Posted by: alfigenk | February 11, 2016

Urang Hulu Sungai asal usul orang Banjar

Urang Hulu Sungai asal usul orang Banjar
Urang Hulu Sungai asal usul orang Banjar
Oleh: Andin Alfigenk Ansyarullah Naim
Selama ini jika kita berbicara tentang banjar, sepertinya selalu terbatas pada daerah Banjarmasin saja, kota yang berada di hilir sungai Barito atau di muara sungai Martapura, dekat dengan Laut Jawa. Mengatakan jika Banjar hanyalah Banjarmasin tentu hal itu akan terasa sangat terbatas, siapa yang membaca buku Alfani Daud pasti mendapati catatan penelitian beliau didaerah hulu sungai, beliau sendiri merupakan urang hulu sungai asli.
Hulu sungai adalah daerah tua yang tidak terlalu luas, dengan diameter hanya sekita 60 kilometer, pada jaman dahulu daerah ini berpenduduk lebih padat dari daerah manapun diseluruh Pulau Kalimantan, dipercaya di sana lah dulu kerajaan Tanjungpura pertama kali didirikan, juga dimana kerajaan Nansarunai pernah berdiri, kerajaan Dipa dan Kerajaan Daha pernah berada.
Jika melihat peta, daerah hulu sungai sangat jauh dari Laut Jawa di selatan Pulau Kalimantan, ratusan kilometer jauhnya, butuh beberapa hari berperahu dari muara Barito, sedang dari sebelah timur terhalang Pegunungan Meratus, diutara terhalang oleh pegunungan Muller yang tersambung pegunungan meratus, dan di sebelah barat dibatasi rawa-rawa dan Sungai Barito.
Orang-orang penduduk Banjarmasin dan Martapura sampai saat ini pun masih menyebut penduduk dari hulu sungai sebagai urang hulu sungai, begitu juga sebaliknya orang hulu sungai menyebut penduduk Banjarmasin dan Martapura sebagai orang Banjar.
Di hulu sungai secara lebih terperinci terbagi dalam beberapa kelompok berdasar nama-nama sungai besar yang ada disana seperti urang Amandit atau urang Kandangan, urang Alai atau urang Barabai, urang Pamangkih, urang Haruyan, urang Paringin, urang Amuntai, urang Alabio, urang Nagara, urang Kalua, urang Tanjung, urang Lampihong.
Hulu sungai lah sumber asal kebanyakan perantau yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Urang Banjar, urang hulu sungai lah yang menyebar ke seluruh nusantara, mereka bisa ditemukan hampir di setiap daerah di Kalimantan, bahkan di Borneo Malaysia dan Brunei, jutaan dari mereka ada di Sumatera dan Semenanjung Malaysia, begitu pula begitu banyak di Pulau Jawa, Bali dan Lombok bahkan Sulawesi.
Sayang memang, tidak banyak catatan dan penelitian tentang hulu sungai ini, kalaupun ada hanya sekilas saja,,,
Daerah hulu sungai adalah salah satu daerah paling makmur ketika jaman kolonial sebagai salah satu pusat karet dunia, tapi hulu sungai juga merupakan salah wilayah yang paling menentang penjajah jika dilihat dari banyaknya migrasi mereka ke luar Kalimantan dengan alasan politis karena ketidaksenangan berada dibawah kendali kolonial, urang hulu sungai juga mempunyai bakat berdagang yang baik,,di Kalimantan tengah, Kalimantan selatan, dan Kalimantan timur urang hulu sungai adalah penguasa perdagangan kelas menengah, bahkan dipedalaman Kalimantan sekalipun, lihat saja disana pasti ada pedagang urang amuntai, urang alabio.
Urang hulu sungai juga merupakan birokrat yang handal, banyak tokoh yang berasal dari hulu sungai (termasuk jaringan keluarganya) yang menjadi tokoh birokrat dan politik semenjak dari jaman kolonial hingga saat ini. urang hulu sungai bisa diterima di daerah manapun di kalimantan. bahkan urang hulu sungai dianggap sebagai representasi urang asli Kalimantan yang sangat berperan di perpolitikan nasioanal semenjak awal masa kemerdekaan. Urang hulu sungai mempunyai identitas khas sebagai urang Islam yang taat, meskipun begitu urang hulu sungai juga mempunyai beberapa hal negatif yang sering disematkan kepada mereka, seperti suka berkelahi dan pantang mundur bila ditantang dimanapun mereka berada.
Sampai saat ini pun migrasi urang hulu sungai masih terjadi, di Pulau Jawa, misalnya di Situbundo (jika saya tak salah sebut) urang Banjar khususnya dari urang nagara adalah pedagang yang lebih banyak daripada urang China, urang Banjar banyak hadir di kota-kota utama di Pulau Jawa semenjak dahulu, seperti Surabaya, Semarang, Jogja, Solo, Bandung, dan pastinya Jakarta, selain pedagang urang Banjar juga banyak berprofesi menjadi ulama, dan sebagian malah preman.
Hulu sungai memang unik, cilik riwut pernah menyebut dalam bukunya tentang urang pamangkih di Sungai Barabai yang masuk wilayah kecamatan labuan amas dan memasukkannya sebagai bagian dari sub Suku Dayak, Belanda pernah menyebut dayak mantaas di aliaran sungai batang alai dekat sungai buluh dan dayak haruyan dihulu sungai labuan amas, padahal daerah ini terletak dipusat hulu sungai, serta tentu saja juga disebutkan bubuhan bukit yang dianggap sebagai Banjar Meratus.
Bubuhan Labuhan (ada yang menyebutnya dengan Dayak Labuhan), yang hanya beberapa kilometer dari Birayang merupakan salah satu bubuhan bukit paling maju dan berpendidikan tinggi semenjak tahun 70-an, di didaerah halong kabupaten Balangan kita akan menemukan desa kapul yang serupa dengan bubuhan labuhan yang juga berpendidikan tinggi. ingat sekali lagi wilayah hulu sungai tidak lah terlalu luas.
Jika saja penelitian tentang hulu sungai sebagai bagian dari banjar lebih digalakkan maka tentu saja akan sangat menarik.
Tentang Melayu, maka tak usah heran, sebagai sesama turunan bahasa austra…kita pasti tidak akan terlalu sulit untuk saling memahami Bahasa Melayu sebagai bahasa utama perdagangan dan diplomasi yang menyebar bahkan sampai ke Papua dan digunakan hingga saat ini, Bahasa Banjar pun tidak lah luput dari pengaruh bahasa tersebut, namun jangan salah, bahasa asli hulu sungai tentu juga ada, tidak jarang dalam Bahasa Banjar kita menemui dua kata yang mempunyai pengertian yang sama, seperti “sembunyi” dalam Bahasa Banjar pasaran dan ‘basungkup” dalam bahasa hulu sungai yang pengertiannya sama,, seperti dijelaskan bahasa banjar hulu sungai lebih mirip dengan bahasa Dayak Kedayan, Kutai, dan beberapa sub suku di utara Kalimantan, juga tentu saja dengan bahasa beberapa suku lain sperti diseluruh Kalimantan.
Permaslahan pakaian dan tradisi orang Banjar yang mirip Melayu, maka kita pun akan melihat orang Kutai, Tidung , Paser, Bulungan, bahkan orang=-orang Gorontalo yang jauh disana juga sangat Melayu, orang-orang Buton dan bahkan orang-orang Ternate, itu hanya masalah cara berpakaian di jamannya saja. seperti kita juga saat ini yang terkena dampak hiruk pikuk fasion.
Secara pribadi saya tidak begitu setuju dengan penaman bagi seluruh suku di Kalimantan sebagai Dayak, seolah itu ingin menyamakan yang memang berbeda..ada kelompok yang senang menyebut bahwa Banjar adalah keturunan Dayak,,ada juga yang bersikeras bahwa Banjar berbeda sama sekali dengan Dayak…tidak ada yang berdiri sendiri dalam dunia ini,,kita seolah akan kembali kelihatan sangat tidak nyaman jika hanya berpaku pada primodialisme…tapi saya juga memahami hal ini mau tidak mau akan terus dipertanyakan..
Dari Kalua (banua lawas), di bantaran Sungai Tabalong,, di mana dahulu kerajaan Tanjung Pura dan Nansaruani pernah berdiri sungguh amat lah dekat jaraknya dengan tamiyang layang dimana urang maa’yan berada, Tamiyang Layang merupakan daerah traditional Banjar, hingga jaman kolonial pun daerah itu dimasukkan dibawah kekuasaan banua lima, jika melihat peta pembagian daerah saat ini dimana Tamiyang Layang dimasukkan ke wilayah Kalimantan Tengah pasti akan bingung memahami sejarah sebenarnya. Orang Kalua merupakan keturunan orang Maayaan asli. Jika Tamiyang Layang berada hanya beberapa kilometer disebelah barat Kalua (banua lawas), Warukin berada hanya beberapa kilometer disebelah timur Kalua, warukin merupakan daerah traditional orang Maanyaan semenjak dahulu kala, beberapa kilometer sebelah timur Warukin. Kita pun mendapati daerah Lampihong di sungai balangan yang padat semenjak dahulu kala oleh orang hulu sungai.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfigenk/urang-hulu-sungai-asal-usul-orang-banjar_552a13b06ea834a46e552d0a

Posted by: alfigenk | February 11, 2016

Gelar Diyang Dalam Masyarakat Banjar

Gelar Diyang Dalam Masyarakat Banjar

 

Gelar Diyang Dalam Masyarakat Banjar

Oleh : Andin Alfigenk Ansyarullah Naim

”’Diyang”’ atau ”’Diang”’ merupakan nama gelar atau panggilan sayang untuk anak perempuan dalam masyarakat [[Banjar]] daerah [[Alai]] atau yang saat ini lebih dikenal sebagai daerah [[Barabai]] di Kabupaten [[Hulu Sungai Tengah]].

Sebenarnya gelar ini tidak hanya ada di daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai) saja, tapi bisa didapati diseluruh wilayah traditional banjar lainnya di Hulu Sungai, Namun Umumnya lebih banyak di gunakan di di Alai atau Barabai saja.

Penggunaan gelar Diyang sering kali hanya ditemukan pada keluarga terkemuka, seperti keluarga orang kaya, Tuan Haji, atau Tuan Guru (Ulama) dan kadang didapati pada anak perempuan dari keluarga Bangsawan [[Andin]] Barabai.

Meski tidak diakui secara resmi dalam tataran hirarkis [[Gelar kebangsawanan Banjar]], namun gelar diyang biasanya diturunkan sebagai tradisi melekat pada keluarga-keluarga tersebut sebagai sebuah identitas dalam lingkup strata sosial kelas atas.

Gelar Diyang sendiri setara dengan Gelar Galuh/Aluh dari [[Anak cucu orang sepuluh]] di [[Amuntai]] atau Galuh/Aluh dari keturunan seorang perempuan Gusti/Antung yang menikah dengan lelaki yang bukan dari kalangan bangsawan diperkampungan para Gusti di desa Binjai Pirua dikecamatan [[Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah]].

Gelar diyang mulai banyak ditinggalkan setelah perang Dunia kedua karena rasa malu akibat kemiskinan yang melanda banyak keluarga semasa perang dan konflik berkepanjangan selama puluhan tahun dimasa awal kemerdekaan, seterusnya gelar ini mulai dikenal dibanyak daerah diseluruh wilayah masyarakat banjar perantauan akibat dari migrasi orang alai atau orang barabai selama puluhan tahun baik dipulau kalimantan maupun sumatera dan malaysia.

Selain pada orang barabai, panggilan Diyang juga dapat ditemukan pada suku dayak dan sulu di Filipina Selatan, dan sangat mirip dengan gelar “Dayang” yang digunakan sebagai gelar kebangsawan di Kerajaan brunei dan beberapa kerajaan di Kalimantan Barat.
selain itu Diyang juga di kenal pada bubuhan Bakumpai dan Ngaju di Sungai barito.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfigenk/gelar-diyang-dalam-masyarakat-banjar_558c15af0523bd970a8b45fa

Posted by: alfigenk | January 12, 2016

Menuju Pertempuran

Menuju Pertempuran

pertama kali di tulis di Kompasiana.com pada tanggal 07 April 2013 15:41:18 Diperbarui: 24 Juni 2015 15:34:43 Dibaca : 160 Komentar : 1 Nilai : 0

“Pasukan akan diberangkatkan menuju balikpapan besok siang, kita akan menunggu kereta dari Banjarmasin di stasiun, berjuang lah dengan gagah berani anak-anakku, demi negaramu, demi keluargamu, ” itu lah Pidato yang disampaikan komandan lapangan, perwira tinggi yang kelihatan sudah tua dan letih. Pasukan wajib militer telah dilatih dengan keras dan dan tergesa-gesa dalam enam bulan ini, sementara pasukan reguler bertugas menahan lagu pasukan musuh di utara.

Pasukan dari negeri utara, negeri kuning, yang begitu bersemangat dan angkuh, selama delapan bulan kampanye di katulistiwa mereka telah menghancurkan seluruh instalasi militer musuh-musuhnya di lautan dengan kekuatan udara, dan perlahan pasukan angkatan laut mereka mengusai lautan-lautan penting di Asia tenggara.

Negara-negara musuhnya disekeliling lautan china selatan luluh lantak, dan mereka menginginkan pulau kalimantan untuk mengambil sumber daya alam, angkatan laut mereka memasuki perairan indonesia dan menguasai laut jawa, dan memutus transportasi antara pulau jawa dan pulau lainnya.

Dua ratus ribu pasukan darat dan marinir China mendarat di sawarak dan mulai mulai menguasai wilayah-wilayah kaya tambang di Brunei dan malaysia, dan perlahan memasuki wilayah indonesia. Borneo harus dikuasai, untuk logistik perang dan pertahanan di selatan.

Pasukan china sangat lah besar, kalimantan yang saat ini terisolasi hanya dipertahankan oleh beberapa ribu orang pasukan reguler,yang separuh dari mereka telah gugur ,sisanya bertahan melawan secara bergerilya di hutan-hutan dan membuat garis pertahanan.

Abdul duduk termenung di pinggir jalan, dia begitu kaku hari ini,

“tidak pergi kerumah untuk pamitan kepada orang tuamu?” tanyaku.

Abdullah hanya menoleh, tetap dingin, dan menunduk saja.

“kamu harus berani prajurit!”

“siap komandan, saya akan selalu berusaha untuk berani” abdullah menjawab.

“pergi lah ke rumahmu, kita hanya punya waktu hari ini saja untuk bertemu dengan orang-orang terdekat, kereta dari banjarmasin akan tiba jam sepuluh pagi tepat di stasiun Barabai”

aku kembali mengingatkan

Abdullah Abdullah pergi dengan layu setelah memberi hormat kepadaku, hormat formalitas yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, ditengah-tengah kegelisahan dan semangat yang memanas untuk pergi berperang esok hari.

Aku sudah menemui istriku untuk pamit, aku sudah memeluk anak-anakku dan meminta restu kepada orang tuaku, aku mempunyai tanggung jawab yang berat, setelah aku tiba-tiba diangkat menjadi perwira resmi berpangkat kapten dan memimpin kompi cadangan, sebelumnya aku hanya seorang PNS yang pernah dilatih teknik dasar militer kepemimpinan beberapa tahun yang lalu, semuanya serba tergesa-gesa, dan ratusan ribu pemuda dipanggil untuk menjalani latihan militer, siap mempertahankan negara kesatuan Indonesia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfigenk/menuju-pertempuran_5520183c813311676e9de7fa

Posted by: alfigenk | January 12, 2016

Sedikit Telaah Tentang Kesultanan Sulu Dalam Konflik Sabah

Sedikit Telaah tentang Kesultanan Sulu dalam Konflik Sabah

 

Sedikit Telaah tentang Kesultanan Sulu dalam Konflik Sabah

oleh: Andin Alfigenk Ansyarullah Naim

ditulis pertama kali di kompasiana.com pada tanggal 08 Maret 2013 19:50:15 Diperbarui: 24 Juni 2015 17:06:33 Dibaca : 228,250 Komentar : 13 Nilai : 13

Banyak orang Indonesia yang kebingungan dalam memahami konflik sabah, hal tersebut terjadi dikarenakan karena kurangnya perhatian kita akan wilayah timur dan utara Kalimantan dimana konflik selama ini berlangsung. Tentu saja sangat nihil catatan sejarah yang diinformasikan melalui buku-buku pelajaran sekolah mengenai wilayah ini, wilayah yang sunyi dan jauh dari perhatian kita sampai saat ini.

Banyak yang terkejut dan bertanya-tanya, sebuah misal ada saja yang langsung menyamakan antara kesultanan sulu dengan Keraton Solo di Jawa, mereka juga tidak tahu dimana letak kesultanan Sulu karena peta besar Indonesia yang biasanya kita dapati di buku-buku pelajaran tidak menyertakan kepulaan kecil diatas perbatasan kita di utara Kalimantan tersebut, meski berbatasan langsung dengan kepulauan itu, banyak yang tidak tahu bahwa kesultanan sulu merupakan salah satu kesultanan Islam paling tua di Nusantara dan masih tetap eksis sampai saat ini. Letaknya yang jauh di utara dan selama dua abad terakhir terputus hubungan dagang dan politik dengan kepulauan Nusantara dibawahnya, selain itu adanya perbedaan dominasi politik kolonial menyebabkan perhatian kita hampir tidak pernah kita arahkan ke kesultanan ini.

Kritik harus kita arahkan kepada buku-buku pelajaran sejarah di Indonesia agar sudah saatnya memberikan paparan yang lebih konfrehensip terhadap sejarah Nusantara agar wawasan nusantara kita tidak hanya terpaku dalam garis-garis besar yang kaku. Lihat saja betapa pentingnya pengetahuan akan peta sangat membantu dalam wawasannya kita.

Hal yang paling sering kita dengar di media tentang Filipina selatan hanya lah tentang para pemberontak pembebasan moro dan kelompok Abu sayyap yang melawan Pemerintah Filipina serta beberapa pentolan Teroris Indonesia yang melarikan diri atau berlatih militer di wilayah ini. Banyak orang hanya mengingat pulau besar mindanau sebagai basis mereka.

Perbedaan tata negara masing-masing Negara di wilayah Asia tenggara ini juga agak rumit dan unik dan jauh berbeda dengan konsep bernegara kita. Banyak orang Indonesia kebingungan dengan tentara kerajaan sulu, siapa kah mereka, jika mereka bagian dari Filipina kenapa mereka mempunyai tentara dan persenjataan sendiri, mengapa mereka bisa menyerang sabah yang menjadi Negara bagian Malaysia, dimana posisi Filipina, hal-hal ini seperti ini lah yang sangat membingungkan banyak orang.

Kerajaan sulu terletak diantara pulau Kalimantan dan kepulauan Filipina, tepatnya diantara sabah dan pulau besar Mindanau, disana berjejer ratusan kepulauan, ada tiga pulau utama, pulau basilian paling utara , jolo (sulu) ditengah-tengah dan tawi-tawi paling barat. di pulau jolo (sulu) lah pusat utama kesultanan sulu. Disinilah sebenarnya pusat perlawan para pemberontak Muslim Filipina. Bangsa Filipina sendiri dalam beberapa tulisan yang saya baca dimasukkan ke dalam bangsa melayu. Secara fisik kita tidak ada perbedaan, secara bahasa meski agak berbeda dalam kosa kata tapi tidak terlalu jauh. Filipina merupakan bagian dari kepulauan Nusantara dan sedari dahulu menjadi bagian penting dari perdagangan dan politik Nusantara, sebuah prasasti beraksara kawi Jawa kuno pernah ditemukan di dekat Manila. Kepulauan sulu dan Filipina sendiri pernah di kuasai Majapahit.

Menurut Wikipedia, kerajaan sulu merupakan salah satu kesultanan paling tua di Nusantara dan tetap eksis hingga saat ini, orang Sulu biasanya menyebut diri mereka dengan tausug, asal usul orang sulu sendiri merupakan gabungan beberapa suku bangsa, yaitu pertama suku Buranun yang dipercaya pertama kali mendiami wilayah kepulauan sulu , mereka berasal dari Sub etnik dayak di sabah, kemudian yang kedua sukuTagimaha yang berasal dari pulau besar mindanau, yang ketiga adalah orang-orang dari Melayu Champa dari Vietnam, yang keempat orang Baklaya yang berasal dari pulau Sulawesi, dan kelima orang suku Banjar yang berasal dari wilayah selatan Kalimantan. Orang banjar sendiri diperkirakan datang untuk berdagang dikepulauan sulu dan melebur menjadi orang-orang sulu. Kepulauan sulu hingga hari masih di kenal sebagai Banjar Kulan atau little banjar atau banjar kecil di karenakan banyak dari mereka keturunan orang banjar. Orang banjar sendiri masih bisa kita temui di beberapa wilayah di sabah yang sudah ratusan tahun menempati daerah itu.

Pertama kali wilayah ini diislam kan oleh seorang ulama Arab bernama Syarif karim Makdum pada tahun 1380 M, kemudian seorang ulama dari Minangkabau Sumatera barat yang bernama Raja bagindo datang meneruskan pengislaman pada tahun 1390 M, dan sekitar tahun seorang Arab dari Johor Malaysia yang bernama Syarif Hasyim Sayyid Abu Bakar datang dan menikah dengan putri Raja Bagindo. Setelah kematian Raja Bagindo, Syarif Abu bakar pada tahun 1457 mendirikan sebuah kesultanan sulu.

Ada tiga kesultanan yang diperintah oleh para Syarif (keturunan Nabi Muhammad) di wilayah utara Kalimantan dan selatan Filipina, yaitu kesultanan brunei, kesultanan mindanau yang didirikan oleh Syarif Kebungsuan dari johor malaysia, dan kesultanan Sulu. Kepulauan Sulu terletak di jalur strategis, dari jalur mereka lah rempah-rempah dari Maluku di bawa ke china, dan dari China di bawa ke Barat melalui Jalur Sutra.

Yang perlu kita ketahui terlebih dahulu disini adalah bahwa wilayah Filipina selatan merupakan salah satu wilayah di dunia dimana senjata api bebas di gunakan dan tidak dapat dikontrol oleh pemerintah Filipina. Beberapa kelompok bersenjata tetap eksis sehingga hari ini, baik sebagai pasukan pemberontak kepada Negara Filipina sendiri maupun kelompok bersenjata yang dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Sudah lumrah jika seorang tokoh baik tokoh politik atau tokoh masyarakat atau seorang yang kaya raya mempunyai pasukan bersenjatanya sendiri. Dua atau tiga tahun yang lalu televise Al-jazerra berbahasa inggris pernah menayangkan liputan dokumentasi khusus tentang hal ini.

Dari hal diatas maka akan kita pahami bahwa kesultanan Sulu yang masih berpengaruh di Filipina selatan mempunyai banyak penduduk yang mempunyai senjata serta mempunyai keterampilan militer karena aktivitas mereka sebagai pemberontak kepada Filipina masih berlangsung sampai saat ini. Nah merekah kelompok bersenjata yang kemudian menyeberang ke Sabah dan mengaku sebagai tentara kerajaan sulu.

Sabah selama sekian lama merupakan wilayah yang damai dan penuh kemakmuran, wilayah yang selama ini juga menjadi tempat berlindung dan mencari nafkah banyak orang Indonesia dan juga orang Filipina sendiri.

1362746797211022231913627467972110222319

Sejarah yang kuat dan Posisi unik

Penyerangan pasukan Sulu ke Sabah seolah tanpa pernah di duga sebelumnya, seperti berlangsung tiba-tiba, dan langsung saja menggemparkan seluruh regional. Namun sebenarnya permasalahan dan tuntutan sabah bukan lah hal baru, hal ini telah lama menjadi masalah hubungan Malaysia dan Filipina sejak Malaysia berdiri, ketika Indonesia berkronfrontasi dengan Malaysia, Filipina bahkan sempat ingin ikut campur terhadap sabah, Namun menlihat Inggris dan Negara persemakmuran di Kawasan mendukung Malaysia maka Niat tersebut diurungkan.

Kesultanan Sulu sesungguhnya telah Runtuh kekuasaannya seratus tahun yang lalu ketika Amerika serikat mulai mengambil alih Kekuasaan dari spanyol dan kemudian dimasukkan kedalam bagian Filipina. Hal yang serupa banyak terjadi di beberapa Kesultanan lain di Nusantara ini. Saat ini ada sembilan orang yang mengaku sebagai sultan Sulu.

Posisi kerajaan sulu sangat strategis, kuat dan unik dalam permasalahan ini. North boerneo atau Sabah merupakan wilayah mereka pada saat masa-masa Kolonial yang disewakan kepada Inggris, sehingga legitimasi mereka terasa sangat kuat apalagi dalam hati sanubari suku tausug atau orang-orang sulu. Tidak mengherankan jika banyak orang-orang sulu yang telah lama tingga di sabah mendukung gerakan dari kesultanan sulu ini.

Malaysia sebenarnya sangat berperan penting dalam konflik di Filipina selatan, sebagai sesama muslim, Malaysia merasa mempunyai kewajiban moral untuk membantu penduduk Filipina selatan yang mayoritas muslim. Malaysia sering sekali menjadi mediator antara pemberontak dan pemerintah Filipina untuk bisa mencapai kesepakatan damai, terakhir terjadi kesepatakan antara pemerintah pemberontak di mindanau dengan pemerintah Filipina berkat mediasi Malaysia. Sayangnya pihak kesultanan Sulu yang masih sangat berpengaruh malah tidak di ikutkan. Tidak diikut sertakannya kesultanan sulu disinyalir juga salah satu pemicu konfilk sabah ini. Pihak kesultanan sulu menganggap ada kesepakatan antara pemerintah Malaysia dan Filipina untuk tidak menuntut sabah sebagai bagian dari Negara Filipina.

Kesultanan Sulu sendiri dengan lantang menantang pemerintah Filipina datang kepada mereka untuk membicarakan masalah sabah serta menuntu pemerintah Filipina untuk mendukung mereka, kesultanan Sulu malah melihat kecil pemerintah Malaysia. Hal ini tampak membingungkan bagi sebagian orang apa yang sebenarnya terjadi.

Kesultanan sulu sebenarnya sedang bermain cantik dengan mengajak pemerintah Filipina untuk turun tangan membantu mereka mengklaim Sabah sebagai bagian dari kesultanan Sulu yang otomatis akan menjadi bagian Dari Negara Filipina juga. Malaysia sendiri seolah sangat terpojokan dengan klaim kesultanan sulu ini. Dan menjadikan mereka bertindak sangat keras dan tanpa krompomi, permintaan genjatan senjatapun ditolak mentah-mentah.

Orang-orang tausug atau suluk dikenal dengan karakter mereka yang keras, berhati besi dan pantang menyerah, mereka berbangga diri sebagai sebuah bangsa yang tidak pernah di taklukan oleh para penjajah. Cerita-cerita mereka dapat kita temukan dalam berbagai blog dan web yang bisa telusuri di Google, sebagian besar berbahasa melayu.

Tentu saja cerita-cerita tentang suku orang Sulu yang penuh kegemilangan itu juga sangat berlebih-lebihan, seperti bahwa bangsa Sulu lah mantan penguasa Nusantara, dengan mengatakan bahwa banyak tempat di Nusantara merupakan berasal dari keturunan mereka. menurut saya hal itu hanya sebagai sebuah pembangkit semangat saja. Orang-orang sulu tidak lah jauh berbeda dengan suku-suku besar lain di Nusantara, hanya saja mereka mendapati musuh penjajah yang berbeda dengan kita di Indonesia atau Malaysia yang dijajah Belanda dan inggris. Sedangkan mereka ( kesultanan Sulu ) itu menghadapi kerajaan Spanyol dan Amerika serikat. jika melihat leluhur mereka, maka sifat keras seperti itu tidak mengherankan jika kita mengenal orang banjar dan sulawesi yang juga keras.

Jika melihat sejarah, wilayah kalimantan utara yang dahulu dikuasai Kesultanan Tidung dan kesultanan Bulungan pernah diakui mendapat pengaruh Kesultanan Sulu. Memang Wilayah kalimantan Utara berbatasan langsung dan sangat berdekatan dengan kesultanan Sulu, tetapi ternyata Kesultanan Tidung dan kesultanan Bulungan malah diKuasai oleh Kesultanan Banjar yang jauh berada di selatan Kalimantan. Pada akhir abad 18 Masehi, kesultanan Tidung dan Kesultanan Bulungan diserahkan oleh Kesultanan Banjar kepada Belanda. Maka cerita tentang kehebatan kesultanan Sulu jaman dahulu di laman web dan blog berbahasa melayu diatas sangat lemah secara sejarah.

Tapi bukan berarti Kesultanan Sulu tidak pernah menaruh pengaruh dan warisan besar bagi Nusantara kita ini. Kesultanan Sulu harus kita akui sebagai salah satu kesultanan Islam yang berhasil mempertahankan eksestensi Islam di kepulauan Filipina. Kesultanan Manila di pulau Lozun di utara telah di hancurkan Spayol tanpa sisa dan mengganti Islam dengan Katholik hingga saat ini.

Salah satu keturunan dari Kesultanan Sulu yang masih berpengaruh hingga saat ini di Nusantara adalah Syekh Arsyad Al-banjari yang diyakini keturunan Sultan Sulu yang terdampar ke tanah Banjar tepatnya di Martapura. Syekh Arsyad Al-banjari salah satu Ulama terbesar Nusantara, Syekh Arsyad memiliki keturunan yang banyak menjadi ulama yang tersebar diseluruh Asia tenggara hingga saat ini.

Selain hal diatas, kebebasan senjata api dan kemiskinan yang banyak melanda wilayah selatan Filipina selatan juga mempengaruhi karakter mereka. Seseorang yang mempunyai senjata dan keterampilan menggunakannya serta berpengalaman dalam pertempuran tentu akan mempunyai jiwa petualangan dan keberanian, apalagi hal tersebut sudah menjadi bagian keseharian mereka, itu lah yang menjadikan terlihat sangat beraninya pasukan-pasukan kesultanan Sulu berani memasuki Sabah. akan sangat berbeda dengan kita di Indonesia atau Malaysia yang terlarang mempunyai senjata api, jangankan keberanian dan melakukan petualangan, mendengar suara senjata api saja sudah membuat kita ketakutan.

Tidak usah lah senjata api, di daerah saya masih menjadi adat membawa senjata tajam dengan berbagai bentuk, membuat kepercayaan diri serta keberanian seseorang menjadi naik, tidak jarang terjadi perkelahian bersenjata tajam. Kepercayaan diri orang-orang Sulu sangat tinggi, selama memberontak terhadap Filipina mereka menganggap diri mereka tidak terkalahkan.

Jika saja Pulau Sipadan dan Ligitan masih di tangan Indonesia maka kepulauan sulu dan sabah hanya selepas pandang mata karena saking dekatnya. Dalam keadaan yang tidak pasti seperti saat ini, alangkah baiknya kita menunggu dan tidak ikut campur dalam permasalahan orang lain, namun kewaspadaan semua pihak sudah seharusnya ditingkatkan. TNI dan POLRI sudah meningkatkan pengamanan.

Banyak sekali TKI yang bekerja dan mencari nafkah di Sabah, selain itu , masih banyak suku-suku yang berasal dari Indonesia yang tinggal di sabah selama ratusan tahun seperti bugis, jawa, Banjar dan tidung yang masih mempunyai ikatan keluarga dengan Indonesia. menurut kabar, orang banjar dan bugis, tidung dan jawa banyak di tawau, orang banjar paling terkenal karena salah satu yang sering berkelahi disana.

kembali ke permasalahan, dalam keadaan seperti ini yang paling dipusingkan adalah pemerintah Filipina, mereka memang sangat mengkawatirkan berkonflik dengan Malaysia karena akan membuat kawasan menjadi tidak stabil dan berimbas sangat banyak ke berbagai sektor, Filipina yang juga sedang berkonflik dengan China dan Taiwan di Laut china selatan juga tidak akan mau menambah masalah dengan bertikai dan membuang banyak tenaga menghadapi tetangganya sendiri, selain itu Filipina juga berhutang jasa kepada Malaysia dalam masalah mindanau.

Di lain sisi, konflik sabah ini bisa membuat perhatian para petualang Sulu mengubah arah perhatian mereka ke sabah dan merapatkan rasa kesatuan mereka kepada Filipina, Hal ini tidak bisa di pungkiri.

Tidak ada yang bisa memprediksi kapan konflik sabah akan berakhir, yang bisa dilihat konflik ini akan berlangsung lama. Ketidakstabilan di sabah akan berdampak buruk kepada keamanan dan ekonomi perbatasan yang selama ini di tupang dengan hubungan dagang yang baik dengan Malaysia yang mempunyai infrastuktur dan ekonomi yang jauh lebih baik dari wilayah Indonesia di perbatasan.

Harus kita akui bahwa masalah Sabah akan berpotensi membuat kawasan Asia tenggara dan Timur semakin panas dan tidak stabil yang tentu saja akan sangat menggangu. Sabah menjadi Spot baru. Harus ada langkah-langkah cepat dari semua negara agar membuat masalah ini bisa diredam secepat mungkin.

Indonesia sebenarnya tidak bisa selamanya berdiam diri, selain malaysia yang bukan hanya negara tetangga terdekat, malaysia juga adalah negara serumpun kita, permasalan sabah juga merupakan persoalan sesama bangsa Islam yang berbudaya melayu. Maka jika saatnya tiba dan tepat Indonesia berkewajiban untuk membantu perdamaian dan mencari jalan penyelesaian.

——————

Jika kita melihat di televisi dan beberapa Fhoto di media online tentang keadaan terkini di sabah saat ini maka yang akan terlihat jalan-jalan luas dan mulus di sabah, gedung-gedung yang besar tertata rapi dan bersih dengan halaman luas serta lapangan yang menghijau sangat rapi dan bersih serta taman-tamannya yang tertata rapi. Saya tahu tata bahasa saya yang terulang-ulang dengan kata- , rapi, bersih, indah tidak baik bagi tata bahasa kalimat sebuah paragap ini, kekaguman saya ini adalah manisvestasi dari hal yang sangat bertolak belakang dari pada keadaan didaerah saya Kalimantan saat ini, meski sama-sama Kalimantan tapi sangat jauh bedanya..jalan kami kecil dan selalu berlubang-lubang selama puluhan tahun tidak pernah selesai-selesai diperbaiki, seperti gali lubang, tutup lubang, muncul lagi lubang, gedung pemerintahan yang kecil dan halaman kecil, susah parkr, dengan taman yang tidak terurus.

Semoga bermanfaat.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfigenk/sedikit-telaah-tentang-kesultanan-sulu-dalam-konflik-sabah_552085e4a33311ba4646cfde

Posted by: alfigenk | November 11, 2014

[Stop Cyber Bully] Jangan Kau Mau Berkelahi

13592675771455480077

Fhoto:koleksi pribadi

[Stop Cyber Bully]  Jangan Kau Mau Berkelahi

oleh: Alfigenk Ansyarullah

Tak disangka hujan hari ini tetap saja belum berhenti,

Dingin tetap menusuk-nusuk, dan senja hari tetap terang benderang di sebelah barat sana, sedang hujan gerimis masih turun hingga saat ini, ajaib sungguh alam ini..disana terang, disini dingin dengan hujan yang gelap.

Aku sendirian di dalam kamarku, termangu dengan diriku sendiri, menatapi hujan dan memberi pengertian kepada diriku sendiri jika hujan seperti ini sangat jarang terjadi.

Sebuah lagu terdengar di telingaku, playlist rupanya sampai ke sebuah lagu lama dari ABBA “the winner takes its All”, lagu yang aku dapat dari CD-CD bajakan yang tidak laku yang biasanya aku jual dipasar-pasar malam.

Di kejauhan dalam gerimis hujan sore ini, aku melihat amat gandut berjalan lambat, aku mengira dia akan menuju rumahku, ternyata benar dugaanku, amat gandut memang menuju rumahku. Kampung kecil kami dipinggir kota kecil ini dengan penduduk yang sedikit sangat lah mudah untuk mengenali salah satu penduduknya meski jika kita melihatnya dari jauh. Rumahku yang berada dipinggir persawahan dan aliran irigasi menjadi bercahaya-cahaya antara air hujan dan sinar matahari.

Amat gandut langsung saja naik dan bersandar di ranjangku, dia tidak peduli pakaiannya yang basah akan membasahi ranjangku.

“Susah sekali menemukan orang baik di dunia ini” amat gandut berkata gelisah, sambil membenturkan kepalanya ke dinding.

“Itu benar kawanku, akan susah menemukannya jika kau selalu berpandangan seperti itu” kataku sok pintar.

“bijaksana sekali kata-katamu itu, dapat dari mana ha?” amat gandut langsung saja membalas

“aku baru beli buku kata-kata pujangga, buat bikin status di facebook, harganya lima ribu saja”

“Behh pintar juga kamu ini, modal lima ribu, akan terlihat pintar nantinya di dunia maya”

“iya lah, kita harus cerdik”

Dalam satu tahun ini kami, kami berdua, sedang tergila-gila dengan facebook, lewat Handphone murah merk dari negeri China, maka mulai lah kami dari kampung kecil dari kota yang kecil ini yang jauh dari kota besar tiba-tiba muncul dalam pergaulan dunia maya yang luas tak berbatas.

Kami berteman dengan banyak orang yang tentu saja tidak kami temui secara langsung.

Amat gandut hari ini sebenarnya gelisah, dia bertengkar dengan seseorang disebuah grup di facebook.

Dalam hujan gerimis ini, dengan senja yang terang diujung barat, amat gandut berkeluh kesah

“memangnya dia saja yang benar di dunia ini, aku di ajak berkelahi, dia mengancam aku di grup secara terang-terangan”

“aee kenapa kita tidak lawan saja, yang mana orangnya?”

“haa kamu ini, bodoh sekali kita berkelahi hanya untuk pembuktian diri yang tidak perlu”

“memang dia orang mana? Jika dekat-dekat sini saja mari lah kita tantang bertemu, berkelahi macam apa yang dia mau, kita lawan saja”..kataku dengan sungguh-sungguh sok jagoan

Amat gandut jadi tertawa kekikikan,,,,

“bener nih mau berkelahi dengan tu orang?” kata amat gandut dengan sedikit tertawa

“iya lah, masa takut, kalo dia masih manusia aku ngga takut”

“klo aku takut, bagaimana?”

“haa itu berarti hanya badanmu saja yang besar”..sekarang aku mengejek amat gandut sambil memasang mataku besar-besar kepadanya

“aku takut, soalnya dia cantik” kata amat gandut malu-malu

Aku jadi diam dan mulai mendekati amat gandut, aku tersenyum manis dengan amat gandut, temanku ini meski gendut, pandai juga berlagak, berkelahi juga dengan gadis cantik, alamak.. jarang-jarang berkelahi dengan gadis cantik, biar biru kepala ini, aku rela saja dipukulnya, asal habis itu dia sayang padaku.

“dari mana kau kenal dengan gadis itu mat?” tanyaku bermani-manis madu dengan amat gandut

“kau ini beruang madu, kalau sudah dapat madu, bisa mencakar-cakar, tak mau lah aku beritahu kau”

“apa guna juga kau berkelahi dengan dia mat, malu lah aku ini sebagai temanmu, berkelahi dengan perempuan mat, aku rela saja mengalah meski dia menendangku sepuluh kali”

“ahh kau ini sok tahu, aku bohongi saja kau ini, cepat sekali kau makan, aku bukan berkelahi dengan gadis cantik itu, tapi aku membelanya, membelanya dari cercaan orang-orang bodoh di grup itu, aku kasihan dengan gadis itu”

“Terus?”..aku bertanya jengkel, hampir saja aku senang sekali senja ini, dan hujan gerimis sedikit makin lebat, seolah mengejek

“yaaa..karena aku membelanya, aku malah yang diserang mereka, ada mengejek fhotoku, mengajak berkelahi, bahkan ada yang mengirimi ke inbox-ku mengatai-ngataiku dengan kasar”

Kasihan sekali temanku amat gandut ini, dia tidak punya kekasih hati, tubuhnya yang gendut membuatnya tidak percaya diri, lihat saja fhoto profilnya di facebook itu bergambar maher zain dengan topi copet, amat gandut berharap orang-orang akan menerima dia sebagai teman dengan fhoto profil seperti itu, dan nampaknya dia berhasil, dia punya banyak teman di facebooknya.

“kasihan sekali kau ini mat”

“iya lah, kasihan sekali aku ini, makanya hujan-hujan begini aku ke rumahmu”

“untuk berkeluh kesah ya? Konsultasi untuk orang yang lagi galau seperti kamu ini mat cuman lima rupiah perjam, bonus lah dari aku” aku mencandai amat gandut

“bosan aku konsultasi sama kau, tak banyak berguna, nasehatmu biasanya jarang terpakai, terlalu teoritis kaya mate-mateka” amat gandut menggerutu sambil berbaring diatas bantalku, bantalku pasti bau terkena kepalanya yang basah

“huh kau itu kalau mengejek yang pintar dikit, mana ada terori di matematika, kalau di fisika itu baru aku tahu ada teorinya” aku sambil juga tertawa-tawa

“yang aku ingi dengan kau hari ini aku mau minta duit sama kau, lima ribu saja, kalau kau tak mau, sudi lah beri hutang pada temanmu ini, lima ribu saja”

“Buat apa pula lima ribu, bulan tua begini mau minta duit, meski berhutang juga kau tak akan aku beri, aku juga tak punya banyak uang lagi, menunggu besok bisa jika barang daganganku laku banyak”

‘aku butuh sekarang, mau beli pulsa”

Aku jadi tertawa-tawa dan berdiri menjauh dari amat gandut, temanku ini sungguh merasuk ke hati rupanya, kejadian di facebook itu yang dipikirkannya, berkelahi dengan orang yang belum tentu juga dia kenal dengan baik, dengan orang-orang yang mempunyai topeng dalam fhoto-fhoto profil atau berlagak dengan tulisan-tulisan status yang menggiurkan dan menggoda, bisa jadi mereka itu juga seperti aku ini penuh tipu daya menjadikan diri sendiri eksis dalam dunia yang tidak bisa aku pahami secara baik, aku ingin dipuji dan di akui, dimana di dunia nyata tidak dapat aku dapatkan, sebagai manusia aku butuh pengakuan.

“begini saja kawan, kau tidak perlu bersusah hati terus, biarlah mereka memarahimu, mengancammu, tak jadi soal, hujan akan tetap hujan kawan bahkan jika kau tidak suka mandi pun kau akan terkena air hujan”

“ahhh kata-kata bijakmu itu tidak nyambung”

‘aku salah ya tadi, maksudku biarkan saja mereka marah tuh tidak ada ruginya buat kau, mungkin hari ini kau malu, tapi wajah kerenmu si maher zain itu tetap saja tersenyum dengan topi copetnya”

“tapi malu aku dengan di gadis cantik itu, aku terlihat kalah, terlihat tidak jagoan, dia pasti tdak senang denganku jika aku lemah”

“siapa juga yang tidak suka maher zain? Hee, tapi jika fhoto aslimu yang dipajang di profil itu, bisa mampuslah kau, tak ada gadis yang akan suka”

Amat gandut melempar bantal ke wajahku, dia marah, dan aku tertawa-tawa mengejeknya, bisa jadi amat gandut ini sedang jatuh cinta, jatuh cinta dengan gadis yang dibelanya di facebook itu, banyak sudah sepasang manusia lelaki dan perempuan menikah karena bertemu di duni maya, di facebook, amat gandut tak juga salah jika dia berharap sesuatu dari kejadian ini, toh cinta selalu ada walau dimanapun engkau berada.

“ kau ini terkena cyber bulling” kataku kepada amat gandut

‘apa tu cyber bulling? Penyakit apa itu?”

“nanti lah kau cari sendiri di google apa itu cyber bulling atau cyber bully lebih jelasnya, yang pasti kamu itu terkena cyber bulling”

Amat gandut melongo saja mendengarkan perkataanku

“jika kau diancam, jika kau di ejek berlebihan, jika kau terus saja disudutkan dengan kata-kata kasar, merendahkanmu, dengan ancaman dan sebagainya maka itu disebut cyber bulling”

“kataku-katamu mirip presenter di TV, tegas, lurus dengan bahasa indonesia” kata amat gandut sambil mendengarkan kata-kataku

“iya lah, jika aku berdagang bicaraku harus menyakinkan kawan”

“trus apa aku harus lapor polisi jika kena cyber bulling?”

“up to you kawan”

“Bikin susah aku saja jika aku harus lapor polisi”

“jika begitu tak usah lagi lah kau susah-susah hati memikirkan ancaman orang-orang itu”

“dari mana pula kau dapat cyber bulling itu?..pintar sekali kau”

“dari baca-baca lah, banyak lah tulisan tentang hal itu di facebook, kamu itu jangan hanya bikin dan komentar status, sekali-kali bacalah link-link yang banyak di facebook itu, pintar lah kau nanti”

“aku tidak suka membaca, sakit kepalaku ini membaca”

“Gadis jaman sekarang suka laki-laki yang pintar, aku yakin gadis itu tidak suka dengan laki-laki yang suka berkelahi”

Hujan terus saja turun, dan senja disebelah barat semakin menjadi merah, mega-mega bertaburan warna terang jelas dan jernih, aku suka warna ungu bercampur biru muda di mega-mega, kapan lagi aku bisa menemukan suasana seperti ini, antara hujan dan langit cerah disana.

‘sekarang aku beri kau saran, aku tetap tak mau beri kau uang, aku tak banyak untung berdagang di musim hujan ini, bulan tua juga ini, aku harus membeli barang-barang baru lagi untuk dijual”

“lima ribu itu tak seberapa, cuman harga satu biji cd bajakan yang kau jual saja, besok aku temani kau berdangang ke kampung-kampung”

“jika kau aku beri uang, kau beli pulsa lagi, kau main facebook lagi,, kau berkelahi lagi, kau galau lagi, kau datang kemari lagi nantinya, berkeluh kesah lagi, kau minta lagi uangku”

“tidak lah, aku tak akan berkelahi, aku ingin berteman dengan gadis cantik itu, kapan lagi lah aku berteman dengan gadis cantik, nanti bisa panen kebun tomatku, aku traktir lah kau makan ke kota”

‘asal jangan berkelahi lagi ya”

“aku tak sebodoh mereka lah, seperti katamu buat apa aku melawan mereka, kucing menggonggong, aku tetap berlalu”

Aku senang dengan sikap amat gandut yang cepat paham ini, cyber bully, tak usah lah kau terus risaukan hati untuk memberi perlawanan, semakin kau lawan , semakin kau kalah. Cyber bully, ini seperti cerita legendaris dari perkelahian dua orang didaerah kami, dua orang yang sangat marah, saling membawa parang panjang, mereka berkelahi saling mengayunkan parangnya, orang-orang kampung sangat takut, para wanita berteriak-teriak, tak ada orang yang berani melerai. perkelahian ini berlansung tiga hari tiga malam tanpa ada seorangpun yang terluka, orang-orang kampung jadi bosan dan membiarkan saja mereka berkelahi tanpa ada yang peduli, tapi siapa yang tahu kenapa perkelahian mereka selama tiga hari tiga malam ini tidak membuat luka diantara mereka, rupanya mereka berkelahi berseberangan sungai, satu orang disebelah kiri sungai, seorang lagi diseberang, disebelah kanan sungai, seberapa hebat pun jurus yang dikeluarkan, seberapa keras pun ayunan parang yang ditebaskan tak akan berguna. Yang ada hanya lelah dan orang-orang akan tidak peduli. Begitulah sebuah perumpamaan perkelahian di dunia maya itu, kita tidak pernah bertemu mereka secara langsung. jika kau melawan dan memasukkan ke hati, maka semakin menang lah melakukan cyber buly, dan lelah lah hati kita memikirkan hal itu.

Akhirnya aku menyerah juga, aku beri amat gandut lima ribu rupiah, sangat besar bagi kami orang kampung pinggiran ini, sangat susah mencarinya dan sangat mudah dibuang dengan membelikannya pulsa.

Hujan tetap saja gerimis, gerimis yang membuatku sedikit bangkrut hari ini, tidak bisa aku berdangang malam ini di pasar malam kampung, tapi biar lah, hujan juga adalah sebuah rejeki, aku telah mendapati pemandangan indah senja ini, itu adalah juga rejeki. Dan amat gandut temanku itu telah juga mendapatkan rejeki melalui perantaraku, boleh lah aku bedoa semoga Allah memberi balasan rejeki yang lebih banyak lagi.

Sebelum amat gandut turun dari rumahku aku bertanya kepadanya

“mat, apa nama grup facebook tempat kau berkelahi itu?”

“kau tak perlu tahu, kau nanti ikut berkelahi juga jika telinga kau panas”

“huu..klo nama gadis cantik itu siapa? apa nama akunnya?”

“apalagi itu kau sangat tidak diperlukan untuk tahu”

“haa kau ini baru dibantu malah pelit amat”

“untuk gadis itu, aku berani minta duit dengan kau, maka berani pula aku kembalikan uang kau”

Aku jadi ciut hati dengan amat gandut, kalau dia marah mukanya sangar, aku takut.

Magrib telah tiba, dan matahari senja mulai tenggelam ditelan mega-mega. Ohh indahnya.

Nomor 234

Posted by: alfigenk | November 11, 2014

Ayo, Menjadi Pegawai Negeri..!!!

13587667461298672721

Ayo, Menjadi Pegawai Negeri..!!!

Oleh: Alfigenk Ansyarullah

Hari senin, ini adalah hari yang lelah dalam bekerja bukan?, hari dimana semua aktivitas kembali dimulai, manusia diharapkan mempunyai aktivitas untuk mencari rejeki dan sebaliknya manusia juga diharuskan untuk mempunyai waktu untuk beristirahat menikmati hidupnya. Berbagai keseimbangan dalam menjalani hidup di dunia ini akan membuat hidup kita menjadi lebih nyaman dan tenang.

Hari ini dalam sebuah percakapan telefon dengan seorang sahabat yang lama tidak bertemu membuat saya ingin menulis saja. Kami berteman semenjak kami sama-sama hidup dalam satu asrama di pesantren dahulu.

Teman saya itu, coba kita beri nama Sulaiman, seorang yang dalam waktu muda, seumuran dengan saya yang berumur dibawah 30 tahun, melejat cepat dalam karirnya, dari seorang bawahan dalam satu dua tahun berhasil menjadi salah satu manajer di perusahaan pembiayaan terkenal di negara ini. Dari tukang tagih-tagih hutang. sekarang menjadi seorang yang memberikan persetujuan sebuah kredit baru bisa diberikan, dan dia tentu saja mendapatkan gaji yang tinggi, yang pasti lebih tinggi dari pada gaji saya.

Tapi dalam percakapan di telefon siang ini, sulaiman berkeluh-kesah, sulaiman ingin berhenti bekerja, tidak enak katanya kerja diperusahaan. Saya tidak memberikan komentar banyak dalam keluh kesahnya, menurut saya hal itu hanya sebuah kebosanan rutin dan terjadi pada setiap orang yang telah bekerja dalam dua tiga tahun dalam pekerjaan yang sama.

Yang menarik dalam keluh kesah sulaiman ini adalah adanya keinginan dia untuk menjadi PNS atawa Pegawai Negeri Sipil, menurut sulaiman menjadi PNS sepertinya sangat menyenangkan, bukan masalah gajinya yang membuat dia tertarik tapi prestesius seorang PNS lah yang dia cari, PNS dengan baju seragam terlihat sangat gagah.

Saya berpikir lagi dalam-dalam, saya setuju dengan pendapat sulaiman terhadap PNS, terlihat gagah dengan pakaian seragamnya dan mempunyai kekuasaan apabila berhasil menjadi pejabat, pertanyaannya kemudian siapa juga yang tidak ingin menjadi PNS di negara tercinta kita ini?.. jawaban saya adalah banyak orang yang tidak mau menjadi PNS hehehe

Banyak teman-teman saya yang tidak mau menjadi PNS dengan berbagai alasan, alasan paling banyak berkisar dengan tidak berkembangnya pemikiran dan hancurnya idealisme ketika harus menjadi bagian dari birokrasi, “seseorang yang kehilangan idealismenya adalah seseorang yang telah kehilangan harga dirinya” begitulah prinsip yang teman-teman saya pegang, beruntungnya teman-teman saya ini mendapatkan impiannya masing-masing dengan pekerjaan yang mereka nikmati dengan senang hati. Jika semua orang bercita-cita menjadi PNS apa jadinya negara ini, bisa bangkrut bangsa ini jika para pemuda hanya seperti itu.

Ingin menjadi PNS bagaimana caranya?

Kembali kepada masalah sahabat saya sulaiman, menjadi PNS? kenapa tidak wahai temanku? Jika kamu punya hasrat, minat, keinginan, impian dan semangat untuk itu, menjadi abdi negara adalah sebuah kehormatan yang berbalut tanggung jawab.

Ada anekdot bahwa hanya orang yang beruntung yang bisa lulus test CPNS, anekdot yang telah merasuk kebanyak orang. Anda tidak perlu pintar atau cerdas, tapi anda hanya perlu beruntung. Dengan anekdot seperti itulah beribu-beribu orang setiap tahun mengikuti test CPNS.

Tidak ada standarisasi pasti dalam penerimaan CPNS adalah penyebabnya, sehingga jangan heran jika anda mendapati orang yang pintar tidak lulus CPNS atau orang yang selama ini anda lihat tidak suka belajar, nakal dan bahkan tidak pintar dengan nilai rendah malah lulus CPNS, begitu lah, anekdot beruntung dalam test CPNS ada benarnya. Anekdot ini membuat semua orang yang mempunyai nilai rendah di ijazah mereka menjadi percaya diri, dan membuat orang yang nilai ijazahnya tinggi menjadi ciut hati dan kehilangan semangat. Kerja keras mereka dalam belajar untuk mendapatkan nilai yang tinggi di ijazah tidak banyak berguna dalam mencari pekerjaan.

Itu lah sebabnya pula jika banyak birokrat yang gagah dalam seragamnya itu tidak banyak membuat perubahan di negara kita ini, pelayanan mereka menyedihkan, karena perekrutan PNS yang untung-untungan tersebut membuat banyak dari mereka juga cari-cari untung. dan Orang-orang yang pintar lebih banyak tersingkir.

Untuk sahabat saya sulaiman saya memberikan sedikit informasi baru, bahwa logika keberuntungan dalam test CPNS sedikit demi sedikit akan hilang. Anda harus pintar untuk lulus CPNS, anda harus memenuhi berbagai kreteria dan nilai sesuai standar untuk bisa lulus CPNS.

Era baru ini akan sangat menyegarkan, membuat orang-orang akan lebih bekerja keras dalam belajar, membuat orang-orang lebih memperhatikan perilaku dan karakter mereka sendiri, akan ada pertanyaan apakah aku cukup pantas dan bisa bertanggung jawab untuk menjadi CPNS yang bertanggung jawab kepada negara dan seluruh rakyat Indonesia Raya?

Seorang sahabat saya yang lain baru saja memberi kabar bahwa dia tidak lulus CPNS meski dia mendapat urutan nilai salah satu yang terbaik diantara yang lain, seluruh orang yang mendapatkan nilai terbaik diantara mereka di formasi CPNS yang mereka inginkan ternyata tidak lulus, meski nilai mereka terbaik dari yang lain tapi nilai mereka rupanya tidak mendapat standar yang diinginkan pemerintah.

Nah artinya era baru penerimaan CPNS yang lebih adil telah dimulaikan kawan, apakah anda masih ragu karena nanti akan KKN dalam penerimaan CPNS yang membuat nyali anda ciut sebelum bertanding? Jangan takut kawan, di jaman penuh cabaran dimana mata-mata media sangat kritis saat ini harusnya membuat anda jangan takut lagi.

Harapannya ketika orang-orang pintar dan berdedikasi serta intregitas yang baik lulus menjadi CPNS akan membawa perubahan yang juga baik dalam alam Birokrasi negara kita ini. para birokrat lah para penggerak negara kita ini, meraka mempunyai posisi paling krusial dalam pemerintahan, pemerintah yang baik akan membawa kesejahteraan kepada rakyatnya. Berharap boleh saja bukan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi CPNS

Apakah anda tidak keberatanan jika CPNS yang saya maksud disini juga meliputi TNI/POLRI? Tidak ada jawaban berarti pertanda setuju. Karena mereka sama-sama pegawai negara.

Salah satu hal penting yang perlu anda ketahui ketika ingin mendaftar CPNS yaitu masalah golongan kepangkatan.

Tidak perlu harus ijazah S1 atau sarjana untuk menjadi PNS/TNI/POLRI, semua ijazah tingkat pendidikan formal pun sebenarnya bisa, kecuali ijazah Taman Kanak-kanak.

Kenapa golongan dan kepangkatan adalah hal penting untuk diketahui sedari awal? karena dengan mengetahui kepangkatan kita bisa melihat status dan tanggung jawab kita.

Untuk anda yang mepunyai Ijazah SD atau SMP, anda bisa ikut mendaftar CPNS Golongan 1, pangkat golongan 1 setingkat dengan tamtama di TNI dan POLRI. Dengan tanda kepangkatan dimulai dari prajuit dua dan diakhiri dengan kopral kepala, begitu pula dengan POLRI yang dimulai dengan Bayangkara 1, ijazah terendah untuk mengikuti test untuk golongan ini adalah ijazah sekolah Menengah Pertama. Untuk PNS biasa sendiri sebenarnya sudah tidak penerimaan kembali,kecuali pengangkatan dari Honorer.

Untuk yang mempunyai Ijazah SMA, anda bisa mendaftar CPNS Golongan II, golongan II sebanding dengan bintara di TNI dan POLRI, dengan pangkat pertama sersan Dua di TNI dan Brigadir dua untuk POLRI. Untuk PNS sendiri sangat jarang penerimaan golongan II, ada beberapa yang bias any menerima seperti satuan polisi pamong praja, kesatuan polisi penjara dan polisi kehutanan, untuk staff biasa biasanya golongan II diangkat secara honorer.

Untuk anda yang mempunyai Ijazah S1, anda bisa mendaftar pada golongan III setara Perwira di TNI dan POLRI dengan pangkat letnan dua pada TNI dan padaInspektur Polisi Dua pada POLRI,

Jika anda yang mempunyai ijazah S2 dan S3 anda bisa mendaftar pada golongan III/b dan III/c. Biasanya kepangkatan ini paling banyak dicari diperguruan tinggi untuk menjadi dosen, meski ada juga beberapa instansi pemerintah yang juga mencari lulusan S2 dan S3 untuk menjadi pegawai mereka.

Untuk gaji akan disesuaikan dengan golongan kepangkatan masing-masing, gaji pokok golongan I di PNS dan Tamtama di TNI/POLRI adalah sama, yang berbeda mungkin hanya tunjangan di masing-masing instansi saja, tapi itu tidak lah banyak perbedaan. Begitu pula pada golongan II dan Golongan III, gaji pokok golongan III dengan Perwira TNI/POLRI adalah sama.

Jika anda seorang sarjana dan kemudian anda lulus CPNS maka anda setara dengan Perwira TNI/POLRI, maka anda jangan bingung jika ada seorang tamtama TNI/POLRI hormat kepada anda karena pangkat anda memang lebih tinggi. Meski sedikit sekali para PNS menyadari hal ini, sehingga mereka menyangka bahwa TNI/POLRI statusnya berada diatas mereka, padahal anggapan seperti itu adalah salah.

Untuk POLRI, sebenarnya status mereka saat ini adalah Sipil bersenjata, status mereka adalah transisi dari karakter militer di masa ABRI menjadi Sipil, saya juga bingung kenapa POLRI harus dibedakan dengan PNS, padahal menurut saya hal itu tidak diperlukan lagi melihat PNS sendiri seperti Polisi penjara dan kehutanan juga pakai senjata, sebagian satuan Intiligen Sipil Negara juga memakai senjata, beberapa satuan Polisi Pamong Praja juga bersenjata.

Di setiap hari senin, Para PNS biasanya diwajibkan memakai pakai hijau Hansip, atau Pertahanan Sipil, hijau yang mirip tentara. Rahasianya adalah negara kita ini mempunyai prinsip Pertahanan Rakyat Semesta, maka jika negara kita mendeklarasikan perang, maka seluruh rakyat akan dimobilisasi untuk perang, termasuk PNS. Meskipun tugas pertahanan dimasa ini dipegang oleh TNI dengan personel terbatas. Kasarnya adalah PNS adalah militer cadangan.

Catatan lain yang perlu anda lihat adalah di TNI/POLRI ada sedikit ketentuan dalam hal pernikahan, seperti anda tidak boleh menikah dalam dua tahun tugas pertama anda, dan bagi bintara dan perwira mereka biasanya mempunyai kebijakan tersendiri yang tidak tertulis, misalnya calon istri/suami harusnya mempunyai standar pendidikan tertentu, misalnya calon isteri seorang perwira harus lah minimal berpendidikan S1. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menyeimbangkan saja. Tapi untuk PNS sendiri tidak ada batasan apapun.

Mari lah wahai pemuda-pemuda terbaik di negara ini mau menjadi PNS/TNI/POLRI. Mari kita bawa bangsa dan negara ini menjadi lebih baik di tangan kita.

Sulaiman, sahabat lama saya itu berjanji akan mulai belajar keras agar bisa lulus menjadi PNS,

“Masa depan bangsa ini ada ditangan kita anak-anak muda, alfigenk”

Begitu kata Sulaiman kepada saya, dan saya setuju dengan kata-katanya.

13578915282106283765

plakat MAPK Martapura yang telah dibuang oleh pihak sekolah induk, ditemukan menjadi tempat cuci warung sekolah..koleksi pribadi

Madrasah Aliyah Progam Khusus (MAPK) / Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri (MAKN)

Proyek Rahasia Kementerian Agama yang sukses

oleh: Alfigenk Ansyarullah

Beberapa minggu ini perhatian kita kembali diarahkan kepada Kementerian Agama, ramai sekali dengan berita tudingan korupsi berbentuk grativikasi kepada para Penghulu Kementerian Agama, hal ini sangat menampar Kementerian Agama yang selalu digadang-gadang untuk bersih-bersih diri, belum lagi selesai kasus korupsi pengadaan Al-Quran dan alat peraga pendidikan yang sangat memukul telak kementerian ini, dalam minggu-minggu ini pula Dana haji puluhan triliun yang di kelola Kementerian Agama juga di gugat. Tidak ada habis-habis kementerian ini menjadi sorotan negative banyak pihak.

Namun selalu ada sisi lain yang tak terlihat, selalu ada sisi lain yang menarik, maka tidak salahnya jika kita mencari sisi lain tersebut. Secara pribadi saya menganggap hal ini adalah sebagai sesuatu hal yang seharusnya kita lakukan, sehingga penilaian kita tidak terlalu bias.

Apakah anda pernah mendengar Madrasah Aliyah Progam Khusu (MAPK) Atau apakah anda pernah mendengan Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri (MAKN)?

Pada dasarnya kedua madrasah ini adalah madrasah yang sama, perubahan nama dari MAPK menjadi MAKN merupakan keputusan menteri Agama belaka ^_^

Mungkin anda pernah mendengar nama Teuku Kemal Pasha, seorang antropolog muda dari Aceh yang sering muncul di televisi atau media, atau anda baru-baru ini pernah membaca novel yang sangat mencerahkan berjudul “Anak-anak langit” karangan Mohd Amin MS. Mungkin anda juga kenal salah satu anak muda yang sangat dinantikan analisisnya di Indoensia saat ini, seorang pengamat politik muda bernama Burhanuddin Muhtadi, atau anda pernah mendengar Habiburrahman el-sirazy, pengarang novel “Ayat-ayat Cinta” yang sangat terkenal itu. Ada lagi yang saat ini sedang naik daun, beberapa kali muncul dalam wawancara di studio televisi, Norhaidi hasan jebolan Universitas Utrecht Belanda yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ada juga yang samar-samar mulai terdengar seperti Asrorun Ni’am Sholeh yang saat ini menjadi wakil Ketua Komite perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat. Atau jika anda sering mendengar radio (KBR) 68H dalam acara talkshow “Agama dan Masyarakat” yang diasuh Saidiman Ahmad.

Mereka ini adalah sedikit dari sedikit sekali lulusan MAPK/MAKN di seluruh Indonesia , Teuku Kemal Pasha adalah lulusan MAPK/MAKN Aceh, Mohd Amin MS adalah alumni MAPK/MAKN Padang panjang, Sumatera Barat. Burhanudin Muhtadi dan Habiburahman el-Sirazy adalah lulusan MAPK/MAKN Surakarta solo, danNorhaidi Hasan, orang banjar yang lulusan dari MAPK/MAKN Yogyakarta. Asrorun Ni’am Sholeh yang lulusan MAPK/MAKN Jember. Dan Saidiman Ahmad adalah Alumni MAPK/MAKN Makasar.

13578918381094861763

…dengan ALmarhum yang terhormat Guru kami H.ABdul Gani.LC

 

Sudah pasti banyak yang tidak tahu apa itu MAPK/MAKN, dari namanya saja sudah agak janggal, aneh dan yang pasti asing di telinga banyak orang, seperti mengingatkan kita kepada Kopassus, Komando Pasukan Khusus saja bukan.

Tidak banyak informasi dan catatan yang bisa didapat tentang madrasah khusus ini, dengan pencarian dengan mesin pencari Google pun sangat mengecewakan.

MAPK/MAKN merupakan Madrasah setingkat Aliyah dengan progam dan pelajaran khusus yang berbeda dengan Madrasah Aliyah biasa, digagas dan pertama kali oleh menteri Agama Munawwir Sazali pada akhir tahun 1980-an, pada 1988 proyek MAPK/MAKN dimulai dan untuk tahap pertama, dibuka di lima lokasi; Padang Panjang, Ciamis, Yogyakarta, Ujung Pandang, dan Jember. Selanjutnya, MAPK ditambah di lima kota lagi, yaitu di Banda Aceh, Lampung, Solo, (Martapura)Banjarmasin, dan Mataram.

Tidak seperti sekolah milik kementerian lainnya, seperti SMA Taruna atau pelayaran atau pertanian yang sangat terkenal dan eksis sampai sekarang, MAPK justru sangat asing. Maka dengan tidak banyaknya data dan informasi data serta tidak populer Madrasah ini di tengah-tengah Masyarakat, saya memberanikan diri untuk menyebutnya sebuah Proyek Rahasia Kementerian Agama.

Walaupun bukan sekolah kedinasan Milik Kementerian agama, lulusannya dijanjikan dua hal, pertama bisa langsung menjadi pegawai negeri di kemenang atau kuliah di seluruh perguruan tinggi milik kementerian agama tanpa test masuk atau uang pendaftaran dan berhak memilih jurusan yang mereka inginkan.

Apa yang berbeda dengan MAPK/MAKN ini? Menurut kabar berita, MAPK/MAKN merupakan proyek pretisius Munawwir Sazali sebagai menteri Agamawaktu itu. Dengan cita-cita membentuk generasi baru untuk dipersiapkan menjadi pegawai kementerian agama yang lebih propesial dan berwawasan luas serta moderat agar mampu memahami perbedaan pemikiran keagamaan di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa mewarnai berbagai wacana perkembangan bangsa dan Negara.

MAPK pun di bentuk dengan keputusan Menteri AgamaNomor 73 Tahun 1987 , siswa MAPK/MAKN di beri banyak fasilitas seperti asrama dan perpustakaan kitab Kuning, para siswanya diberi uang saku yang pada saat itu dirasa sangat besar, namun semua fasilitas tersebut juga berbanding lurus dengan progam belajar yang sangat padat dan melelahkan.

Tiap Madrasah ini setiap tahun hanya menerima 35-40 siswa, semuanya adalah siswa laki-laki, kecuali di Ciamis dan Padang Panjang dan Surakarta Solo yang menyediakan kelas khusus perempuan. Calon siswa dijaring melalui seleksi yang sangat ketat, siswa diambil dari madrasah tsanawiyah atau pesantren modern. Dengan mata pelajaran Agama 70% dan pejaran umum 30% menjadikan madrasah ini sangat fokus terhadap pembentukan intelektual keagamaan.

Tidak ada hari libur bagi siswa Madrasah ini, kegiatan di mulai dari waktu subuh dan di akhiri pada pukul sepuluh malam, ketika siang hari mereka mengikuti pelajaran agama biasa dengan buku-buku berbahasa arab gundul, kemudian sehabis ashar di lanjutkan dengan toturial sore dengan mata pelajaran kitab-kitab kuning, setelah itu kegiatan malam dari waktu magrib sampai sehabis isya dan dilanjut tutur dari jam setengah sembilan malam sampai jam sepuluh malam, begitu setiap hari kecuali minggu siang, namun minggu siang pun biasanya di isi dengan berbagai kegiatan. Madrasah ini menggunakan tradisi disiplin yang ketat.

Sekolah ini sering juga disebut dengan nama pesantren Negeri, karena memang mata pelajaran dan kehidupan mereka dimadrasah yang berasrama sangat mirip dengan pelajaran pesantren, dengan kitab-kitab berbahasa Arab gundul.

Alumni madrasah ini di seluruh Indonesia diperkirakan tidak sampai lima ribu orang, dengan diaspora pendidikan yang sangat luas baik di dalam maupun diluar negeri. ratusan orang dari mereka mengambil kuliah di Timur Tengah, banyak dari mereka juga yang mengambil Master dan Doktor di Eropa, Amerika maupun Australia. Salah satu data yang penulis bisa dapatkan, seperti alumni MAPK/MAKN Martapura kalimantan selatan yang diperkirakan hanya sekitar 500 orang, ratusan orang dari mereka bergelar S2 dan puluhan orang sudah bergelar doktor atau sedang mengambil studi doktor, alumni madrasah ini adalah satu-satunya sekolah yang berhasil menghasilkan doktor dan calon doktor didalam dan luar negeri hampir puluhan orang dengan rata-rata dibawah umur 35 tahun diseluruh kalimantan. Saat ini pencapaian gelar S3 ini terus bertambah. Hal seperti ini juga terjadi di seluruh MAPK/MAKN se Indonesia.

MAPK/MAKN merupakan proyek kementerian Agama yang sangat berhasil dalammembentuk generasi baru dunia intelektual sosial keagamaan di negeri ini, sayangnya MAPK/MAKN telah dihapuskan secara resmi oleh Kementerian Agama beberapa tahun yang lalu tanpa alasan yang jelas, yang dapat bertahan sampai saat ini adalah MAPK Surakarta Solo.

Para alumni MAPK/MAKN pun masih sering mengadakan reuni, meski masih dalam Skala sekolah masing-masing, meski sebenarnya akan sangat bagus jika ada satu organisasi untuk menaungi seluruh ikatan alumni MAPK/MAKN seluruh Indonesia.

Menurut catatan kawan, yang menarik dari alumni MAPK/MAKN ini adalah meskipun mereka sering dinilai sebagai orang pintar, banyak dari mereka bergelar S2 dan S3 tapi mereka tidak akur, jika saja mereka akur, mereka pasti bisa mempengaruhi Kementerian Agama dimana lulusannya banyak bekerja disana. Dan salah satu keinginan pendiri MAPK/MAKN agar lulusan madrasah ini bisa memberi warna di kementerian Agama bisa terwujud, sayangnya cita-cita ini masih jauh Api dari panggang.

Seperti dikemukakan diatas, MAPK/MAKN memang sangat asing ditelinga banyak orang, dan hal ini juga diperparah dengan dengan jaringan Alumni mereka yang juga sangat dingin dan tidak agresif. Konsolidasi antar mereka sangat lemah. Kita tidak bisa menyamakan dengan konsulidasi alumni mereka seperti alumni sekolah lain, sebut saja SMA Taruna yang terkenal itu, meski pun antara SMA Taruna dan MAPK/MAKN hampir bisa dikatakan masih seumur tapi beda bapak ibu saja..

Saya tidak salah bukan menyebut bahwa proyek MAPK/MAKN merupakan proyek Kementerian Agama yang sukses? Yang mana dampaknya bisa kita rasakan saat ini.

Jika anda tidak keberatan, boleh lah tulisan ini untuk dishare kemanapun anda suka, agar bisa terbaca oleh para Alumni MAPK/MAKN yang sedang diam itu.

Semoga Kementerian Agama bisa menjadi lebih baik…semoga

Posted by: alfigenk | November 11, 2014

[Gombal] Seharusnya… Engkau di Sini

135494706986311449

Seharusnya… engkau disini

Duduk berdua bersamaku, memandangi matahari senja

Terasa sepi entah bagaimana, Jika Engkau tiada disini, dan aku hanya memikirkan dirimu saja..

Engkau cantik, bak mekarnya bunga-bunga musim hujan disini..

Aku berlari-lari.. mengejar entah apa.. dirimu mungkin.. berlari-lari mengililingi kampung kecil ini, aku merasa gila, segila-gilanya..memikirkan engkau saja.

Engkau manis, semanis-manis madu dari hutan..

Berhari-hari engkau pergi, berhari-hari hatiku memerah.. memerah darah yang mencair karena rindu..

Seharusnya… engkau disini

Untuk membaca karya peserta lain silahkan menuju akun Fiksiana Comminity dengan judul : Inilah Perhelatan & Hasil Karya Peserta Event Gombalsianival

Silahkan bergabung di FB Fiksiana Comunity

135428983725835338

lagu Fantasi Bulan Madu “Cinta kita”, Amy Search dan Inka cristie,Bulan Madu diantara Indonesia dan Malaysia

oleh: Andin Alfigenk Ansyarullah Naim

Di malam yang sunyi di sertai rintik-rintik hujan ini, entah kenapa tangan kanan saya secara riba-tiba saja mengklik sebuah lagu legendaris yang di populerkan oleh grup band malaysia. Isabela judul lagu tersebut, dinyanyikan oleh Amy search, dari namanya kita tahu Grup band ini bernama Search.

Lagu versi asli ini membuat perasaan saya menjadi-jadi, larut menikmatinya, saya memejamkan mata, seperti menuju kembali ke masa lalu, menuju kenangan masa lampau yang dulu pernah hidup bersama lagu ini. Masa-masa yang sejujurnya saya anggap sangat indah, tenang, dan melankolis. Ada perasaan dalam diri ini untuk kembali ke masa-masa itu, ketika menyadari betapa penuh kegelisahan di jaman kita saat ini.

Dalam menit-menit khayalan saya, sempat saja teringat akan sedang panasnya persaingan Tim sepak bola kedua negara untuk menghadapi pertandingan besok, saya sadar dalam sepuluh tahun ini, hubungan kedua negara bersaudara dan serumpun  mencapai puncaknya dalam berbagai dinamikanya sendiri, kedua negara yang sama-sama berdarah melayu sedang mendapati diri mereka dalam masa-masa puncak, penuh persaingan dan dinamika sehingga kadang melupakan bahwa hanya ada dua negara besar dari ras melayu yang ada di dunia, persaingan dan dinamika yang hampir saja melupakan bahwa dahulu pernah mereka merasakan masa-masa indah sebagai dua buah negara dengan satu darah dan sejarah dan budaya. Lagu ini mengingatkan saya, lagu ini membawa saya bahwa masa lalu itu sangat indah.

Lagu isabella, juga mengingatkan saya akan Film yang sama, yang di bintangi oleh penyanyinya sendiri Amy seacrh dan Nia Zulkarnain, sebuah film yang sangat romantis, sangat diri kita sendiri, seperti lagunya, film ini juga mengaduk-ngaduk perasaan kita, sebuah cinta di antara dua Insan berbeda negara dengan bahasa dan budaya yang sama.

Tidak seberapa lama, lagu Isabella pun berakhir, sebuah lagu duet antara Amy search dan penyanyi Rocker wanita indonesia Inka Cristy dengan judul Nafas cinta, apa daya, khalayan saya pun berlanjut, menikmati lagunya lebih dalam lagi, saya memejamkan mata erat-erat, rasa ingin kembali menikmati masa lalu itu semakin kuat.

Saya tidak ingin tahu mengapa ada kolerasi antara sebuah lagu yang mempunyai lirik yang kuat disertai musik yang brilian dan vokal yang benar-benar layak dikatakan sangat prima bisa membawa saya lemas hati dan menjadi seolah anak kecil yang memaksa ingin kembali ke suatu masa yang saya tahu itu tidak mungkin. Saya tidak ingin tahu mengapa, karena tidak ingin saat-saat kenikmatan khalayan saya di ganggu dengan pernyataan-pernyataan atau hepotesa-hepotesa ilmiah yang kaku dan egois. Mengapa saya mendapatkan seperti sebuah jawaban akan kegelisahan di jaman yang saya lalui saat ini, jawaban itu tertinggal di jaman dahulu, dan lagu-lagu ini seolah-olah menyeliputi diri saya, semua ini meberikan saya ketenangan dan perasaan manja saya seolah anak kecil, ini adalah kesenangan yang ingin saya katakan sebagai keegoisan yang harus dimaklumi oleh setiap orang.

Lagu pun berlanjut, dengan judulnya “Biar Cinta”, suara Amy search dan Inka cristy seolah beradu dan bercengkrama dengan kalimat-kalimat yang tak mampu kita andai kan sebelumnya dan mereka ucapkan bersama nada-nada indahnya. Penyanyi serumpun dari dua negara bersaudara ini seolah mengingatkan kita akan betapa indahnya cinta bila dibingkai dengan lirik yang penuh puisi yang indah dan kalimat-kalimat metaporis itu.

Tak bisa kah kedua negara ini berhenti berseteru dan kembali bersatu dalam semangat silaturahmi yang indah lagi, dan kemudian kembali menciptaan keromantisan seperti dalam lagu-lagu ini.

Telah banyak interaksi dari kedua negara serumpun di masa modern ini telah menghasilkan hasil karya yang indah, dan kita masing-masing dari kedua negara saling menikmati karya-karya tersebut, ingat saja, di negara kita banyak lagu-lagu dari negeri jiran malaysia yang masih sering kita dengar, selain Seacrh, kita masih ingat dengan Grup band Iklim yang salah satu lagunya yang terkenal “Suci dalam debu” seolah menyatu dalam memori kita, Atau Grup Band UKS, yang terdengar sangat lucu karena mirip dengan UKS unit koperasi sekolah kita, yang mana lagunya “cinta itu buta”banyak menyadarkan kita bahwa cinta itu memang benar-benar butam suara dari Vokalis Grup band UKS ini sangat melayu. Kita juga tahu dengan grup Band Slam, yang “gerimis mengundang”nya masih sering sekali dinyanyikan, terakhir dengan lucunya para anggota OVJ menyanyikan dengan tidak mampu mencapai nada tinggi dalam lagu ini. Atau lagu “mencari alasan “ milik Grup band Exist yang juga selalu kita nyanyikan bersama. Saya pribadi sering sekali berdiri terpaku ketika mendengarkan lagu “Sejati” yang dibawakan grup Band lawas Malaysia “Wings”.

Begitu banyak penyanyi malaysia yang terkenal di indonesia saat itu juga berbanding sama dengan begitu banyak pula penyanyi indonesia yang terkenal dimalaysia saat itu pula.

Genri musik Slow rock memang merambah indonesia dan malaysia saat itu, di negara kita indonesia pun memang sangat banyak penyayi yang pernah memenuhi rasa dahaga kita akan lagu-lagu berirama indah berjenis slow rock, sebut saja dua orang Armahummah popy merkuri dan nikke ardilla yang lagu-lagu mereka masih kita dengar dan nikmati sampai saat ini tanpa pernah bosan, Meski Slow rock khas melayu saat ini telah mulai hilang generasinya tapi tidak pernah menghilangkan penggemarnya. Tidak seperti di jepang memang, dimana rock khas jepang masih tetap hidup sampai saat ini. Saya teringat ucapan ian antoni yang saya baca di sebuah surat kabar terkemuka di negeri ini, walau bagaimanapun kita bermain rock, kita tetap tidak akan pernah bisa menghilangkan kemelayuan kita.

Ahh rupanya saya terus saja diantara khayal dan mimpi, saya mulai mendengarkan intro sebuah lagu yang saya anggap sebagai sebuah lagu paling romantis dan paling indah yang pernah di ciptakan dan di nyanyikan, siapa yang tidak kenal dengan lagu ini, orang-orang akan mencoba membalas menyanyikan lagu ini ketika mereka mendengarnya, seperti saya sendiri juga,

Demi cintaku padamu
Kemanapun kaukan ku bawa
Walau harus kutelan lautan bara

Demi cintaku padamu
Ke gurun ku ikut denganmu
Biarpun harus berkorban jiwa dan raga

Rasanya lagu yang berjudul asli Fantasi Bulan Madu yang pertama kali dinyanyikan Oleh Amy seacrh pada tahun 1987, yang kemudian  di indonesia lagu ini dinyanyikan berdua bersama Inka Cristie  dengan judul “c inta kita”ini hanya pantas di nyanyikan oleh inka Cristie dan Amy Seacrh, suara vokal mereka lah yang membuatnya begitu khas dan tidak tergantikan, beradu mendayu bergantian seperti petir yang terdengar keras namun indah.

Hubungan indonesia dan malaysia seolah tergambar dalam lagu ini, penuh tantangan dan lika- liku, diantara rindu dan benci, penuh dengan uraian romantisme dimana gambaran semua itu di wejawantahkan dalam baik-bait sajak para pujangga mereka. Harusnya membuat kita sadar akan pengalihan pikiran kita dari isu-isu politik dinegara ini,

Bulan madu di awan biru
Tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi

Hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta
Walau seribu duka
Kita takkan terpisah

Seperti lagu ini, hubungan kedua negara yang sebenarnya penuh kasih dan cinta ini harus menghadapi cabaran dan ujian. Kita memang tak akan berperang hanya gara-gara berkelahi dalam sepak bola, atau bermasalah dalam perbatasan, karena cinta akan penuh keindahan kita dapat di persatukan.

Bulan madu diantara kedua negara harus disemai kembali, jika memungkinkan bulan madu diatas awan biru, bulan madu di atas pelangi kedua negara lah yang kita inginkan.

Lagu ini harusnya di dinyanyikan disetiap pertemuan besar di antara kedua negara, bahkan dalam pertandingan sepak bola sekalipun, untuk mengingatkan bahwa ada cinta di antara kedua negara ini, ada sejarah, ada budaya dan darah, yang menyatukan, dimana persatuan dalam cinta diantara kedua negara bersaudara ini sungguh akan menjadikannya kita menjadi sama-sama bangsa besar di dunia ini.

Andai dipisah laut dan pantai
Tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara
Tak akan pudar sinaran cinta

Saya menjadi mengantuk, tapi rasa ingin saya kembali kemasa lalu semakin menjadi-jadi, saya menjadi melankolis terhadap diri saya sendiri, mendengarkan lagu ini berulang-ulang, saya ingin keindahan, saya ingin ketenangan, saya ingin menghilangkan kegelisahan.

malam pun semakin sunyi, dan dingin bersama hujan.

 

Posted by: alfigenk | November 11, 2014

Laporan Untuk Tuan VI ( Laporan Pertama dari Negeri Tua )

13541940371785752906

sungai negara.. http://idfl.org/showthread.php?t=28939

Laporan Untuk Tuan VI

( Laporan Pertama dari Negeri Tua )

Oleh: Alfigenk Ansyarullah

 

Tuan,

Saya berangkat menuju ke daerah ini dengan menyusurinya pertama kali dari pelabuhan besar dekat muara barito, saya melayari sungai barito yang sangat besar ini, sungai misterius yang sangat terkenal namun jarang di jelajahi, kemudian saya singgah di sebuah delta besar di muara sungai Bahan atau sungai nagara, di delta besar dari anak sungai barito ini berdiri sebuah kota, ibukota dari sebuah kabupaten. saya berhenti dan bermalam di kota ini, setelah itu saya mengikuti kata hari untuk menuju pedalaman sungai bahan ini, dalam beberapa jam saya akhirnya berhenti disini, saya melihat peta dan membuat tanda silang, benar tuan, saya bertetap hati untuk tinggal disini, dimana kulit saya yang hitam terbakar sama seperti kulit penduduk disini, yang setiap hari terbakar panasnya matahari katulistiwa dan terkurung lembabnya rawa-rawa.

Tuan, ini adalah daerah tua, tempat tumbuhnya bangsa ini mula-mula ratusan tahun lalu. Daerah yang tidak pernah sunyi, daerah dimana peradaban muncul ribuan tahun lalu. Asal-usul penduduknya adalah suku-suku dayak yang saling berbaur, kemudian dihinggapi beberapa agama besar dunia, Hindu dan Budha yang telah meninggalkan beberapa candi, dan kemudian mereka memeluk agama islam sampai saat ini.

Tuan, pemandangan indah di sebelah timur sungguh menakjubkan dari deretan pegunungan meratus yang terasa dekat jika cahaya cerah, dan disebelah barat adalah hutan rawa-rawa yang entah berantah jauhnya.

Tuan, di tempat kelahiran dan masa kecil saya, di desa kecil di breda selatan, ada sebuah padang rumput kecil dan dengan danau di tengah-tengahnya, nenek saya, seorang wanita yang baik sering mengajari saya untuk menikmati aroma bunga-bunga yang mekar di musim semi, menciumi bau-bau udara padang rumput, hutan semak-semak, terkadang kami pergi ke pinggir hutan dengan pepohonan yang lebat menikmati aroma alamnya.

Dan disini tuan, di daerah ini, yang ada hanya rawa-rawa, saya mendapati aroma eksotik, aroma busuk dari tumbuh-tumbuhan yang membusuk, yang sedikit demi sedikit saya sukai.

Rumah-rumah berada di pinggir sungai, berjejer indah dengan bentuk-bentuknya sendiri, keindahan yang saya pikir terbentuk dengan cara-cara yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

Rumah-rumah itu berbentuk panggung kecil, dari kayu-kayu ulin hitam yang langka dan terkenal kuat, kayu-kayu ulin yang tahan ratusan tahun terendam di dalam air.

Sebagian dari rumah-rumah itu Tuan, sangat luas dan nyaman, angin rawa-rawa berhembus kencang, rumah-rumah itu terlihat lusuh dan kumuh dari luar, tapi sangat bersih dan lapang ketika di dalamnya, saya pernah terkecoh dengan selalu berpikir rumah yang baik dapat di lihat dari tampilan yang baik dari luar, hal itu tidak berlaku disini.

1354193862982297979

sungai negara.. http://idfl.org/showthread.php?t=28939

Perahu-perahu kayu besar dan kecil dengan berbagai bentuk dan ukuran lalu lalang menyusuri sungai besar ini, yang airnya berwarna kuning, sedang disisi kanan-kirinya adalah rawa-rawa tiada batas yang airnya berwarna coklat, perahu-perahu itu bebas ingin pergi kemana saja, menyusuri ke muara atau memudiki ke hulu sungai, atau mengililingi rawa-rawa itu jika ada keinginan. Sungai dan rawa-rawa adalah sumber kehidupan bagi mereka.

Tuan, Mereka adalah nelayan dan petani, peternak pengrajin dan pedangang. menangkapi ikan-ikannya dan menjualnya jauh ke timur, ke kota-kota daratan. Ikan-ikan kecil dari jenis tertentu yang mereka dapat akan mereka simpan sendiri, mereka bersihkan, cuci dan keringkan di bawah sinar matahari, bau-bau busuk ikan tersebut sungguh menggugah selera saya. Sebagian ikan kecil itu juga mereka jual mencari makanan favorit orang-orang daratan.

Mereka menamam padi-padi mereka ketika musim kemarau mulai tiba, kemudian mereka akan datang beberapa bulan kemudian untuk memanennya. Atau mereka menama ubi khas daerah ini, ketika tanahnya subur, ubi-ubi itu akan menjadi sangat besar, dagingnya berwana ungu dan rasanya sangat manis, kadang mereka menanam semangka, semangka yang sangat bayang.

Mereka adalah peternak, membawa itik-itik khas mereka berenang, atau kerbau-kerbau rawa yang pandai berenang itu kese rawa-rawa mereka, kerbau-kerbau itu makan rerumputan sambil berenang.

Mereka adalah para pengrajin yang hebat, diwarisi selama ratusan tahun, dimana dahulu seluruh pusat kehidupan kerajaan berada di daerah mereka, ketika daratan adalah wilayah asing dan primitip. Mereka orang yang hebat dalam mengukir logam, membuat senjata tajam terbaik diseluruh kawasan, bahkan senjata api, mereka membuat seluruh perkakas dapur yang sangat bagus dan kuat.

Mereka adalah pedagang, pedangang hebat dalam kebutuhan dapur, kebutuhan kain, dan dalam perkayuan, mereka mempunyai tradisi yang kuat dalam perhitungan hidup mereka, termasuk sangat ketatnya dalam hal harta dan uang.

Tahu kah anda tuan, sebagian dari mereka ada yang suka mencari harta karun dengan menyelami sungai besar ini, mereka mendapati emas, pedang, dan segala macam barang purbakala yang bersejarah, kemudian mereka menjualnya.

Sesuatau yang sungguh indah di sini adalah saat-saat matahari tenggelam, sinar cerah, sangat cerah, cahayanya mengiris-ngiris, diantara awan-awan yang bergumbal, warna ungu, biru muda, merah muda yang indah, tiada pernah saya mendapati warna-warna yang begitu cemerlangnya di kala senja selain di daerah ini, burung-burung beterbangan berputar-putar dengan nyanyian-nyanyiannya sendiri. Tuan, bahkan seorang gubernur jenderal di masa kolonial dengan sengaja datang ke daerah ini untuk menikmatinya.

Sebelum pemerintah kolonial memindahkan pusat-pusat pemerintahan ke kota daratan, bangsa besar ini menggunakan jalur sungai sebagai jalur transportasi utama. Seiring waktu, jalur sungai ini mulai di tinggalkan, pemerintah kolonial berhasil meredam perlawanan di perairan dengan membuat jalan-jalan di daratan, dan beberapa perkebunan milik pengusaha eropa yang membuka perkebunan tembakau, kopi dan karet di dekade-dekade pertengahan abad 19 telah membawa bangsa air ini hidup ke daratan hingga hari ini.

Tuan, sungguh daerah ini mempunyai banyak misteri yang belum terungkap dan di tulis oleh siapapun setelah pemerintah kolonial menundukkannya.

Musuh utama daerah ini adalah nyamuk, nyamuk yang adalah salah satu penduduk paling utama di daerah ini, kadang di waktu tertentu, orang-orang ini akan menyembah Tuhan mereka di dalam kelambu untuk mendapatkan kekhusuan dalam beribadah, nyamuk disini akan sama banyaknya seperti nyamuk-nyamuk di semenanjung Florida yang menyebabkan orang-orang beraktivitas di kelilingi kawat nyamuk.

Tuan, saya tahu, tulisan saya ini sungguh tidak enak dibaca, begitu kaku dan membosankan, saya harus membiasakan diri dengan menulis memakai tangan saya sendiri, begitu lelah dan penatnya jari-jari tangan saya ini, seumur hidup saya, saya telah menulis dengan bantuan mesin, dan disini saya harus menulis dengan tangan, sangat sulit bagi saya mengolah kata dan kalimat yang bagus dan nyaman di baca, tuan pasti mengerti keadaan saya.

Tuan,dalam masa-masa awal ke daerah ini saya beberapa kali bertemu dengan Van derbilt di kota daratan, dia orang yang cermat dalam menilai sesuatu, dia mengatakan akan segera pulang ke negeri belanda, setelah saya selesai menulis laporan pertama saya kepada Tuan. Selain itu saya berencana akan mengunjungi beberapa teman yang lain di daerah lain dalam beberapa bulan ke depan.

Tuan, saya telah menerima gaji saya dalam bulan ini melalui kantor pos, dua jam perjalan dengan perahu kecil dari tempat saya tinggal, saya tahu gaji saya itu terlihat sangat banyak bagi orang kebanyakan disini yang bertanya-tanya tentang saya yang tidak punya pekerjaan tapi memililiki kiriman uang yang banyak, boleh kah saya meminta agar gaji saya di kirim dalam dua kali pengiriman tiap dua minggu, mungkin itu akan mengurangi kecurigaan banyak orang, itu untuk keamanan saya disini.

Tuan, semoga saya tidak mengecewakan tuan, doa kan saya tuan.

  1. Laporan Untuk Tuan I
  2. laporan Untuk Tuan II
  3. Laporan Untuk Tuan III (Tanjung Tabalong)
  4. laporan Untuk Tuan IV
  5. Laporan Untuk Tuan V (Kereta Dari Banjarmasin)

« Newer Posts - Older Posts »

Categories