Posted by: alfigenk | September 25, 2014

[FISUM] Burung Beo

13426230501415445334

 

Sayang sekali si mahmud dengan burung beo miliknya, sampai-sampai dibelikannya kurungan burung yang harganya lima juta,

Burung itu dia beli setahun yang lalu di pasar sabtu, dekat martapura, warnya hijau dan merah, paruh burungnya berwarna putih, khas burung beo asli kalimantan.

Setiap hari burung itu diajari si mahmud untuk bisa bicara, “mahmud bungas , mahmud bungas” yang artinya mahmud yang tampan, mahmud yang cakep..

Sampai-sampai istrinya marah, kenapa harus diajarin bicara “mahmud bungas”, bukannya “Assalamualaikum” atau “Bismillah”… terlihat tampan pun tidak si mahmud itu.
mahmud hanya diam saja tak peduli,,

Si utuh dan si anang, dua urang anaknya mahmud pun juga protes, kurungan burung beo ayahnya diletakkan didepan kamarnya,, si mahmud mengancam tidak akan memberi uang kepada utuh jika terlalu banyak protes.

Tiap hari pulang kerja, ketika dilihatnya burung beonya, diangkatnya tangannya, maka langsung saja burung beo itu bersuara,,mahmud bungas, mahmud bungas..senyum-senyum lah sendiri si mahmud senang…

Kadang-kandang burung beonya itu dia bawa ke pasar, sekedar hendak pamer dengan teman-temannya, ketika diangkatnya tangannya..burung beo-nya langsung saja bersuara, mahmud bungas, mahmud bungas,,,makin senang lah si mahmud, dipasar pun dia terkenal.

Si mahmud rupanya tambah rejeki dengan memelihara burung beo ini, dan si mahmud berencana akan pergi umrah ke tanah suci minggu depan ini.

“Utuh, Anang..sini kalian”..kata utuh mahmud memanggil kedua anak lelakinya..

Dua anak lelakinya itu datang dengan malas menemui ayahnya

”Abah minggu depan mau Umrah sama mama” kata Si mahmud senyum-senyum..

“Kalian berdua nanti jaga baik-baik burung beo abah ya, jangan sampai kelaparan atau hilang, abah dua minggu pergi umrahnya”..perintah Si mahmud kepada anaknya..

Utuh dan anang hanya mangut-mangut saja

Maka pergi lah mahmud dengan istrinya untuk berumrah ke tanah Suci

Setelah dua minggu, datanglah si mahmud dari tanah Suci dengan kopiah hajinya, langsung saja mencari burungnya, tapi anehnya burungnya tidak bersuara lagi..tidak ada suara “mahmud bungas” lagi..

Suara burung beonya berubah,,apabila di pancing dengan tangan, burung beonya bersuara lain..
“ehmm..ehmmm..ehmmm ahhhh”

Mahmud jadi bingung..dicobanya lagi dipancing burungnya tetap saja suara “ehmm..ehmmm..ehmmm ahhhh”..

Beberapa kali dipancing tetap saja burungnya bersuara “ehmm..ehmmm..ehmmm ahhhh”

Mahmud jadi kawatir burungnya sakit…dia memanggil utuh dan anang,,

“kenapa burung abah jadi sakit?..tidak diberi makan ya?”..mahmud marah kepada kedua anaknya lelakinya…

“kami tidak tahu bah, sudah kami beri makan sesuai jabwal, itu lihat dia sehat saja”

“Tapi kenapa suaranya berubah, kalian apakan ha?..”

“Tidak kami apa-apa kan bah, kali saja dia merajuk dengan abah, karena ditinggal lama, kami juga sibuk bah, jadi jarang mengurus burung abah”..

Mahmud jadi bingung tujuh keliling, ada ada ini dengan burungnya, mahmud jadi sedih, burungnya tetap saja bersuara “ehmm..ehmmm..ehmmm ahhhh”

Beberapa hari kemudian, mahmud didatangi tetangganya, tetangga itu cerita bahwa selama mahmud pergi umrah, burung beonya sering digantung di belakang rumah dekat jamban, hampir tiap hari,.

Mahmud akhirnya sadar suara yang ditiru oleh burung beonya itu datang dari mana

“ehmm..ehmmm..ehmmm ahhhh” dasar jamban.

Alfigenk Ansyarullah
No. 17

Untuk melihat karya yang lain silahkan di Klik di sini

cinta fiksi

silahkan bergabung di sini fiksiana comunity

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: