Posted by: alfigenk | November 11, 2014

Diaspora urang Banjar di Malasysia

http://rindaazmi.student.umm.ac.id/2011/07/08/tarian-daerah-khas-kalimantan-selatan/

Diaspora urang Banjar di Malasysia

Oleh: alfigenk Ansyarullah

Kembali terganggunya hubungan indonesia dan malaysia baru-baru ini karena adanya perlakukan tidak manusiawi terhadap tenaga kerja wanita Indonesia disana menjadikan hubungan kedua negara menjadi panas. Tidak salahnya jika saya mencoba untuk ikut campur memberikan sedikit informasi yang mungkin bisa memberikan dampak positive bagi hubungan kedua negara nantinya, agar rasa saling memahami dan menghormati antara rakyat kedua negara semakin baik di kemudian hari.

Suku Banjar, adalah salah satu suku terbesar di daerah selatan pulau Kalimantan, yang menurut catatan belanda di tahun 1930-an 40% dari suku banjar ini berdiaspora keluar dari daerah asal mereka di selatan Kalimantan. Bahkan saat itu melebihi diaspora suku minang.

Suku banjar sendiri merupakan suku yang dibentuk secara politik dari percampuran suku-suku dayak dan melayu di daerah rawa-rawa besar di selatan kalimantan yang dipengaruhi berbagai budaya yang datang silih berganti dari budaya hindu dan budha sampai terakhir agama islam yang sekarang menjadi identitas utama suku banjar.

Memang tidak seperti suku lain yang terkenal seperti minang, bugis, melayu, batak, aceh atau jawa, suku banjar hampir tidak di kenal sebagai suku diaspora, bahkan sejujurnya suku banjar hampir tidak tertulis dalam buku-buku pelajaran di sekolah-sekolah di Negara ini, harus di akui, suku banjar sangat sunyi dari penelitian dan publikasi.

Diaspora suku banjar sendiri dimulai secara besar-besar pada abad ke 18 ketika terjadi prahara politik di kerajaan banjar, selanjutnya pertengahan abad 19 di mulai lah migrasi kedua secara besar-besaran ke sumatera dan tanah melayu karena perang banjar dan barito yang berkecamuk selama 50 tahun lebih, kemudian di awal abad 20 ketika perang barito berakhir lagi migrasi besar terjadi menuju sumatera dan tanah melayu. Migrasi keluar sumatera dan malaya berkurang dratis setelah kemerdekaan Indonesia.

Saat ini Komunitas terbesar diaspora suku banjar di luar pulau kalimantan dapat kita temui di sumatera tepatnya di daerah Muara tungkal jambi, Tembilahan kabupaten Indragiri hilir Riau dan juga menyebar di tanah deli di sumatera utara seperti di Langkat, serdang bedagai dan Medan.

Kampung banjar juga ada di daerah gorontalo, dan Lombok, solo dan Yogyakarta, semarang dan Surabaya, bangil, pasuruan, ada juga komunitas kecil di manado, makasar, bali dan batam.

Migrasi urang banjar setelah kemerdekaan ke kota-kota besar di indonesia lebih dikarekan faktor ekonomi yaitu budaya berdagang,khusus urang banjar yang berasal dari hulu sungai seperti orang Nagara biasanya mengusai perdagangan kayu, urang Alabio terkenal sebagai pedagang kain, mereka berani merantau hanya bernodal gunting untuk menjahit atau memotong rambut, selain itu ada juga orang kalua yang pandai bertani, orang Pamangkih yang pandai membuat dan berdagang kasur, atau dari daerah banjar kuala seperti urang martapura yang pandai berdangan intan, sangat mudah sekali urang banjar yang berdagang intan di jakarta, batam atau kota-kota besar lainnya. selain berbagai kepandaian itu urang banjar juga terkenal pandai dalam hal ihwal ilmu agama sehingga banyak pula urang banjar yang merantau untuk menjadi guru-guru agama, daerah perantau mereka saat ini masih menuju daerah kota-kota besar di pulau jawa, sulawesi dan bali serta batam

Urang banjar sampai saat ini masih berdiaspora hampir ke seluruh Kalimantan tengah dan Kalimantan timur, dan tentu saja dapat banyak kita temui di provinsi baru Kalimantan utara. Komunitas banjar juga bisa kita temui di Kalimantan barat, seperti di Pontianak dan daerah-daerah kantong perbatasan dengan Kalimantan tengah, serta beberapa komunitas sudah mulai tumbuh di perbatasan Malaysia.

Selain itu beberapa laporan orang banjar juga ada di daerah banten dan lampung.

Urang banjar di Malaysia

Diaspora Orang banjar terbesar di luar negeri terdapat di Malaysia,

Selain di Malaysia , komunitas urang banjar juga ada di singapura, brunei, Thailand, Saudi Arabia (kebanyakan di mekkah), serta ada komunitas kecil keturunan banjar di belanda, dan menurut laporan di tahun 60-an ada orang-orang berbahasa banjar dekat pelabuhan di srilangka yang melayani para jamaah haji yang singgah di pelabuhan disana.

sebualan yang telah lalu, saya mendapati seorang Malaysia di daerah saya, beliau rupanya sedang jalan-jalan ke daerah lelulurnya sendiri, yaitu tanah Banjar, tidak ada perbedaan bahasa antara kami dalam bahasa banjar, meski beliau sudah beberapa generasi di Malaysia, bahasa banjarnya masih pasih.

Memang dalam sepuluh tahun ini terjadi kegilat tumbuhnya komunitas banjar di Malaysia, adanya sosial media seperti facebook dan mudahnya komunikasi saat ini telah menjadikan banyak orang Malaysia keturunan banjar mencari kembali identitas mereka yang selama beberapa dekade telah terputus komunikasi dengan daerah asal. Saat sekarang ini adalah masa emas dalam hubungan urang banjar indonesia dan malaysia setelah kedua negara masing-masing merdeka, komunikasi dan silaturahmi antara urang banjar kedua negara sangat intens.

Insiden terakhir tentang pemerkosaan TKI wanita oleh beberapa polisi Malaysia mengingatkan saya bahwa salah satu mantan kepala kepolisian diraja Malaysia adalah urang banjar. dan mungkin banyak urang banjar yang menjadi polisi dan tentara di malaysia.

Awal abad 19 imigran terbesar di malaysia setelah suku jawa adalah suku banjar, namun tidak seperti suku jawa yang migrasinya sampai saat ini masih berlanjut ke malaysia, migrasi urang banjar malah diperkirakan terhenti pada akhir tahun 1940-an. diperkirakan ada sekitar dua juta keturunan banjar di malaysia sampai tahun 2012 ini.

Di malaysia urang banjar masih berbahasa banjar dengan baik dan mempunyai karakter dan budaya kuliner yang hampir sama dengan daerah asal mereka di Kalimantan. Kantong komunitas banjar dapat kita temui di johor, perak, kedah, negeri Sembilan, dan menyebar hampir ke seluruh semenanjung, perkampungan banjar juga bisa didapati di sabah dan Sarawak yang sudah ratusan tahun tumbuh disana.

Pencarian saya di internet dan komunikasi saya dengan beberapa facebooker Malaysia keturunan banjar memang menyatakan bahwa urang banjar di Malaysia hampir bisa dipastikan mempunyai karakter yang hampir sama dengan urang banjar yang ada di Kalimantan dan sumatera saat ini, di Malaysia urang banjar lebih di kenal sebagai suku yang pemanas namun taat dalam beragama..

Sampai tahun 60-an jarang sekali urang banjar menjadi pegawi pemerintah, kecuali sebagai guru agama.

Apabila ada orang melayu membawa pisau maka bisa dipastikan mereka ada lah urang banjar. Urang banjar terkenal pemberani dan sering membuat gaduh jika di ganggu dan pantang untuk mengalah kalau di tantang, hampir di semua rumah urang banjar bisa di temui parang panjang. Urang banjar terkenal pemberani melawan komunis china di masa-masa sebelum dan sesudah kemerdekaan malaysia, sampai saat ini pun ketika terjadi rusuh di kuala lumpur dengan orang china di yakini urang banjar adalah pelakunya.

Dengan steoretif seperti itu lah  setelah kemerdekaan Malaysia banyak orang banjar yang menyembunyikan ke banjarannya di Malaysia dan lebih memilih dianggap sebagai suku melayu biasa.

Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, ada kembali kepercayaan diri urang banjar akan identitas kebudayaan mereka. Komunikasi dan silaturahmi melalui sosial media seperti facebook atau saling mengunjungi antara keluarga banjar di Malaysia dan di Indonesia juga semakin sering dilakukan.

Pendidikan yang baik dan maju di malaysia membuat urang banjar-banjar juga semakin maju, banyak orang banjar yang menduduki jabatan penting di malaysia bahkan menjadi menteri.

Maka dari pada itu lah saya melihat arti penting diaspora urang banjar di Malaysia untuk bisa mewarnai hubungan kedua Negara Indonesia dan Malaysia agar bisa lebih saling mengerti secara budaya dan sejarah, harus ada tindak lanjut dari pemerintah kedua negara untuk saling memperkuat kerjasama dalam berbagai bidang sebagai sesama negara yang berasal dari satu akar. Dan dalam konteks ini, urang banjar di malaysia juga perlu diperhatikan oleh pemerintah di malaysia sebagai sebuah suku yang mempunyai akar sejarah kuat di indonesia. Bukan hanya suku jawa, bugis atau minang, aceh atau bawean saja yang mempunyai jaring diaspora di malaysia dan mewarnai perpolitikan malaysia tapi juga ada suku banjar disana.

Saat saya bertemu dan berbicara dengan orang malaysia keturunan banjar di kampung saat itu, komunikasi kami dengan bahasa banjar sangat menyenangkan, beliau baru pensiun dari sebuah BUMN malaysia dengan posisi jabatan yang sangat tinggi. Dalam perbincangan kami, saya juga melihat perilaku beliau sangat banjar sekali, terlihat beliau berani, taat beragama, dan ingin kawin lagi. Iya, itu lah urang banjar, selalu ingin punya istri lebih dari satu.

Semoga bermanfaat, selamat tahun baru Islam 1434 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: