Posted by: alfigenk | November 11, 2014

Laporan Untuk Tuan VI ( Laporan Pertama dari Negeri Tua )

13541940371785752906

sungai negara.. http://idfl.org/showthread.php?t=28939

Laporan Untuk Tuan VI

( Laporan Pertama dari Negeri Tua )

Oleh: Alfigenk Ansyarullah

 

Tuan,

Saya berangkat menuju ke daerah ini dengan menyusurinya pertama kali dari pelabuhan besar dekat muara barito, saya melayari sungai barito yang sangat besar ini, sungai misterius yang sangat terkenal namun jarang di jelajahi, kemudian saya singgah di sebuah delta besar di muara sungai Bahan atau sungai nagara, di delta besar dari anak sungai barito ini berdiri sebuah kota, ibukota dari sebuah kabupaten. saya berhenti dan bermalam di kota ini, setelah itu saya mengikuti kata hari untuk menuju pedalaman sungai bahan ini, dalam beberapa jam saya akhirnya berhenti disini, saya melihat peta dan membuat tanda silang, benar tuan, saya bertetap hati untuk tinggal disini, dimana kulit saya yang hitam terbakar sama seperti kulit penduduk disini, yang setiap hari terbakar panasnya matahari katulistiwa dan terkurung lembabnya rawa-rawa.

Tuan, ini adalah daerah tua, tempat tumbuhnya bangsa ini mula-mula ratusan tahun lalu. Daerah yang tidak pernah sunyi, daerah dimana peradaban muncul ribuan tahun lalu. Asal-usul penduduknya adalah suku-suku dayak yang saling berbaur, kemudian dihinggapi beberapa agama besar dunia, Hindu dan Budha yang telah meninggalkan beberapa candi, dan kemudian mereka memeluk agama islam sampai saat ini.

Tuan, pemandangan indah di sebelah timur sungguh menakjubkan dari deretan pegunungan meratus yang terasa dekat jika cahaya cerah, dan disebelah barat adalah hutan rawa-rawa yang entah berantah jauhnya.

Tuan, di tempat kelahiran dan masa kecil saya, di desa kecil di breda selatan, ada sebuah padang rumput kecil dan dengan danau di tengah-tengahnya, nenek saya, seorang wanita yang baik sering mengajari saya untuk menikmati aroma bunga-bunga yang mekar di musim semi, menciumi bau-bau udara padang rumput, hutan semak-semak, terkadang kami pergi ke pinggir hutan dengan pepohonan yang lebat menikmati aroma alamnya.

Dan disini tuan, di daerah ini, yang ada hanya rawa-rawa, saya mendapati aroma eksotik, aroma busuk dari tumbuh-tumbuhan yang membusuk, yang sedikit demi sedikit saya sukai.

Rumah-rumah berada di pinggir sungai, berjejer indah dengan bentuk-bentuknya sendiri, keindahan yang saya pikir terbentuk dengan cara-cara yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

Rumah-rumah itu berbentuk panggung kecil, dari kayu-kayu ulin hitam yang langka dan terkenal kuat, kayu-kayu ulin yang tahan ratusan tahun terendam di dalam air.

Sebagian dari rumah-rumah itu Tuan, sangat luas dan nyaman, angin rawa-rawa berhembus kencang, rumah-rumah itu terlihat lusuh dan kumuh dari luar, tapi sangat bersih dan lapang ketika di dalamnya, saya pernah terkecoh dengan selalu berpikir rumah yang baik dapat di lihat dari tampilan yang baik dari luar, hal itu tidak berlaku disini.

1354193862982297979

sungai negara.. http://idfl.org/showthread.php?t=28939

Perahu-perahu kayu besar dan kecil dengan berbagai bentuk dan ukuran lalu lalang menyusuri sungai besar ini, yang airnya berwarna kuning, sedang disisi kanan-kirinya adalah rawa-rawa tiada batas yang airnya berwarna coklat, perahu-perahu itu bebas ingin pergi kemana saja, menyusuri ke muara atau memudiki ke hulu sungai, atau mengililingi rawa-rawa itu jika ada keinginan. Sungai dan rawa-rawa adalah sumber kehidupan bagi mereka.

Tuan, Mereka adalah nelayan dan petani, peternak pengrajin dan pedangang. menangkapi ikan-ikannya dan menjualnya jauh ke timur, ke kota-kota daratan. Ikan-ikan kecil dari jenis tertentu yang mereka dapat akan mereka simpan sendiri, mereka bersihkan, cuci dan keringkan di bawah sinar matahari, bau-bau busuk ikan tersebut sungguh menggugah selera saya. Sebagian ikan kecil itu juga mereka jual mencari makanan favorit orang-orang daratan.

Mereka menamam padi-padi mereka ketika musim kemarau mulai tiba, kemudian mereka akan datang beberapa bulan kemudian untuk memanennya. Atau mereka menama ubi khas daerah ini, ketika tanahnya subur, ubi-ubi itu akan menjadi sangat besar, dagingnya berwana ungu dan rasanya sangat manis, kadang mereka menanam semangka, semangka yang sangat bayang.

Mereka adalah peternak, membawa itik-itik khas mereka berenang, atau kerbau-kerbau rawa yang pandai berenang itu kese rawa-rawa mereka, kerbau-kerbau itu makan rerumputan sambil berenang.

Mereka adalah para pengrajin yang hebat, diwarisi selama ratusan tahun, dimana dahulu seluruh pusat kehidupan kerajaan berada di daerah mereka, ketika daratan adalah wilayah asing dan primitip. Mereka orang yang hebat dalam mengukir logam, membuat senjata tajam terbaik diseluruh kawasan, bahkan senjata api, mereka membuat seluruh perkakas dapur yang sangat bagus dan kuat.

Mereka adalah pedagang, pedangang hebat dalam kebutuhan dapur, kebutuhan kain, dan dalam perkayuan, mereka mempunyai tradisi yang kuat dalam perhitungan hidup mereka, termasuk sangat ketatnya dalam hal harta dan uang.

Tahu kah anda tuan, sebagian dari mereka ada yang suka mencari harta karun dengan menyelami sungai besar ini, mereka mendapati emas, pedang, dan segala macam barang purbakala yang bersejarah, kemudian mereka menjualnya.

Sesuatau yang sungguh indah di sini adalah saat-saat matahari tenggelam, sinar cerah, sangat cerah, cahayanya mengiris-ngiris, diantara awan-awan yang bergumbal, warna ungu, biru muda, merah muda yang indah, tiada pernah saya mendapati warna-warna yang begitu cemerlangnya di kala senja selain di daerah ini, burung-burung beterbangan berputar-putar dengan nyanyian-nyanyiannya sendiri. Tuan, bahkan seorang gubernur jenderal di masa kolonial dengan sengaja datang ke daerah ini untuk menikmatinya.

Sebelum pemerintah kolonial memindahkan pusat-pusat pemerintahan ke kota daratan, bangsa besar ini menggunakan jalur sungai sebagai jalur transportasi utama. Seiring waktu, jalur sungai ini mulai di tinggalkan, pemerintah kolonial berhasil meredam perlawanan di perairan dengan membuat jalan-jalan di daratan, dan beberapa perkebunan milik pengusaha eropa yang membuka perkebunan tembakau, kopi dan karet di dekade-dekade pertengahan abad 19 telah membawa bangsa air ini hidup ke daratan hingga hari ini.

Tuan, sungguh daerah ini mempunyai banyak misteri yang belum terungkap dan di tulis oleh siapapun setelah pemerintah kolonial menundukkannya.

Musuh utama daerah ini adalah nyamuk, nyamuk yang adalah salah satu penduduk paling utama di daerah ini, kadang di waktu tertentu, orang-orang ini akan menyembah Tuhan mereka di dalam kelambu untuk mendapatkan kekhusuan dalam beribadah, nyamuk disini akan sama banyaknya seperti nyamuk-nyamuk di semenanjung Florida yang menyebabkan orang-orang beraktivitas di kelilingi kawat nyamuk.

Tuan, saya tahu, tulisan saya ini sungguh tidak enak dibaca, begitu kaku dan membosankan, saya harus membiasakan diri dengan menulis memakai tangan saya sendiri, begitu lelah dan penatnya jari-jari tangan saya ini, seumur hidup saya, saya telah menulis dengan bantuan mesin, dan disini saya harus menulis dengan tangan, sangat sulit bagi saya mengolah kata dan kalimat yang bagus dan nyaman di baca, tuan pasti mengerti keadaan saya.

Tuan,dalam masa-masa awal ke daerah ini saya beberapa kali bertemu dengan Van derbilt di kota daratan, dia orang yang cermat dalam menilai sesuatu, dia mengatakan akan segera pulang ke negeri belanda, setelah saya selesai menulis laporan pertama saya kepada Tuan. Selain itu saya berencana akan mengunjungi beberapa teman yang lain di daerah lain dalam beberapa bulan ke depan.

Tuan, saya telah menerima gaji saya dalam bulan ini melalui kantor pos, dua jam perjalan dengan perahu kecil dari tempat saya tinggal, saya tahu gaji saya itu terlihat sangat banyak bagi orang kebanyakan disini yang bertanya-tanya tentang saya yang tidak punya pekerjaan tapi memililiki kiriman uang yang banyak, boleh kah saya meminta agar gaji saya di kirim dalam dua kali pengiriman tiap dua minggu, mungkin itu akan mengurangi kecurigaan banyak orang, itu untuk keamanan saya disini.

Tuan, semoga saya tidak mengecewakan tuan, doa kan saya tuan.

  1. Laporan Untuk Tuan I
  2. laporan Untuk Tuan II
  3. Laporan Untuk Tuan III (Tanjung Tabalong)
  4. laporan Untuk Tuan IV
  5. Laporan Untuk Tuan V (Kereta Dari Banjarmasin)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: