Posted by: alfigenk | November 11, 2014

Ayo, Menjadi Pegawai Negeri..!!!

13587667461298672721

Ayo, Menjadi Pegawai Negeri..!!!

Oleh: Alfigenk Ansyarullah

Hari senin, ini adalah hari yang lelah dalam bekerja bukan?, hari dimana semua aktivitas kembali dimulai, manusia diharapkan mempunyai aktivitas untuk mencari rejeki dan sebaliknya manusia juga diharuskan untuk mempunyai waktu untuk beristirahat menikmati hidupnya. Berbagai keseimbangan dalam menjalani hidup di dunia ini akan membuat hidup kita menjadi lebih nyaman dan tenang.

Hari ini dalam sebuah percakapan telefon dengan seorang sahabat yang lama tidak bertemu membuat saya ingin menulis saja. Kami berteman semenjak kami sama-sama hidup dalam satu asrama di pesantren dahulu.

Teman saya itu, coba kita beri nama Sulaiman, seorang yang dalam waktu muda, seumuran dengan saya yang berumur dibawah 30 tahun, melejat cepat dalam karirnya, dari seorang bawahan dalam satu dua tahun berhasil menjadi salah satu manajer di perusahaan pembiayaan terkenal di negara ini. Dari tukang tagih-tagih hutang. sekarang menjadi seorang yang memberikan persetujuan sebuah kredit baru bisa diberikan, dan dia tentu saja mendapatkan gaji yang tinggi, yang pasti lebih tinggi dari pada gaji saya.

Tapi dalam percakapan di telefon siang ini, sulaiman berkeluh-kesah, sulaiman ingin berhenti bekerja, tidak enak katanya kerja diperusahaan. Saya tidak memberikan komentar banyak dalam keluh kesahnya, menurut saya hal itu hanya sebuah kebosanan rutin dan terjadi pada setiap orang yang telah bekerja dalam dua tiga tahun dalam pekerjaan yang sama.

Yang menarik dalam keluh kesah sulaiman ini adalah adanya keinginan dia untuk menjadi PNS atawa Pegawai Negeri Sipil, menurut sulaiman menjadi PNS sepertinya sangat menyenangkan, bukan masalah gajinya yang membuat dia tertarik tapi prestesius seorang PNS lah yang dia cari, PNS dengan baju seragam terlihat sangat gagah.

Saya berpikir lagi dalam-dalam, saya setuju dengan pendapat sulaiman terhadap PNS, terlihat gagah dengan pakaian seragamnya dan mempunyai kekuasaan apabila berhasil menjadi pejabat, pertanyaannya kemudian siapa juga yang tidak ingin menjadi PNS di negara tercinta kita ini?.. jawaban saya adalah banyak orang yang tidak mau menjadi PNS hehehe

Banyak teman-teman saya yang tidak mau menjadi PNS dengan berbagai alasan, alasan paling banyak berkisar dengan tidak berkembangnya pemikiran dan hancurnya idealisme ketika harus menjadi bagian dari birokrasi, “seseorang yang kehilangan idealismenya adalah seseorang yang telah kehilangan harga dirinya” begitulah prinsip yang teman-teman saya pegang, beruntungnya teman-teman saya ini mendapatkan impiannya masing-masing dengan pekerjaan yang mereka nikmati dengan senang hati. Jika semua orang bercita-cita menjadi PNS apa jadinya negara ini, bisa bangkrut bangsa ini jika para pemuda hanya seperti itu.

Ingin menjadi PNS bagaimana caranya?

Kembali kepada masalah sahabat saya sulaiman, menjadi PNS? kenapa tidak wahai temanku? Jika kamu punya hasrat, minat, keinginan, impian dan semangat untuk itu, menjadi abdi negara adalah sebuah kehormatan yang berbalut tanggung jawab.

Ada anekdot bahwa hanya orang yang beruntung yang bisa lulus test CPNS, anekdot yang telah merasuk kebanyak orang. Anda tidak perlu pintar atau cerdas, tapi anda hanya perlu beruntung. Dengan anekdot seperti itulah beribu-beribu orang setiap tahun mengikuti test CPNS.

Tidak ada standarisasi pasti dalam penerimaan CPNS adalah penyebabnya, sehingga jangan heran jika anda mendapati orang yang pintar tidak lulus CPNS atau orang yang selama ini anda lihat tidak suka belajar, nakal dan bahkan tidak pintar dengan nilai rendah malah lulus CPNS, begitu lah, anekdot beruntung dalam test CPNS ada benarnya. Anekdot ini membuat semua orang yang mempunyai nilai rendah di ijazah mereka menjadi percaya diri, dan membuat orang yang nilai ijazahnya tinggi menjadi ciut hati dan kehilangan semangat. Kerja keras mereka dalam belajar untuk mendapatkan nilai yang tinggi di ijazah tidak banyak berguna dalam mencari pekerjaan.

Itu lah sebabnya pula jika banyak birokrat yang gagah dalam seragamnya itu tidak banyak membuat perubahan di negara kita ini, pelayanan mereka menyedihkan, karena perekrutan PNS yang untung-untungan tersebut membuat banyak dari mereka juga cari-cari untung. dan Orang-orang yang pintar lebih banyak tersingkir.

Untuk sahabat saya sulaiman saya memberikan sedikit informasi baru, bahwa logika keberuntungan dalam test CPNS sedikit demi sedikit akan hilang. Anda harus pintar untuk lulus CPNS, anda harus memenuhi berbagai kreteria dan nilai sesuai standar untuk bisa lulus CPNS.

Era baru ini akan sangat menyegarkan, membuat orang-orang akan lebih bekerja keras dalam belajar, membuat orang-orang lebih memperhatikan perilaku dan karakter mereka sendiri, akan ada pertanyaan apakah aku cukup pantas dan bisa bertanggung jawab untuk menjadi CPNS yang bertanggung jawab kepada negara dan seluruh rakyat Indonesia Raya?

Seorang sahabat saya yang lain baru saja memberi kabar bahwa dia tidak lulus CPNS meski dia mendapat urutan nilai salah satu yang terbaik diantara yang lain, seluruh orang yang mendapatkan nilai terbaik diantara mereka di formasi CPNS yang mereka inginkan ternyata tidak lulus, meski nilai mereka terbaik dari yang lain tapi nilai mereka rupanya tidak mendapat standar yang diinginkan pemerintah.

Nah artinya era baru penerimaan CPNS yang lebih adil telah dimulaikan kawan, apakah anda masih ragu karena nanti akan KKN dalam penerimaan CPNS yang membuat nyali anda ciut sebelum bertanding? Jangan takut kawan, di jaman penuh cabaran dimana mata-mata media sangat kritis saat ini harusnya membuat anda jangan takut lagi.

Harapannya ketika orang-orang pintar dan berdedikasi serta intregitas yang baik lulus menjadi CPNS akan membawa perubahan yang juga baik dalam alam Birokrasi negara kita ini. para birokrat lah para penggerak negara kita ini, meraka mempunyai posisi paling krusial dalam pemerintahan, pemerintah yang baik akan membawa kesejahteraan kepada rakyatnya. Berharap boleh saja bukan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi CPNS

Apakah anda tidak keberatanan jika CPNS yang saya maksud disini juga meliputi TNI/POLRI? Tidak ada jawaban berarti pertanda setuju. Karena mereka sama-sama pegawai negara.

Salah satu hal penting yang perlu anda ketahui ketika ingin mendaftar CPNS yaitu masalah golongan kepangkatan.

Tidak perlu harus ijazah S1 atau sarjana untuk menjadi PNS/TNI/POLRI, semua ijazah tingkat pendidikan formal pun sebenarnya bisa, kecuali ijazah Taman Kanak-kanak.

Kenapa golongan dan kepangkatan adalah hal penting untuk diketahui sedari awal? karena dengan mengetahui kepangkatan kita bisa melihat status dan tanggung jawab kita.

Untuk anda yang mepunyai Ijazah SD atau SMP, anda bisa ikut mendaftar CPNS Golongan 1, pangkat golongan 1 setingkat dengan tamtama di TNI dan POLRI. Dengan tanda kepangkatan dimulai dari prajuit dua dan diakhiri dengan kopral kepala, begitu pula dengan POLRI yang dimulai dengan Bayangkara 1, ijazah terendah untuk mengikuti test untuk golongan ini adalah ijazah sekolah Menengah Pertama. Untuk PNS biasa sendiri sebenarnya sudah tidak penerimaan kembali,kecuali pengangkatan dari Honorer.

Untuk yang mempunyai Ijazah SMA, anda bisa mendaftar CPNS Golongan II, golongan II sebanding dengan bintara di TNI dan POLRI, dengan pangkat pertama sersan Dua di TNI dan Brigadir dua untuk POLRI. Untuk PNS sendiri sangat jarang penerimaan golongan II, ada beberapa yang bias any menerima seperti satuan polisi pamong praja, kesatuan polisi penjara dan polisi kehutanan, untuk staff biasa biasanya golongan II diangkat secara honorer.

Untuk anda yang mempunyai Ijazah S1, anda bisa mendaftar pada golongan III setara Perwira di TNI dan POLRI dengan pangkat letnan dua pada TNI dan padaInspektur Polisi Dua pada POLRI,

Jika anda yang mempunyai ijazah S2 dan S3 anda bisa mendaftar pada golongan III/b dan III/c. Biasanya kepangkatan ini paling banyak dicari diperguruan tinggi untuk menjadi dosen, meski ada juga beberapa instansi pemerintah yang juga mencari lulusan S2 dan S3 untuk menjadi pegawai mereka.

Untuk gaji akan disesuaikan dengan golongan kepangkatan masing-masing, gaji pokok golongan I di PNS dan Tamtama di TNI/POLRI adalah sama, yang berbeda mungkin hanya tunjangan di masing-masing instansi saja, tapi itu tidak lah banyak perbedaan. Begitu pula pada golongan II dan Golongan III, gaji pokok golongan III dengan Perwira TNI/POLRI adalah sama.

Jika anda seorang sarjana dan kemudian anda lulus CPNS maka anda setara dengan Perwira TNI/POLRI, maka anda jangan bingung jika ada seorang tamtama TNI/POLRI hormat kepada anda karena pangkat anda memang lebih tinggi. Meski sedikit sekali para PNS menyadari hal ini, sehingga mereka menyangka bahwa TNI/POLRI statusnya berada diatas mereka, padahal anggapan seperti itu adalah salah.

Untuk POLRI, sebenarnya status mereka saat ini adalah Sipil bersenjata, status mereka adalah transisi dari karakter militer di masa ABRI menjadi Sipil, saya juga bingung kenapa POLRI harus dibedakan dengan PNS, padahal menurut saya hal itu tidak diperlukan lagi melihat PNS sendiri seperti Polisi penjara dan kehutanan juga pakai senjata, sebagian satuan Intiligen Sipil Negara juga memakai senjata, beberapa satuan Polisi Pamong Praja juga bersenjata.

Di setiap hari senin, Para PNS biasanya diwajibkan memakai pakai hijau Hansip, atau Pertahanan Sipil, hijau yang mirip tentara. Rahasianya adalah negara kita ini mempunyai prinsip Pertahanan Rakyat Semesta, maka jika negara kita mendeklarasikan perang, maka seluruh rakyat akan dimobilisasi untuk perang, termasuk PNS. Meskipun tugas pertahanan dimasa ini dipegang oleh TNI dengan personel terbatas. Kasarnya adalah PNS adalah militer cadangan.

Catatan lain yang perlu anda lihat adalah di TNI/POLRI ada sedikit ketentuan dalam hal pernikahan, seperti anda tidak boleh menikah dalam dua tahun tugas pertama anda, dan bagi bintara dan perwira mereka biasanya mempunyai kebijakan tersendiri yang tidak tertulis, misalnya calon istri/suami harusnya mempunyai standar pendidikan tertentu, misalnya calon isteri seorang perwira harus lah minimal berpendidikan S1. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menyeimbangkan saja. Tapi untuk PNS sendiri tidak ada batasan apapun.

Mari lah wahai pemuda-pemuda terbaik di negara ini mau menjadi PNS/TNI/POLRI. Mari kita bawa bangsa dan negara ini menjadi lebih baik di tangan kita.

Sulaiman, sahabat lama saya itu berjanji akan mulai belajar keras agar bisa lulus menjadi PNS,

“Masa depan bangsa ini ada ditangan kita anak-anak muda, alfigenk”

Begitu kata Sulaiman kepada saya, dan saya setuju dengan kata-katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: