Posted by: alfigenk | January 12, 2017

Mencari Fragmen Al-quran dalam Mantra masyarakat Banjar

dsci1556

dokument pribadi..aruh bapangantinan..kampung mandingin barabai

Mencari Fragmen Al-quran dalam Mantra masyarakat Banjar

Oleh: Andin AlfigenkAnsyarullah Naim

 

”Tulisan ini diambil dalam dari transkrip Wawancara penelitian Penulis ketika menyusun Skripsi yang berjudul ”Fragmen Al-quran dalam Masyarakat Banjar” sebagai Tugas akhir saat kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2008, penulis sengaja tidak mengedit tulisan ini dengan seksama dikarenakan keinginan penulis agar gaya bahasa dan berbagai kesalahan penulisan masih bisa terbaca dan terlihat jelas. Semoga bermanfaat”

 

Penulis melihat bahwa bacaan-bacaan yang penulis teliti ini bisa dimasukkan kedalam tradisi lisan Banjar yang hampir punah, tradisi bacaan ini merupakan sebuah bentuk interaksi masyarakat Banjar terhadap al-Qur’an. Hampir punahnya tradisi ini karena berbagai faktor, termasuk di antaranya adalah pewarisan yang mandek. Hal ini lah yang menyebabkan sangat susahnya untuk mendapatkan orang yang mengetahuinya akan bacaan-bacaan ini. Namun penulis beruntung bisa dapat mendapatkan informasi. Yang dimaksud bacaan itu, adalah bahasa Banjar untuk menyebut mantra.

Dalam beberapa kesempatan ketika penulis observasi, penulis menanyakan kepada masyarakat awam tentang bacaan yang ada ayat al-Qur’annya,  bacaan yang sudah umum dapat di dengar, seperti berikut;

Kun fayakun

Hatap dua bidang

Hakun kada hakun

Amun hatinya sudah rindang

Setiap orang menjadi tertawa, menganggap hal itu lucu, bahkan cendrung mengejek keinginan penulis untuk meneliti hal itu, namun semua orang yang penulis tanyai itu membenarkan bahwa bacaan itu ada, dan bahwa dahulu bacaan tersebut memang mujarat. mereka juga mengakui tidak banyak tahu tentang hal itu. Sekarang, sebagian orang bahkan menjadikan bacaan seperti itu hanya sebagai lelucuan saja, namun meskipun dianggap lelucuan itu juga merupakan satu hal menarik untuk diteliti. Karena begitu lah sebuah interaksi suatu masyarakat terhadap al-Qur’an. seperti contoh berikut yang umum dimasyarakat Banjar;

Sayakulus sufaha

Awak halus tapi tuha

Yang jika di terjemahkan kebahasa indonesia menjadi;

Sayakulus sufaha

Badannya kecil tapi tua

Menurut penulis lelucuan dengan menggunakan al-Qur’an yang sangat di hormati seperti diatas, tidak akan ada kecuali memang ada preseden. Dan jika kita melirik dalam living Qur’an dimasyarakat, hal ini merupakan salah satu bentuk interaksi terhadap al-Qur’an yang ada dimasyarakat.terlepas itu baik atau buruk, benar atau salah, negatif atau positif.

Sebenarnya penulis mewancarai sekitar tiga belas orang yang penulis perkirakan bisa memberikan informasi. Namun penulis hanya mentraskrip hasil wawancara terhadap sembilan orang yang penulis anggap dapat memberikan informasi yang berguna dalam penelitian ini. Dan sembilan puluh persen koresponden penulis berpropesi sebagai Tuan guru, selebihnya adalah hanya sebagai orang yang dihormati karena mempunyai kelebihan dimasyarakat, khususnya dalam hal ihwal ilmu ilmu yang berbau majig.

Kendala yang penulis hadapi ketika melakukan wawancara adalah kebanyakan orang yang penulis wawancarai terkejut dengan yang penulis tanyakan, sehingga mereka  memberikan respon yang agak tertutup, namun terhadap orang-orang yang bisa memberikan informasi banyak adalah orang-orang yang secara intens penulis dekati, artinya penulis tidak melakukan satu kali wawancara saja, tapi beberapa kali, namun dalam transkrip ini penulis hanya melaporkan hasil dari wawancara yang penulis anggap ada informasi. seperti wawancara kepada guru sayuti dan guru untung. Analisis penulis kenapa mereka agak tertutup  adalah bahwa penulis seorang mahasiswa dan menanyakan hal yang aneh, dan kemungkinan alasan lain adalah bahwa bacaan ini sebagian memang menjadi ilmu rahasia bagi sebagian orang.

Selain itu ada beberapa responden yang sudah tua, penulis tidak bisa memaksakan pertanyaan kepada beliau karena beliau sudah terlihat payah dalam menjawab, dan pendengaran yang tidak baik, hasilnya adalah memang sedikit informasi yang penulis terima, namun kadang sangat berharga, seperti wawancara pada tuan guru Hasbullah, meskipun penulis kelihatan begitu akrab dengan beliau dalam pembicaraan, namun beliau tidak banyak menjawab  pertanyaan penulis, beliau lah yang memberikan informasi pertama tentang sistem tafaul, penulis merasa mendapatkan informasi sangat penting saat itu. Dan juga ketika penulis wawancara dengan guru Kusasi, beliau juga mengalami gangguan pendengaran.

Ketika penulis dilapangan mencari informasi tentang orang-orang yang bisa diwawancari, penulis mendapat informasi bahwa hal yang penulis teliti ini merupakan hal yang susah untuk ditemukan, dikarenakan bahwa hal ini dianggap bacaan orang dulu, dan biasanya hanya di miliki atau diketahui oleh orang-orang tua saja, permasalahannya adalah bahwa para orang tua yang dianggap mengetahui ini sudah banyak meninggal. penulis sangat beruntung mendapatkan tuan guru Sayuti dan tuan guru Untung , sebagai tuan guru muda beliau dapat memberikan informasi yang banyak.

Dalam transkrip hasil wawancara ini penulis tidak mencantumkan seluruh hasil wawancara, tapi hanya hal-hal yang penulis anggap sesuai dengan yang penulis cari., misalkan dalam memberitahukan bacaan, ada beberapa bacaan yang tidak mengandung bagian ayat al-Qur’an, maka tidak penulis cantumkan dalam transkrip ini.

2.Pertanyaan-pertanyaan yang Diajukan dalam Wawancara

 

  1. Bagaimana menurut bapak tentang penggunaan bagian (fragmen) al-Qur’an dalam bacaan atau mantra?
  1. Apakah bapak mempunyai atau mengetahui salah satu bacaan atau mantra yang mempunyai atau menggunakan bagian(fragmen) al-Qur’an?
  1. Bagaimanakah penggunaan mantra tersebut?….
  1. Kenapa menggunakan ayat al-Qur’an dalam mantra?
  1. Bagaimanakah cara menggunakan ayat al-Quran?
  1. Menurut bapak bagaimanakah pemaknaannya?
  1. Menurut bapak apakah al-Qur’an itu?
  1. Berikut adalah trankrip hasil wawancara
  1. Wawancara dilakukan tanggal 31 januari 2008

H.M.Arsyad umur 34 tahun beralamat di Desa Tanjung Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Beliau adalah seorang tuan guru muda berumur 34 tahun, beliau sering diundang untuk memberikan pengajian atau pembacaan. Ketika penulis datang untung wawancara denga beliau datang juga secara bersamaan  orang dari kampung beliau yang meminta beliau untuk membaca manakib dirumahnya.

Setelah basa basi, dan memperkenalkan diri serta maksud kedatangan, penulis langsung menanyakan kepada beliau tentang bacaan-bacaan yang mempunyai fragmen ayat al-Qur’annya. Menurut beliau bahwa mantra-mantra atau bacaan yang menggunakan bagian al-Qur’an didalamnya itu adalah sebagai sebuah fatwa orang bahari atau orang dahulu yang secara adat diyakini manjur (paten,mempunuyai tuah).

Namun  hal itu juga harus dikembalikan kepada keyakinan kita untuk kemanjurannya,

Seperti hadist qudsi

Ana inda zanni abdi

Dan disisi lain kita juga harus hati-hati seperti hadis

man fassral qurna bira’yi falyattabu fin nar

 

Apabila menganggap bacaan itu sebagai al-Qur’an maka hal itu adalah salah, apabila tidak(menyakininya), maka hal itu tidak masalah.

Ketika penulis menanyakan apakah beliau mempunyai atau mengetahui salah satu bacaan seperti itu beliau memberitahukan beberapa seperti;

Sayaqulus

Sufaha

Awak halus

Tapi tuha

Bacaan ini diatas hanya untuk percandaan saja.

Dan juga

Iya kana’ budu

Iya kanastain

Hatinya bodo

Matanya kada kalain

Bacaan ini adalah untuk membuat orang yang disukai tidak kelain hati.

Gairil mag

Bacaan ini sebagai penawar penyakit semak

Maqanan qasia

Bacaan orang baunjun (memancing)

Pada bacaan pertama itu hanyalah sebagai bagagayaan saja( percandaan) , Sedangkan dalam bacaan kedua,disana kita harus kembali kepada keyakinan kita akan bacaan tersebut,

Dalam gairil mag dan maqanan kasia..  maknanya disamakan dengan bahasa kita bahasa banjar dengan pengambilan bahasa arab, dipaksakan kebahasa banjar. Jadi,semua itu kembali kepada keyakianan,

Karena al-Qur’an itu walau satu surah yang paling pendek menjadikan seluruh dunia kalah.

Lalu penulis menanyakan apakah dalam hal ini ada keterkaitan dengan ajaran tasawuf, beliau menambahkan bahwa disini ada Ilmu yakin, pengambilan ilmu yakin tersebut adalah dari sifat 20

Dari sifat Allah qudrat dan iradat

Dari sifat Allah yang

Arrahman dan arrahim

Dari dari kalam Allah

Ud uni astajib lakum

Dan penulis juga menanyakan tentang  al-Qur’an menurut pandangan beliau, menurut beliau al-Qur’an adalah kalamullah yang luar biasa. apa saja yang kembali kepada Allah adalah mulya. Dan Siapa siapa yang memungkiri satu surah saja dari surah al-Qur’an dia kafir.

  1. 2. Tanggal wawancara 1 februari 2008
  1. Ahmad arsyad, seorang Tuan guru tua dan di hormati, beliau tinggal di Desa Tabu Darat kecamatan Labuan Amas Selatan beliau umur beliau sekitar 90 tahun menurut penanggalan hijirah, tapi beliau masih terlihat kuat dan gagah, ketika penulis datang ketempat beliau, beliau sedang mengadakan pengajian di rumah beliau yang dihadiri oleh orang tua dan muda, laki-laki dan perempuan.

Ketika ditanya tentang bacaan yang ada ayat al-Qur’annya beliau mengatakan bahwa hal itu adalah sesat, dan memang ada di masyarakat.

Dan ketika ditanya apakah beliau mengetahui bacaan seperti itu, beliau mengatakan ada, yaitu;

Qulhuallahu

Ahad

Tahan dipukul

Tahan dipahat

Ketika ditanya apakah beliau mengetahui tafsiran atau maknanya, beliau mengatakan tidak tahu. Karena beliau tidak pernah menggunakannya. hal itu adalah hanyalah istridat , kadang-kadang di beri dengan murka Allah, istridat itu adalah sebuah lanjuran.

Dan menurut beliau al-Qur’an itu adalah kalam Allah, kalam lafzi yang mengandung 6666 ayat

1000 ayat amar

1000 ayat nahi

1000 ayat waad

1000 ayat waid

1000 ayat amsal

1000 ayat kisah

500 ayat ahkam

100 ayat tasbih

66 ayat nasikh dan mansukh

3.Tanggal wawancara 11 februari 2008

Nama beliau Kusasi, beliau tinggal di desa Tanah Habang Kecamatan Batang alai Selatan, beliau adalah orang tua yang telah berumur 79 tahun, beliau masih kelihatan segar, meski tubuh beliau yang putih sudah sangat kurus, beliau terkenal dengan sebutan guru Kusasi, karena beliau sering memandikan orang dirumah beliau untuk maksud tertentu, ketika penulis datang kesana ada beberapa orang yang dimandikan beliau, setelah itu  penulis juga mandi disana. Sebenarnya sangat susah berkomunikasi dengan beliau, karena beliau sudah tidak begitu mendengar. tapi masih lancar bercerita.

Ketika ditanya tanggapan beliau tentang bacaan yang ada bacaan ayat al-Qur’anya beliau menjawab bahwa hal itu adalah bacaan orang bahari dan itu boleh-boleh saja.

Dan ketika ditanya apakah beliau mengetahui bacaan seperti itu beliau menjawab dengan menyebut

Watub alaina walau sikana

Bacaan untuk menembak burung..

ketika ditanya tafsir atau penafsirannya, beliau tidak menjawab.

Dan ketika ditanya tentang adakah pengaruh bacaan tasawuf beliau cuma mengatakan ada  ilmu yakin disana, yaitu sifat 20

Dan selannjutnya ketika ditanya tentang al-Qur’an beliau menjawab  bahwa al-Qur’an adalah wahyu Nabi Muhammad yang diturunkan pada tanggal 17 ramadhan selalam 22 tahun 2 buan 2 hari.

  1. 4. Tanggal wawancara 11 februari 2008

Abu samah, lelaki yang berumur 60 thn, beliau bertempat tinggal di desa waki, kecamatan hantakan, saat ini beliau mengalami kelumpuhan, jadi tidak bisa berjalan kaki lagi, sebelumnya beliau biasa menjadi pengurus langgar yang ada di depan rumah beliau. dikalangan masyarakat sekitar beliau lebih dikenal sebagai seorang tatamba, banyak orang yang datang kepada beliau untuk meminta pertolongan atas permasalahan beliau, seperti meminta banyu untuk orang yang sakit dan sebagainya.

Beliau mengatakan bahwa beliau belajar ilmu agama dari mengaji duduk ditempat tuan guru- guru.

Beliau menganggap bahwa penggunaan fragmen ayat dalam bacaan-bacaan itu memang ada, dan itu syah-syah saja menurut beliau. Beliau mengatakan bahwa hal itu merupakan sesuatu yang turun dari orang jaman dulu. Beliau memberitahukan sebuah bacaan

Alif lam mim

Zalikal kitabularai

 

Bacaan tersebut di gunakan untuk menghancurkan orang yang mempunyai ilmu kebal.

Dari kata bularai yang berarti usus perut yang keluar karena sobek, artinya kata bularai disana bisa digunakan sebagi bacaan dengan menghancurkan orang yang kebal terhadap senjata tajam.

Beliau juga mengatakan bahwa ilmu itu (bacaan itu) Akan berguna atau berhasil bila disertai dengan rasa yakin yang kuat atasnya. Dianggap sebagai sebuah penguat hati. Dengan dasar bahwa hati adalah tempat datangnya sebuah keyakinan dan segala sesuatunya itu mempunyai syariatnya, maksudnya adalah jalannya.

5.Tanggal wawancara 20 februari 2008

H.Hasbullah. seorang ulama tua yang dihormati di daerah hulu sungai tengah. Beliau tinggal di desa Cukai Nipai Kecamatan Batang Alai Selatan, umur beliau 82  tahun. .ketika penulis datang ketempat beliau, beliau duduk didepan rumah, dan setelah memperkenalkan diri, penulis langsung memulai pertanyaan, namun sayang beliau tidak banyak menjawab, namun hanya banyak bercerita tentang keadaan diri beliau dan masa muda beliau. Beliau sudah tua dan lemah, kebetulan ketika penulis disana juga datang orang yang meminta petunjuk sesuatu kepada beliau, kemungkinan meminta air.

Satu-satunya hal yang penulis dapatkan adalah bahwa bacaan-bacaan yang ada ayat al-Qur’an yaitu adalah hanya sebagi bentuk tafaul, sedang tafaul itu sendiri artinya adalah mengana-nganakan bahasa arab (alquran) kebahasa kita (banjar).

Seperti contoh

Makanan qasia.

Beliau lalu menceritakan bahwa beliau dulu belajar agama dengan mengaji duduk ketempat-tempat tuan guru.

6.Tanggal wawancara  1 maret.

Tuan guru Muhammad Sayuti Rifai , seorang tuan guru didesa Mandingin Kecamatn Barabai, beliau mempunyai sebuah pesantren yang di kelola beliau, beliau seorang tuan guru muda yang baik dimata masyarakat, selain sering mmberikan pengajian-pengajian dilanggar-langgar, beliau juga sering didatangi orang untuk diminta pertolongan, seperti misalnya meminta air untuk diminumkan kepada orang dengan keinginan tertentu, atau memandikan orang.  Beliau belajar agama dari pesantren di desa mandingin dan juga dipesantren Darussalam martapura.

Menurut beliau bahwa beliau memang mempunyai bacaan-bacaan, dan bacaan-bacaan yang menggunakan fragmen ayat al-Qur’an itu juga ada, itu adalah bacaan orang tua bahari, bahkan beliau sering menggunakannya ketika orang-orang meminta pertolongan kepada beliau, seperti contoh, Wa la talbisul haq  , sebagai bacaan untuk penyakit bisul, ditiupkan ke air dan diminumkan. Kalimat bisul disana, dijadikan sebagai kalimatnya. Atau contoh lain, Waja Karas birabbihi fasalla sebagai bacaan untuk menjadikan tubuh menjadi keras menjadi keras seperti baja, seperti kalimatnya waja karas. waja artinya adalah baja, dan karas artinya keras, dengan itu diharapkan bisa menjadi mudah dalam mengangkat sesuatu atau yang lainnya. Namun semua itu hanya bisa akan mumpuni bila disertai dengan keyakinan yang akan bacaan-bacaan tersebut.

(Menurut penelitian penulis disini kelihatan bahwa beliau tidak membedakan antara bacaan-bacaan biasa, dengan bacaan yang ada fragmen ayat al-Qur’annya).

Ketika ditanya tentang mengapa beliau menggunakan bacaan yang ada fragmen ayat al-Qur’annya, beliau menjawab karena itu adalah bacaan orang tua bahari dan itu hanyalah untuk pengambilan barakah saja, karena kemungkinan orang jaman dahulu itu banyak tidak mengerti bahasa Arab, namun mempunyai rasa keyakinan yang kuat terhadap al-Qur’an. Sehingga dengan itu maka diambillah ayat al-Qur’an untuk mendapatkan kekuatan dari al-Qur’an, dan itu akhirnya menjadi kebiasaan yang diterima apa adanya (adat).

Beliau juga menjelaskan bahwa adanya sistem teknis dalam pengambilan fragmen ayat al-Qur’an tersebut dalam bacaan,( mungkin ini yang membedakan dengan bacaan-bacaan biasa)..Yaitu system tafaul. Tafaul disini artinya adalah mencoba menjadikan bahasa arab kebahasa kita (dalam hal ini bahasa banjar) menurut bahasa peneliti adalah mengambil secara utuh bahasa arab di al-Qur’an kedalam bahasa banjar yang sudah ada, contoh;… Bacaan orang baunjun (memancing ikan)

Fahamalathu fatanfahat bihi makanan qasia

Kata makanan disana diartikan makanan qasia disana dalam bahasa banjar berarti adalah kesini..

Maka artinya adalah seruan makan,hey makanan, ayo kesini…seperti orang yang memanggil atau mengajak makan,,nah makanan disana adalah umpan yang ada dikail pancing, sehingga ikan diharapkan akan datang untuk memakannya.

Beliau juga ada memberitahukan bacaan-bacaan lain yang menggunakan al-Qur’an ( yang menurut saya sudah umum digunakan, baik dikalimantan atau ditempat lain, tapi tidak mempunyai karakteristik seperti bacaan berpantun atau ada tafaulnya seperti diatas)

Berikut:

Untuk menyingkirkan orang yang dibenci dari kampung

Kita membaca hazihi jahannamullati kuntung tuadun,,, ayat ini ditiupkan ke batu, lalu dilemparkan kebawah rumah orang yang dimaksud,maka orang itu akan kepanasan berada dirumah atau kampung itu, maka insyaallah dia akan pergi dari kampung itu. Dan masih ada beberapa bacaan lain.

  1. 7. Wawancara dilakukan beberapa kali yaitu pada tanggal 10 maret.

Untung rahmat seorang tuan guru muda, berumur 42 tahun, sering memberikan pengajian di langgar-langgar,atau rumah-rumah, beliau sering dimintai pertolongan orang dengan meminta banyu, atau mandi-mandi..Beliau dulu bersekolah dengan mangaji duduk, artinya datang kerumah-rumah tuan guru-tuan guru untuk mengaji (mempelajari) ilmu agama. (sebuah bentuk mencari ilmu agama yang lazim dimasyarakat banjar selain juga bersekolah dibanjar).

Beliau berpendapat bahwa bacaan-bacaan itu syah-syah saja, bahkan beliau masih menggunakannya sampai sekarang, beliau mendapatkannya ketika beliau belajar dahulu. beliau dalam beberapa kali pertemuan banyak memberikan bacaan-bacaan yang ada didalamnya fragmen ayat al-Qur’annya. Kadang Beliau kesusahan dalam mengingatnya, karena menurut beliau itu sudah lama sekali, dan sebagian jarang digunakan, sedangkan catatan beliau tentang itu sudah hilang, sehingga meminta penulis untuk sering bertanya agar beliau menjadi ingat bacaan-bacaan tersebut, dalam beberapa kali pertemuan.( menurut penulis ini disebabkan karena bacaan-bacaan itu tidak dibedakan antara bacaan biasa dan bacaan yang ada ayat al-Qura’nya).

Beliau sebenarnya mempunyai banyak bacaan-bacaan orang dulu,tapi kini beliau khusus memberikan bacaan yang menggunakan ayat al-Qur’an didalamnya.

Beberapa bacaan yang beliau beritahukan adalah:

Bacaan untuk menghilangkan sakit orang melahirkan, sakit perut, singugut (kada kawa baranak)

Allahumma tijamuksa kala muksa

Aku maambil air dipucuk api naraka jahannam

Hilang penyakit tiada berasa

Faktulu anfusakum fataba alaikum inda bariikum

        Innahu huwa tawaburrahim

Maknanya:

Maknanya adalah sesuai dengan bacaan dalam pantun itu saja, Bahwa air api neraka itu panas karena gugurnya panas itu maka hilanglah penyakit, sedangkan penggunaan ayat al-Qur’an disana hanyalah sebagai tabaruk, mengambil berkah saja…tidak ada pertautan makna sama sekali dari ayat al-Qur’an tersebut dengan penyakit. (Namun penulis melihat bahwa makna ayat al-Qur’an terbut memang seolah-olah ada kaitannya).

Selain itu ada juga bacaan yang cukup peneliti sering namanya diwaktu kecil,tapi tidak pernah tahu isi bacaannya yaitu qulhuallah sungsang (terbalik,seperti yang dibawah menjadi diatas,,,dan yang diatas menjadi dibawah).:

Qulhuallah sungsang..

Ahad-ahad

kufuan ahad

Yulad yalid an yamu kaliyanatullah

Dikapala syaitanirajim

Bacaan ini adalah untuk anak yang suka menangis dimalam hari.

Adanya ayat al-Qur’an disana sebagai pengambilan berkah..

Karena diyakini anak yang menangis di malam hari karena diganggu oleh syetan.

Dalam bacaan diatas beliau tidak bisa memberikan maknanya,tapi mengatakan begitulah adanya.

Dan bacaan ini sering beliau gunakan apabila ada orang minta pertolongan atas anaknya yang sering menangis di malam hari.

Bacaan berikutnya yang beliau beritahukan adalah, ketika dalam sebuah pembicaraan menyinggung tentang orang yang menganut ilmu hitam dan ingin melepaskan diri dari pada ilmu hitam tersebut sebagai tanda pertobatan, maka sebuah bacaan yang dianggap sebagai bacaan penalak (talaq) (perceraian), sebagai berikut:

Allahumma ramaini

Yuzibullah

Kutalak dunia ini

Berpulang kerahmatullah

Bacaan ini adalah sebuah pantun, yang maknanya jelas ,adanya ayat al-Qur’an hanya pengambilan berkat.

Berikutnya adalah  Bacaan orang kebal.

Ahad kumulahu

Mustamir lahu

Tatutup tarkunci

Bumi yang ketujuh

Tertutup tarkunci

Langit yang katujuh

Tartutup rapat seperti batu

(..tarik nafas ..lalu keluarkan)…. HUuuuuuu

(dan dirasakan keseluruh tubuh lalu hembuskan)…..Allah

Ayat al-Quran yang ada didalam bacaan diatas diambil dari surah al-qamar, cara menggunakannya adalah kita harus ditanah, tidak didalam rumah. Makna dari bacaan diatas adalah seperti bunyi bacaannya itu saja, sedangkan ayat al-Qur’an hanya sebagai pengambilan berkah.

Dan apabila membuang hajat (air besar atau air kecil) maka bacaannya batal dan harus diulang lagi

Beliau juga mengatakan bahwa beliau mendapatkan bacaan ini dari tuan guru Abdul Qadir di desa babai, ketika beliau mengaji disana.

Berikutnya adalah bacaan orang main kuntau (silat)

Nabi Allah dikiri

Nabi Allah dikanan

Syeks dan guru dimata hati

Cerdik tubuh dua tanganku

Abasa wa tawalla

Anja ahul a’ma

Barkat lailahaillahha

Maknanya ayat al-Qur’an disana, mengibaratkan muka musuh menjadi masam dan menjadi terpaling dan buta,,, maka diharapkan musuh akan kalah, sedangkan yang dimaksud syekh disana adalah abdul qadir jailani.beliau mendapatkan bacaan  ini ketika belajau kuntau di waktu muda, dan juga beliau pernah mengajarkan kuntau.

Berikutnya adalah Bacaan orang baunjun (memancing)

Pertama sebuah pantun:

Wal yatalahap

Wa yusitan nabikum ahada

Umpannya tatap

Iwaknya ada

Ayat al-Qur’an itu

Diambil dari surah al-kahfi

Kedua:

Fahamalathu Fantabajat bihi makanan Qasia

Artinya adalah bahwa ayu ada makanan, mari kesini (qasia)..

Diambil dari surah maryam

Ketiga:

Walikutukmiluiddata walitukap

Diambil dari Surah al-baqarah, maknanya adalah, tukap disana adalah bunyi apabila umpan itu disambar ketika diatas air (belum masuk ke air), itu menandakan bahwa ikan nya sangat lapar dan sangat mamatuk (sangat sering memakan umpat).

Berikutnya adalah bacaan agar nasi yang disediakan dalam suatu pesta tidak habis-habis, biasanya dalam acara pernikahan,dan ini dibacakan oleh orang yang mengatur dan membuatkan nasi kedalam wadah tempat nasi, diharapkan nasi itu akan cukup untuk pesta.

Wallahu binasi

Laraufurrahim..

Bacaan ini ada dalam Surah al-imran…kata nasi dalam ayat diatas adalah yang dijadikan pengambilan barakahnya.

Berikutnya adalah bacaan ketika pengambilan beras dalam suatu pesta supaya diharapkan beras juga menjadi cukup.

Mamanfadu indallahhibak…..

hibak artinya penuh diharapkan bahwa beras dalam pesta itu juga menjadi penuh,tidak habis-habisnya.

dari bacaan tallaqin

Berikutnya adalah bacaan orang luka,

Hari kamarau bumi ranggang

Hari hujan bumi rapat

Hari kamarau bumi rapat

Tabat yada abi lahabi watab

Tabat artinya bendung…jadi bacaan ini akan diharapkan akan menjadikan aliran darah berhenti, karena sudah ditabat (dibendung).

Berikutnya adalah bacaan untuk mendapatkan wanita

Panahku panah Arjuna

Kupanahakan ka gunung, gunung runtuh

Kupanahakan ka laut, laut karing

Kupanahakan ka burung, burung jatuh

Kupanahakan kepada di …….(namanya)…

Rabah rubuh imannya ……(namanya)……

Walakat fatana sulaimanu wa alqaina al kursihi jasadan,summa anaf………..

Ayat al-Qur’annya Diambil surah shad..cara menggunakannya adalah dengan di tiup kebatu , lalu dilemparkan kepada si  wanita yang disukai..

Berikutnya adalah bacaan agar uang kita kembali lagi ketika kita berbelanja, maksudnya kembali dengan cara yang lain.

Allahurabbuna wa rabbukum

Walana a’maluna walakum a’malukum

La hujjata bainana wa bainakaum

Allahu ya’muru bainana waalaihim masir..

Aku-aku ikam-ikam

Gawianku gawianku,

Gawian ikam gaiwan ikam,

Gawianku manukarakan, gawian ikan ku tukarakan ….

Berikutnya adalah Bacaan untuk mengobati penyakit bisul…

Hintalu burung

Hintalu cacak

Diandak disarang babi

Aku maurung bisul

Kupicik-picik

Kukacak-kacak

Mudahan jangan jadi

Wala talbisul haq bil bathil

Kata bisul diatas dijadikan sebagai pengambilan berkah.

Berikutnya adalah bacaan agar tidak diganggu hantu

Warab warabbuhukum

Antalahu

Hantu bungul tambuk

Kada malihat aku lalu

Bacaan diatas berbentuk pantun, beliau menatakan bahwa ketika beliau memberikan pengajian kekampung yang jauh dimalam hari, sedangkan jalan pulang begitu angker,gelap,dan juga sendirian, maka beliau pernah menggunakan bacaan ini.

Selanjutnya adalah bacaan orang untuk menyedap air aren,

Bacaan orang manyadap…mengambil air aren

Pipik dianak pipik

Tarbangnya ka laeutan tulang

Titik manjadi titik Banyunya titik

Banyunya disungai lautan pulang

Wa la saufa yarda……………

Bacaan al-Qur’an diatas surah ad-dhuha, dengan adanya kata walasau, artinya adalah mengambil mengalir dengan deras, jadi mudahan air yang keluar akan mengalir dengan deras dan banyak.

Selanjutnya Bacaan panyangat atau bacaan untuk tidak terkena gigitan penyengat, biasanya digunakan ketika ingin mengambil sarang penyengat.

Lamang libungkut

Malamang di bukut paring

Butuhnya tasirukut

Matanya tapaling

Summon umyun fahum la yarjiun..

 

Ayat al-Qur’an itu sesuai dengan artinya, jadi mudah-mudahan mata penyengat itu tidak melihat kepada kita ketika kita mengambil sarang lebah itu.

Ketika penulis bertanya mengapa dalam bacaan-bacaan itu sebagian menggunakan ayat al-Qur’an,beliau menjawab bahwa hal itu hanya lah pengambilan berkah saja, dan ketika ditanya mengapa bahasa al-Quran itu dijadikan ke bahasa banjar, beliau menjelaskan bahwa ada itu adalah bentuk tafaul. Tafaul menurut beliau adalah mengananakan kata, artinya mengambil kata lain untuk dijadikan kata kita,

Beliau mengatakan hal itu, ketika membacakan tasrif tafaala yatafaalu tafaulan….artinya itu kurang lebih dengan sesuatu yang disalah-salahkan pengucapannya untuk mengambil sesuatu itu juga, seperti orang yang latah. Seperti orang salah mengucapkan sesuatu ketika terkejut.

Dan juga mengatakan bahwa jika tidak salah penjelasan ini ada dalam bab qalat di tasrif kailani..

Menurut beliau juga ketika ditanya apakah ada pengaruh ajaran tasawuf beliau menjawab bahwa yang diperlukan adalah keyakinan yang kuat, keyakinan adalah takut dan harap, apabila kita takut maka kita akan melaksanakannya,jika kita harap maka hal itu akan diterima,

Ketika ditanya tentang al-Qur’an, beliau menjawab bahwa hakikat al-Qur’an itu adalah memberi manfaat dari kalam Allah.

Yogyakarta 2008

Advertisements

Categories

%d bloggers like this: