bisa saja benar, jika hipotesa yang dia buat itu berdasarkan beberapa penelitian yang amat gandut sendiri lakukan, meski itu subjective..subjektive tidak selalu salah, jika kita bisa menempatkan dengan tepat, dan itu adalah hak kita untuk menilai.
Utuh bajak berpendapat, bahwa koruptor itu seperti kambing, yang semakin bau akan semakin mahal, menjadi koruptor merupakan sebuah kebanggan tersendiri, dan bau koroptur akan sangat menyegarkan dan eksluvise, seperti kambing yang tidak pernah mandi itu dan suka makan tanaman tetangga.
Kami tertawa-tertawa,,pembicaran ini sebenarnya tidak banyak gunanya..mana ada dari kami ini yang mampu beternak kambing atau biri-biri, tidak punya lahan dan uang.
Menurut utuh bajak, amat gandut sekarang terlihat lebih kurus.
Amat gandut langsung sumriah, dan membosongkan dada, “ utuh..siap-siapa habis ini aku traktir kamu makan pisang goreng, gratis lima biji”…kata amat gandut sambil senyum-senyum…
Utuh bijak dan saya jadi tertawa lagi dengan lebih nyaring.
Lalu tiba-tiba amat gandut bertanya kepada utuh bajak, buku apa yang kamu suka baca diperpustakaan daerah, dengan santai utuh bajak menjawab bahwa dia sangat menyukai buku enseklopedia.
“Nahhh…’..amat gandut gandut berteriak….” Harusnya kita punya buku khusus tentang enseklopedia koruptur di Indonesia ini, agar kita bisa mengenal biografi mereka lebih dalam lagi, enseklopedia lengkap, dari sejarah keluarga, kampung halamannya, ayah ibunya, kakek neneknya, istri dan anak-anaknya, menantu dan cucu-cucunya, sampai mertuanya, ipar-iparnya, paman bibinya, keponakannya, teman sekolahnya, guru-gurunya, kampus dimana dia kuliah, ”..
Ide amat gandut diatas mengherankan buat pikiran saya, mengherankan, kenapa harus amat gandut yang berpikir seperti itu, tidak para pemberantas korupsi si kota sana.
“ agar kita bisa mengenal sanak keluarga mereka juga, jadi nanti kita bisa tahu yang mana anak dan cucu koruptor, kita bisa ajak mereka memelihara kambing” kata amat gandut..
Hahaha dan kami tertawa lagi……
ini melelahkan, dan kami seharusnya sudah pulang kerumah masing-masing, karena ayam-ayam kami belum diberi makan sore ini.
Sebelum pulang, saya bertanya kepada amat gandut, kenapa ingin menjadi lebih kurus, amat gandut menjawab dengan berbisik…’saya ingin jadi tentara”…
Saya jadi tertawa lagi..”oke, siap komandan”..kata saya
Amat gandut pun tersenyum-senyum denga puas………..siap komandan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: