Posted by: alfigenk | November 11, 2014

Cerita Tentang Hujan

13540217151562147403

Cerita Tentang Hujan

oleh: Alfigenk Ansyarullah

Kami bercerita tentang hujan, Yang tiap tahun datang dengan pasti, rintik-rintik, gerimis. Kami menyukainya, merasakan tetesan hujan.

Kami ingin menceritakannya tanpa metapora yang berlebihan, saat banjir datang, kami berenang beramai-ramai di sawah-sawah yang tenggelam. Memakai perahu-perahu kecil kami yang lama tak terpakai dibelakang rumah, lapuknya yang kian merayapi kayunya itu masih bisa kami gunakan bermain-main. Perahu kami bawa ke tengah sawah, dengan pemandangan cerah musim hujan, dengan angin sepoi khas musim hujan, dengan bau-bau rumput yang mulai membusuk karena tenggelam oleh banjir, dengan ikan-ikan besar yang keluar dari tanah setelah hibernasi berbulan-bulan di musim kemarau, dengan kodok yang begitu girang ingin kawin dimusim hujan yang dingin, kami bercengkrama bersamanya, kami adalah anak-anak penanti hujan.

Kami akan menceritakan tentang orang-orang yang berkelahi dengan hujan, denganmembucah serapah hinaan tentang hujan yang membawa banjir, membuat kaki-kaki menjadi dingin dan kasur menjadi basah,mereka orang yang melupakan hujan adalah rahmat, melupakan hujan adalah kegembiraan, melupakan hujan adalah kesejukan, melupakan hujan di mana doa akan dikabulkan , melupakan hujan dimana daun pisang dan keladi menjadi payung, melupakan hujan dimana angin berhembus keras dan berputar-putar, melupakan hujan dimana langit akan bernyanyi bersama petir, guntur dan guruh, melupakan hujan dimana kita basah kuyup dengan menyenangkan, melupakan hujan dimana kita begitu nyaman memeluk kekasih.

Kami Merindukan hujan begitu lama, menanti di pinggir sawah, memandangi langit, berharap mendung akan datang dan berkumpul, berharap cemas semoga rintik-rintik hujan turun, berputar-putar dan berlari-lari, berteriak-teriak, sebagian orang berkhotbah dan bersujud memohon tetesan air turun untuk menyejukkan kehidupan.

Hujan akan datang, membuat rumput kembali hijau, membuat bunga-bunga kembali mekar, membuat buah-buah manis menjadi matang, membuat katak-katak kecil bermunculan, membuat ikan-ikan kecil datang entah dari mana, membuat semuanya terasa menyenangkan.

Kami tidak dapat menceritakan dengan detil, akan kaki kami yang becek, akan kaki kami yang berbau lumpur, dimana padi yang telah di semai telah meninggi dan menyebar harumnya, dimana kumbang-kumbang telah beterbangan bersama-sama burung menghibur kami disawah, bersama hujan, bersama banjir, bersama arus sungai, bersama matahari musim hujan yang indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: